Surat Al-Mu’minun Ayat 87

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Arab-Latin: Sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tattaqụn

Artinya: Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"

« Al-Mu'minun 86Al-Mu'minun 88 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Penting Berkaitan Dengan Surat Al-Mu’minun Ayat 87

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Mu’minun Ayat 87 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan tafsir penting dari ayat ini. Ada kumpulan penafsiran dari para mufassir terhadap makna surat Al-Mu’minun ayat 87, di antaranya seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Mereka pasti akan mengatakan,”milik Allah”, maka katakanlah kepada mereka “Apakah kalian tidak khawatir terhadap siksaanNya bila kalian justru menyembah selain Allah?”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

87. Mereka akan menjawab, "Langit yang tujuh dan Arasy yang agung milik Allah." Maka katakanlah kepada mereka, "Tidakkah kalian bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya agar kalian selamat dari azab-Nya?"


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

87. سَيَقُولُونَ لِلّٰهِ ۚ (Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”)
Yakni langit adalah kepunyaan Allah semua.

قُلْ (Katakanlah)
Katakanlah hai Muhammad.

أَفَلَا تَتَّقُونَ(“Maka apakah kamu tidak bertakwa?”)
Yakni setelah kalian mengetahui tuhan-tuhan kalian tidak memiliki sesuatu apapun di langit, mengapa kalian menyembahnya padahal penyembahan adalah hak Allah semata.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

87. Mereka pasti akan menjawab: "Itu semua milik Allah". Lalu katakanlah: "Lalu apakah kalian tidak takut akan hukuman Allah atas kesyirikan kalian?"


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka akan menjawab,“Milik Allah” Katakanlah,“Apakah kalian tidak bertakwa”


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

86-87 berikutnya, beralihlah pada perkara yang lebih besar darinya. Allah berfirman, ”katakanlah, ’siapakah pemilik langit yang tujuh,’” dan benda-benda yang berada di dalamya, seperti benda yang bercahaya, bintang-bintang yang bergerak-gerak dan yang statis di tempatnya saja. “dan pemilik ‘ Arasy yang besar,” yang merupakan makhluk yang tertinggi dan paling luas serta terbesar. Siapakah yang menciptakan dan mengatur serta menanganinya dengan berbagai macam aturan? “mereka akan menjawab,’ kepunyaan Allah’.” Maksudnya, mereka kana mengakui bahwa Allah adalah Rabb (pemilik) itu semua. Bila mereka mengakuinya, katakanlah, ”maka apakah kamu tidak bertakwa,” dari beribadah kepada makhluk-makhluk yang lemah dan (hanya) bertakwa kepada Rabb yang Mahaagung, sempurna kekuasaanNYa dana gung kerajaanNya?! Ungkapan ini mengandung dengan jelas nada pembicaraan yang lembut (persuasive) dari Firman Allah, ”maka apakah kamu tidak ingat?” dan “maka apakah kamu tidak bertakwa?” menasihati melalui metode pemaparan yang memikat hati manfaatnya tidak perlu diragukan lagi.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 84-90
Allah SWT menetapkan keesaanNya, bahwa Dialah Dzat yang menciptakan, mengatur, dan memiliki semua makhluk untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman kepada RasulNya SAW agar mengatakan kepada orang-orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain bersama Dia, bahwa tidak ada sekutu bagi Allah, Meskupun dengan semua ini tetap menyekutukan Allah dengan yang selain Dia, mereka menyembah tuhan-tuhan selain Dia bersamaNya, padahal mereka mengakui bahwa apa yang mereka sembah itu tidak dapat menciptakan apa pun, tidak memiliki sesuatu apapun, dan tidak dapat menekan sesuatu apapun. Bahkan mereka yakin bahwa itu dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. ("Kami tidak menyembah mereka (berhala-berhala) melainkan . supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”) (Surah Az-Zumar: 3) dan Allah berfirman: (Katakanlah, "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya?")
yaitu, siapakah pemiliknya yang telah menciptakannya dan semua makhluk yang ada di dalamnya, berupa hewan, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan makhluk-makhluk lainnya (Jika kalian mengetahui?” (84) Mereka akan menjawab, "Ke­punyaan Allah") yaitu mereka mengaku kepadamu bahwa semuanya adalah milik Allah, tidak ada sekutu bagiNya. Apabila kenyataannya demikian (Katakanlah, "Maka apakah kalian tidak ingat?") bahwa yang berhak disembah itu hanyalah Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki, bukan selain Dia (Katakanlah, "Siapakah Tuhan langit yang tujuh dan Tuhan'Arasy yang besar?" (86)) yaitu siapakah yang menciptakan langit dan semua yang ada padanya berupa bintang yang bersinar, semua malaikat yang tunduk kepadaNya di semua penjuru langit? Dan siapakah Tuhan 'Arsy yang besar itu? yang atap semua makhluk,
Disebutkan dalam hadits lain,”Tidaklah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi beserta segala sesuatu yang ada pada keduanya jika dibandingkan dengan kursiNya, melainkan seperti sebuah gelang yang dilemparkan di sebuah padang pasir yang luas. Dan sesungguhnya kursiNya dan segala sesuatu yang ada padanya jika dibandingkan dengan 'Arsy sama dengan sebuah gelang yang berada di padang pasir itu”
Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (dan Yang Empunya 'Arsy yang agung) yaitu sangat besar.
Allah berfirman di akhir surah (Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia) yaitu yang megah dan indah. Dengan demikian, pengertian 'Arsy tergabung antara luas, tinggi, indah, dan megah
Firman Allah: (Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah.” Katakanlah, "Maka apakah kalian tidak bertakwa?" (87)) yaitu apabila kalian mengakui bahwa Dia adalah Tuhan langit dan Tuhan 'Arsy yang agung, maka bagaimana bisa kalian tidak takut kepada siksaNya dan tidak menghindari azabNya karena penyembahan kalian kepada tuhan selain Dia bersamaNya dan kalian menyekutukanNya dengan yang lain?
(Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu”) yaitu, siapakah yang memiliki semua kerajaan ini (Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya) (Surah Hud: 56) yaitu yang mengaturnya. Rasulullah SAW bersabda,”Tidak, demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggamanNya” Dan apabila Nabi SAW bersungguh-sungguh dalam sumpahnya, beliau bersabda: “Tidak, demi Dzat Yang membolak-balikkan hati”
Dialah Dzat Yang Maha Pencipta, Yang Maha Memiliki dan Yang Maha Mengatur (sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)Nya, jika kalian mengetahui) orang-orang Arab apabila seseorang dari pemimpin mereka memberikan tempat kepada seseorang, maka orang itu berada dalam lindungannya, tidak boleh ada seseorangpun yang melanggar perlin­dungannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)Nya) yaitu Dia adalah Tuhan Yang Maha Besar, tidak ada yang lebih besar dariNya. MilikNyalah semua makhluk dan perkara, tidak ada yang menghalangi keputusanNya yang tidak dapat dicegah dan tidak dapat ditentang. Apa yang Dia kehendaki, pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki, pasti tidak terjadi. Allah SWT berfirman: (Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya, dan merekalah yang akan ditanyai (23)) (Surah Al-Anbiya’) yaitu, tidak ada yang mempertanyakan apa yang Dia perbuat karena Keagungan, Kebesaran, Keperkasaan, Kemuliaan, Hikmah, dan KeadilanNya, sedangkan semua makhluk akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) (Surah Al-Hijr)
Firman Allah: (Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah”) yaitu mereka mengakui bahwa Tuhan Yang Maha Besar yang mem­berikan perlindungan dan tidak ada yang dapat dilindungi dariNya adalah Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagiNya (Katakanlah, "(Kalau demikian) maka dari jalan manakah kalian ditipu?”) yaitu bagaimana bisa akal kalian bisa hilang sehingga kalian menyembah tuhan-tuhan selain Dia bersamaNya, padahal kalian mengakui dan mengetahui hal itu. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka) yaitu mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan Kami telah menegakkan dalil-dalil yang shahih, jelas dan pasti yang menunjukkan atas hal itu (dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta) yaitu dalam penyembahan mereka yang menyekutukan Allah dengan lainnya, tidak ada dalil bagi mereka yang memperkuat perbuatan itu. Sebagaimana yang disebutkan di akhir surah: (Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung (117)) Orang-orang musyrik tidak melakukan hal itu melainkan tanpa suatu dalil apapun yang mendorong mereka melakukan kebohongan dan kesesatannya. Sesungguhnya mereka melakukan hal tersebut hanyalah semata-mata mengikuti nenek moyang dan para pendahulu mereka yang tidak mempunyai pegangan dan bodoh, sebagaimana Allah berfirman tentang mereka: (Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka) (Surah Az-Zukhruf: 23)


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Mu’minun ayat 87: Ketika mereka mengakui hal tersebut.

Dengan menyembah Tuhan Yang Maha Agung, yang sempurna kekuasaan-Nya dan yang besar kerajaan-Nya, dan tidak menyembah selain-Nya. Dalam ayat-ayat di atas terdapat kelembutan firman-Nya, yaitu dari kata-kata, “"Maka apakah kamu tidak ingat?” dan “Maka mengapa kamu tidak bertakwa?” Demikian pula nasehatnya yang menggunakan pertanyaan yang menggugah hati. Selanjutnya, Allah mengalihkan kepada sesuatu yang lebih luas dari itu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Mu’minun Ayat 87

-88-89. Wahai nabi Muhammad! pengingkaran orang-orang kafir itu sama sekali tidak berdasar, maka katakanlah kepada mereka, 'siapa-kah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, memelihara, dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya apabila Allah sudah menetapkan siksa baginya' jawablah pertanyaan itu jika kamu mengetahui'' mereka pasti akan menjawab, 'milik Allah. ' maka, jelas sudah apa yang sebenarnya ada di benak mereka. Katakanlah lagi, 'bila demikian maka bagaimana kamu sampai tertipu oleh hawa nafsu dan bujukan setan untuk mendurhakai-Nya dan meyakini hari kebangkitan tidak akan terjadi''.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah variasi penjabaran dari banyak pakar tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Al-Mu’minun ayat 87 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi kita. Dukunglah syi'ar kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Paling Banyak Dikunjungi

Baca berbagai topik yang paling banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 1-5, At-Tahrim 6, An-Nahl 125, Al-Waqi’ah 35-38, Al-Furqan 63, At-Taubah 128-129. Serta Al-Baqarah 155, Al-Baqarah 275, Ath-Thariq, Ar-Ra’d 28, As-Sajdah, Al-Hujurat.

  1. Al-Baqarah 1-5
  2. At-Tahrim 6
  3. An-Nahl 125
  4. Al-Waqi’ah 35-38
  5. Al-Furqan 63
  6. At-Taubah 128-129
  7. Al-Baqarah 155
  8. Al-Baqarah 275
  9. Ath-Thariq
  10. Ar-Ra’d 28
  11. As-Sajdah
  12. Al-Hujurat

Pencarian: makna fastabiqul khairat dalam al baqarah ayat 148, al ikhlas ayat 2 artinya, la taqnatu artinya, wastaghfir artinya, al imran 172

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: