Surat Al-Furqan Ayat 9

ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ ٱلْأَمْثَٰلَ فَضَلُّوا۟ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا

Arab-Latin: Unẓur kaifa ḍarabụ lakal-amṡāla fa ḍallụ fa lā yastaṭī'ụna sabīlā

Artinya: Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

« Al-Furqan 8Al-Furqan 10 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Tentang Surat Al-Furqan Ayat 9

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Furqan Ayat 9 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah berharga dari ayat ini. Didapati beraneka penafsiran dari berbagai mufassirun terhadap makna surat Al-Furqan ayat 9, di antaranya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Lihatlah (wahai Rasul) bagaimana orang-orang yang mendustakan itu melontarkan ucapan-ucapan aneh tentang dirimu yang menyerupai perumpamaan-perumpamaan dalam keanehannya agar mereka bisa mencapai cara untuk mendustakanmu? Maka dengan itu mereka menjadi jauh dari kebenaran, sehingga tidak mendapatkan jalan menuju kepadanya untuk meluruskan apa yang telah mereka ucapkan tentangmu berupa kedustaan dan kebohongan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

9. Hai Rasulullah, lihatlah bagaimana mereka berdusta terhadapmu dengan berbagai permisalan sehingga mereka tersesat dari jalan yang benar, dan tidak dapat mendapatkan jalan menuju hujjah yang benar.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

9. Perhatikanlah -wahai Rasul- agar engkau heran terhadap mereka; bagaimana mereka menyifatimu dengan sifat-sifat yang batil dengan menyatakan, engkau penyihir, engkau terkena sihir, engkau gila. Karena itu mereka tidak sanggup menempuh jalan kebenaran, dan tidak pula mendapatkan cara untuk mencela kejujuran dan amanahmu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

9. انظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ الْأَمْثٰلَ (Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu)
Agar mereka dapat menggunakannya untuk mendustakanmu.
Makna (الأمثال) adalah perkataan dan usulan-usulan yang aneh, dan itu adalah perkataan dan usulan yang telah disebutkan sebelumnya.

فَضَلُّوا۟( lalu sesatlah mereka)
Yakni sesat dari kebenaran.

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا(mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan)
Yakni jalan untuk menentang kenabian rasul yang mulia ini.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

{ ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ ٱلْأَمْثَٰلَ فَضَلُّوا۟ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلً } "Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu)". Yakni jalan hidayah, itu karena siapapun yang keluar dari kebenaran pasti akan tersesat kemanapun menghadap; karena keberanan yang pasti itu hanya satu, dan manhaj yang satu.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

9. Wahai Nabi, lihatlah orang-orang musyrik itu, bagaimana mereka mmbuat-buat kebohongan untukmu supaya mereka bisa mendustakanmu, lalu menggambarkanmu bahwa kamu adalah seorang penyihir, penyair atau orang gila (Al-Amtsal adalah keadaan dan ucapan yang asing). Kemudian dengan hal itu mereka tersesat dari hidayah dan kebenaran, dan mereka dibingungkan dalam kesesatan mereka sendiri, sehingga mereka tidak mendapatkan cara yang masuk akal untuk menghujat kenabianmu


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentangmu} mereka menyamakanmu dengan perumpamaan-perumpamaan, lalu mereka berkata, orang yang terkena sihir, orang yang butuh dan lain-lain {Maka sesatlah mereka. Mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan} sehingga mereka tidak mampu mendapati jalan yang mengantarkan kepada kebenaran


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

9 oleh karena perkataan-perkataan yang berasal dari mereka itu sangat mengherankan sekali, maka Allah berfirman, ”perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang kamu,” yaitu: kenapa dia tidak menjadi seorang malaikat dan terhapus drainya semua ciri khas kemanusiaan, atau ada seorang malaikat bersamanya karena dia tidak sanggup menerima apa yang dia katakan, atau diturunkan untuknya harta kekayaan, atau dia diberi sepetak kebun yang mencukupinya hingga tidak perlu pergi kepasar, atau dia adalah seorang yang terkenal sihir.
“lalu sesatlah mereka, sehingga mereka tidak sanggup [mendapatkan] jalan.” Mereka mengatakan perkataan-perkataan yang kontradiksi, semua merupakan kebodohan, kesesatan dan kepicikan, tidak ada secuil hidayah pun terkandung di dalamnya, bahkan tidak ada sedikitpun dari sebagian darinya suatu syubhat yang dapat mencemari kerasulan. Hanya dengan sekedar memperhatikan dan merenungkannya saja sudah pasti orang yang berakal memastikan kepalsuannya, dan cukuplah dia yang memberikan sanggahannya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan untuk memperhatikan dan mencermatinya dan memikirkan, apakah perkataan mereka itu mengharuskan sikap abstain dari memastikan kerasulan dan kejujuran Rasulullah?


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 7-14
Allah SWT memberitahukan tentang pembangkangan, keingkaran, dan pendustaan mereka terhadap kebenaran, tanpa hujjah dan dalil, melainkan hanya beralasan dengan ucapan mereka (Mengapa rasul ini memakan makanan) yang mereka maksud adalah sebagaimana kami makan, dia jugamembutuhkan makanan seperti kami membutuhkannya (dan berjalan di pasar-pasar?) yaitu bolak-balik ke pasar karena mencari mata pencaharian dan berdagang (Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?) Mereka berkata bahwa mengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat dari sisi Allah, lalu malaikat itu menjadi saksi atas kebenaran yang dia akui? Ini sama dengan apa yang dikatakan Fir'aun: (Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya? (53)) (Surah Az-Zukhruf) Demikian juga mereka berkata hal yang sama, dan hati mereka juga serupa. Oleh karena itu mereka berkata: (atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan) yaitu pengetahuan mengenai perbendaharaan harta, lalu dia berinfak darinya (atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya) yaitu berjalan bersamanya ke mana pun dia pergi. Semuanya itu amat mudah bagi Allah. Akan tetapi karena ada hikmah dan hujjah yang jelas dalam meninggalkan hal itu (Dan orang-orang yang zalim itu berkata,"Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”) Allah SWT berfirman (Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu tersesatlah mereka) yaitu mereka datang dengan apa yang mereka tuduhkan dan dustakan kepadamu dengan ucapan mereka,”Seorang tukang sihir, orang yang terkena sihir, orang gila, pendusta, dan penyair” Semua itu merupakan perkataan yang bathil. Setiap orang yang mempunyai pemahaman dari akal yang sedikitpun akan mengetahui kedustaan dan buat-buatan mereka dalam hal itu. Oleh karana itu Allah SWT berfirman: (lalu tersesatlah mereka) yaitu dari jalan petunjuk (mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulan)) Demikian itu karena setiap orang yang keluar dari kebenaran dan jalan petunjuk, maka sesungguhnya dia adalah orang yang tersesat ke mana pun dia pergi; karena kebenaran adalah satu, metodenya menyatu, dan sebagian darinya membenarkan sebagian lainnya.
Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberitahukan kepada NabiNya bahwa jika Dia menghendaki, maka Dia dapat mendatangkan hal yang lebih baik, lebih utama, dan lebih bagus di dunia daripada apa yang mereka katakan. Jadi Allah SWT berfirman: (Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu (10)).
Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah di dunia. Dia berkata, yaitu orang-orang Quraisy mengatakan bahwa setiap rumah yang terbuat dari batu dinamakan Al-qahsr, (baik yang besar maupun kecil
Firman Allah SWT: (Bahkan mereka mendustakan hari kiamat) yaitu sesungguhnya mereka mengatakan demikian sebagai bentuk pendustaan dan pembangkangan, bukan berarti mereka menuntut hal itu agar mereka dapat menyaksikan kebenaran dan petunjuk, bahkan mereka mendustakan hari kiamat, yang hal ini mendorong mereka mengucapkan apa yang telah mereka ucapkan itu (Dan Kami sediakan) yaitu Kami menyediakan (neraka yang menyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat) yaitu azab yang pedih, membakar, dan tidak tertahankan di neraka Jahanam.
Firman Allah: (Apabila neraka itu melihat mereka) yaitu neraka Jahanam (dari tempat yang jauh) yaitu, di padang Mahsyar.
(mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya) yaitu karena geram kepada mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedangkan neraka itu menggelegak (7) hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah) (Surah Al-Mulk: 7,8) yaitu hampir saja sebagian dari neraka terpisah dengan sebagian yang lainnya karena kemarahannya yang dahsyat terhadap orang-orang yang ingkar kepada Allah.
Firman Allah: (Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu) Qatadah meriwayatkan dari Abu Ayyub dari Abdullah bin Amr yang berkata bahwa serupa dengan lubang untuk mata tombak, yakni karena sempitnya tempat itu. FirmanNya (dengan dibelenggu) Abu Shalih berkata bahwa maknannya adalah di­belenggu,
(mereka di sana mengharapkan kebinasaan) yaitu kebinasaan, kerugian, dan kekecewaan ("Janganlah kamu mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan)
Adh-Dhahhak berkata bahwa makna ats-tsubur adalah kebinasaan. Pendapat yang jelas bahwa Ats-tsubur mencakup kebinasaan, kecelakaan, kerugian, dan kehancuran. Sebagaimana nabi Musa berkata kepada Fir'aun: (dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa) (Surah Al-Isra: 102) yaitu binasa.
Abdullah bin Az-Ziba'ra berkata:
“Jika aku mengikuti setan dalam kesesatannya, dan orang yang mengikuti setan pastilah akan binasa”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Furqan ayat 9: Yaitu perkataan mereka, “Mengapa rasul itu tidak malaikat, raja yang mempunyai kekayaan, tetapi malah manusia?” Demikian pula perkataan mereka, bahwa Beliau terkena sihir.

Ucapan mereka penuh pertentangan, semuanya merupakan kebodohan, kedunguan dan kesesatan, tidak ada satu pun yang ada petunjuknya. Bahkan dengan memperhatikan sebentar saja sudah dapat diketahui kebatilannya dan yang demikian sudah cukup untuk membantahnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Furqan Ayat 9

Setelah memaparkan kesesatan dan kebodohan kaum kafir, Allah berfirman kepada nabi Muhammad, 'perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau; mereka menyebutmu penyair, pria yang terkena sihir, pesihir, dan lain-lain, maka se-satlah mereka dari jalan yang benar sehingga mereka tidak mendapatkan satu jalan pun yang masuk akal untuk menentang kerasulanmu. 10. Mahasuci Allah yang jika dia menghendaki, niscaya dia jadikan atau anugerahkan secara khusus bagimu sesuatu yang lebih baik daripada apa yang mereka usulkan itu, yaitu kebun-kebun atau surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sehingga kebun itu tidak akan mengalami kekeringan, dan dia jadikan pula istana-istana yang besar dan megah untukmu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penafsiran dari para mufassir mengenai isi dan arti surat Al-Furqan ayat 9 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi kita bersama. Dukunglah kemajuan kami dengan mencantumkan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Sering Dibaca

Nikmati berbagai konten yang paling sering dibaca, seperti surat/ayat: Al-Waqi’ah 35-38, Ar-Ra’d 28, Al-Baqarah 275, Al-Hujurat, An-Nahl 125, At-Tahrim 6. Termasuk As-Sajdah, Al-Baqarah 1-5, Al-Furqan 63, Al-Baqarah 155, At-Taubah 128-129, Ath-Thariq.

  1. Al-Waqi’ah 35-38
  2. Ar-Ra’d 28
  3. Al-Baqarah 275
  4. Al-Hujurat
  5. An-Nahl 125
  6. At-Tahrim 6
  7. As-Sajdah
  8. Al-Baqarah 1-5
  9. Al-Furqan 63
  10. Al-Baqarah 155
  11. At-Taubah 128-129
  12. Ath-Thariq

Pencarian: qs annur ayat 2, ayat 255, surat al kahfi ayat 30, arti surah yunus ayat 40, surah yasin ayat 76

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.