Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang

Surat Al-Furqan Ayat 62

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Arab-Latin: Wa huwallażī ja'alal-laila wan-nahāra khilfatal liman arāda ay yażżakkara au arāda syukụrā

Artinya: Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

« Al-Furqan 61Al-Furqan 63 »

Pelajaran Menarik Tentang Surat Al-Furqan Ayat 62

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Furqan Ayat 62 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran menarik dari ayat ini. Terdokumentasikan beraneka penjabaran dari beragam mufassir mengenai makna surat Al-Furqan ayat 62, antara lain sebagaimana tercantum:

Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Dia-lah yang menjadikan malam dan siang saling silih berganti, salah satunya menggantikan yang lain bagi orang yang mau mengambil pelajaran dengan apa yang terjadi di dalamnya karena dorongan keimanan kepada Dzat Yang Mengatur lagi Menciptakan, atau orang yang hendak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

62. Dan Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti, masing-masing datang dan pergi; bagi orang yang ingin mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah agar ia mendapat petunjuk, atau bagi orang yang ingin bersyukur atas nikmat-nikmat Allah.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

62. وَهُوَ الَّذِى جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً (Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti)
Yakni salah satunya mengganti yang lain, kemudian ia akan pergi kembali dan datang yang sebelumnya, saling silih berganti antara cahaya dan gelap, berubah-ubah panjang pendeknya, dan panas dan dinginnya.

لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ(bagi orang yang ingin mengambil pelajaran)
Maknanya adalah seorang yang mengambil pelajaran apabila melihat pergantian siang dan malam akan mengetahui bahwa pasti ada yang Dzat menjalankan pergantian itu.

أَوْ أَرَادَ شُكُورًا(atau orang yang ingin bersyukur)
Yakni hendak bersyukur kepada Allah atas kenikmatan yang besar dan rahmat yang banyak yang terkandung pada siang dan malam.


Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1). Tadabbur 'amali : diriwayatkan bahwa suatu ketika Umar radhiyallahu 'anhu memanjangkan shalat Dhuha lalu seseorang berkata kepadanya: hari ini engkau melakukan seuatu yang belum engkau lakukan sebelumnya! beliau kemudian mengatakan: sesungguhnya ada wiridku yang belum aku selesaikan, dan aku ingin menyelesaikannya, kemudian beliau membaca ayat :

{ وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا }
"Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur"

2 ). { وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا } Al-Bukhori berkata : { خِلْفَةً } yakni siapa yang terlewatkan olehnya suatu amalan pada malam hari, maka hendaknya menegerjakannya pada siang hari, atau terlewatkan suatu amalan pada siang hari maka mengerjakannya pada malam hari. Dan pendapat ini dikuatkan oleh hadits Umar :

(( مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ ، أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ ، فَقَرَأَهُ فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الفَجْرِ وَصَلاَةِ الظُّهْرِ ، كُتِبَ لَهُ كَأنَّمَا قَرَأهُ مِنَ اللَّيْلِ ))
"Barangsiapa yang tidur sampai terlewat bacaan hizb Alqurannya, atau sebagian dari hizbnya tersebut, lalu ia membacanya antara shalat Shubuh dan Zhuhur, maka ditulis baginya seolah ia telah membacanya pada malam hari.” (Shahih Al-Bukhori)"


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

62. Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan malam dan siang saling bergantian. Keduanya saling menggantikaan satu sama lain dan datang setelahnya. Keduanya saling bergantian dalam memberikan cahaya dan kegelapan, serta kelebihan dan kekurangan bagi orang yang mau mengingat. Dan salah satu yang harus direnungkan yaitu bahwa dalam pergantian keduanya itu ada Dzat yang membawa dan menggantinya bagi orang yang mau mensyukuri nikmat Tuhannya yang diberikan pada malam dan siang hari sebagai nikmat yang agung.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti} saling mengikuti satu sama lain {bagi orang yang ingin mengambil pelajaran} mengambil teladan dan pelajaran {atau ingin bersyukur} bersyukur atas nikmat Tuhannya kepadanya pada siang dan malam


Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

62 “dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti,” maksudnya, yang satu berlalu, lalu datang yang lain. Demikianlah seterusnya selama-lamanya tidak akan pernah bersatu dan tidak pernah hilang. “bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur,” maksudnya bagi siapa saja yang ingin (melalui keduanya) mengambil pelajaran dan merenung dan beragumen dengan keduanya atas berbagai tuntutan-tuntutan ilahi, dan untuk bersyukur kepada Allah atas semua itu, dan bagi siapa saja yang wiridnya tertinggal pada siang hari, maka dia menunaikannya pada malam hari. Sesungguhnya hati itu selalu berbolak balik dan berubah-ubah pada waktu-waktu di malam dan siang hari, sehingga terjadi rasa giat, malas, ingat, lalai, pelit, memberi, menghadap dan berpaling. Maka Allah menjadikan malam dan siang bergantian atas manusia dan selalu berulang-ulang agar terjadi dzikir. Giat dan bersyukur kepada Allah pada waktu yang lain, malam atau siang, karena waktu ibadah selalu berulang dengan berulangnya malam dan siang. Maka setiap kali itu berulang, terjadilah suatu semangat baru bagi seseorang, bukan semangatnya yang telah mengendur pada waktu yang telah lalu, sehingga ia bisa makin menyadarinya dan makin mensyukurinya. Sesungguhnya tugas-tugas ketaatan itu laksana siraman iman yang menyiraminya. Kalau saja bukan karena itu, niscaya tanaman iman menjadi layu dan kering. Maka segala puji bagi Allah atas semua itu.
Kemudian Allah menyebutkan di antara sejumlah kebaikan dan karunia atas hamba-hambaNya yang shalih dan taufikNya kepada mereka untuk bisa beramal shalih yang membuat mereka mampu meraih kedudukan tertinggi di istana surga.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Furqan ayat 62: Yakni bagi orang yang ingin mengambil pelajaran dan menjadikannya dalil terhadap tuntutan-tuntutan ilahi.

Syaikh As Sa’diy rahimahullah berkata, “Sesungguhnya hati berubah-ubah dan berpindah-pindah di waktu-waktu malam dan siang hari, terkadang muncul semangat dan muncul pula malas, muncul ingat dan muncul lalai, muncul sempit dan muncul lapang, muncul mendatangi dan muncul berpaling, maka Allah jadikan malam dan siang melewati para hamba dan dan datang berulang-ulang agar muncul ingat dan semangat serta bersyukur kepada Allah di waktu yang lain, di samping itu wirid ibadah berulang dengan berulangnya malam dan siang. Setiap kali waktu berulang, maka muncul bagi hamba keinginan yang bukan keinginan yang melemah di waktu yang lalu, sehingga bertambahlah ingat dan syukurnya. Tugas-tugas ketaatan ibarat siraman iman yang membantunya, jika tidak ada tugas itu tentu tanaman iman itu akan layu dan kering, maka pujian yang paling sempurna dan lengkap atas hal itu adalah milik Allah.”

Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang mukmin mengambil pelajaran dari pergantian malam dan siang, karena malam dan siang membuat sesuatu yang baru menjadi bekas, mendekatkan hal yang sebelumnya jauh, memendekkan umur, membuat muda anak-anak, membuat binasa orang-orang yang tua, dan tidaklah hari berlalu kecuali membuat seseorang jauh dari dunia dan dekat dengan akhirat. Orang yang berbahagia adalah orang yang menghisab dirinya, memikirkan umurnya yang telah dia habiskan, ia pun memanfaatkan waktunya untuk hal yang memberinya manfaat baik di dunia maupun akhiratnya. Jika dirinya kurang memenuhi kewajiban, ia pun bertobat dan berusaha menutupinya dengan amalan sunat. Jika dirinya berbuat zhalim dengan mengerjakan larangan, ia pun berhenti sebelum ajal menjemput, dan barang siapa yang dianugerahi istiqamah oleh Allah Ta'ala, maka hendaknya ia memuji Allah serta meminta keteguhan kepada-Nya hingga akhir hayat. Ya Allah, jadikanlah amalan terbaik kami adalah pada bagian akhirnya, umur terbaik kami adalah pada bagian akhirnya, hari terbaik kami adalah hari ketika kami bertemu dengan-Mu, Allahumma aamiin.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Furqan Ayat 62

Dan bentuk kekuasaan Allah lainnya adalah bahwa dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti sesuai dengan perputaran bumi mengelilingi matahari. Siang dan malam saling berkejaran. Kejadian alam seluruh ini haruslah menjadi bahan renungan bagi orang yang ingin mengambil pelajaran bahwa semua ciptaan Allah pasti mempunyai hikmah yang besar bagi makhluk-Nya, atau bagi yang ingin bersyukur dengan hati, lisan dan anggota badannya untuk mencari rida Allah. 63. Jika pada ayat-ayat yang lalu disebutkan sifat-sifat orang kafir yang tidak mau bersujud kepada Allah, pada ayat berikut ini disebutkan ciri dan sifat 'ib'durrahm'n atau para pengabdi Allah. Adapun hamba-hamba tuhan yang maha pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati tidak dibuat-buat, tapi berjalan secara wajar, tidak menyombongkan diri, dalam sikap dan tindakan, karena dia tahu bahwa sikap itu tidak terpuji, akan mengakibatkan hal-hal yang negatif dalam pergaulan. Dan apabila orang-orang bodoh yang tidak tahu nilai-nilai sosial kemasyarakatan menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, atau kasar, mereka tidak membalasnya dengan ucapan yang semisal, namun dengan penuh sopan dan rendah hati mereka mengucapkan 'sal'm, ' yang berarti mudah-Mudahan kita berada dalam keselamatan, damai, dan sejahtera. Nabi Muhammad telah memberikan contoh sendiri, bahwa semakin dikasari, beliau semakin santun, arif dan bijaksana.


Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang

Demikian bermacam penjabaran dari banyak mufassirun berkaitan isi dan arti surat Al-Furqan ayat 62 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita semua. Bantu usaha kami dengan memberi hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis

Surat dan Ayat Rezeki

Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut:
 
🔗 tafsirweb.com/start
 
*Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini*

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah: