Surat An-Nasr Ayat 3

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Arab Latin: Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā

Terjemahan Arti: Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

TERJEMAH TAFSIR

Bila semua itu terjadi, maka bersiaplah untuk bertemu dengan tuhanmu dengan meperbanyak bertasbih dengan memujinya, dan memperbanyak isthigfar kepada NYA, sesungguhnya Dia melimpahkan ampunan NYA kepada orang orang yang bertasbih dan berisighfar, Dia mengampuni mereka,menyayangi mereka dan menerima taubatan mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Maka sucikanlah Allah dan shalatlah kepadaNya sebagai wujud syukur atas nikmatNya dan mintalah ampunan kepadaNya dengan merendahkan diri kepadaNya untuk dirimu dan orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang mukmin. Sesungguhnya Maha Suci Allah yaitu Dzat yang Maha menerima taubat hamba-hambaNya

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Jika engkau melihat hal itu maka bertasbihlah dengan pujian kepada Rabbmu Yang Maha Agung atas nikmat yang diberikan ini. Dan mintalah kepada Allah ampunan bagi dirimu dan bagi umatmu, karena sesungguhnya Allah banyak menerima taubat dan rahmatnya agung bagi hamba-hamba yang beriman. Ketika Allah taklukkan Mekkah, maka terbukalah tali kekang dimana kabilah-kabilah (sebelumnya) melarang (manusia) masuk islam; Karena kabilah-kabilah arab mengetahui, barangsiapa yang masuk islam akan menjadi musuh penduduk Mekkah. Maka ketika Allah taklukkan Mekkah, tidak ada perasaan takut seorangpun dari kabilah-kabilah yang menentang quraisy. Oleh karenanya banyak dari kabilah arab yang mengikuti dan mengikrarkan islam, dengan ini dinamakan tahun jama’ah.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

3. Maka ketahuilah bahwa hal itu sebagai pertanda telah dekatnya masa diutusmu, maka bertasbihlah dengan mumuji Rabbmu, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemenangan, lalu mintalah ampunan, karena sesungguhnya Dia-lah yang menerima taubat hamba-Nya dan DIa mengampuni dosa mereka.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Begitulah seharusnya yang dilakukan setiap muslim bila mendapatkan pertolongand dari Allah, menyambut pertolongan itu dengan penuh ketenangan, memperbanyak tasbih dan istighfar, dan menjauhkan dari dirinya sifat berbangga-bangga dan sombong, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kafir.

{ فَسَبِّحْ } Sucikannlah nama tuhanmu dari segala bentuk kesyirikan, { بِحَمْدِ رَبِّكَ } sucikanlah dengan memujinya : سبحان الله , والحمد لله , ولااله الا الله , والله اكبر , bertasbihlah dan pujilah tuhanmu dengan bacaan tersebut,.

{ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ} Dan memohonlah kepada tuhanmu ampunan dari dosa, ampunan dari kecerobohan, ampunan dari kesalahan keci dan besar, jika Rasulullah diperintahkan untuk beristighfar kepada tuhannya, maka perintah itu lebih diwajibkan bagi kita sebagai ummatnya, rasulullah diperintahkan oleh tuhannya untuk memohon ampun, padaha Rasulullah ﷺ telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah berlalu maupun yang akan datang,

Rasulullah ﷺ adalah hamba Allah yang paling sempurna ibadahnya, dosa-dosanya telah diampuni, hamba Allah yang paling banyak dzikirnya, dengan segala keutamaan dan kemualiaan beliau masih butuh dengan dzikir dan istighfar kepada Allah, maka terlebih lagi kita sebagai umatnya yang tidak mendapatkan jaminan surga dari Allah - عز وجل - .

Dirawatkan bahwasanya surah ini merupakan isyarat akan dekatnya ajal Rasulullah ﷺ , karena surah ini turun pada hari kedua tasyriq pada haji wada', yaitu haji terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ , pada saat itu beliau mengetahui dekatnya ajal.

Suatu ketika Umar bin khattab - رضي الله عنه - bermaksud untuk menguji sahabat-sahat Nabi tentang surah ini, diapun mengumpulkan orang penghuni badr, juga para tetua sahabat, Umar mengumpulkan beliau disuatu majlis, dan bersama beliau sahabat Ibnu Abbas yang masih berumur muda, maka diantara sahabat lainnya takjub dengan Ibnu abbas, bagaimana mungkin anak kecil ini ikut bergabung dalam majlis yang semua adalah orang dewasa, kenapa Umar tidak mengikutkan anak-anak kami.. tapi mengikutkan ibnu abbas dalam majlsi ini ?!

Umar - رضي الله عنه - bermaksud mengabarkan kepada mereka tentang saabat kecil ini, beliau ingin menyampaikan keutamaan yang ada pada diri ibnu abbas yang Allah anugerahkan kepada beliau, Umar pun berkata kepada sahabat : "apa yang kalian ketahui tentag surah ini ? yakni surah An-Nasr ,

Sebagian dari mereka berkata : Allah memerintahkan kita apabila pertolongan-Nya datang agar kami bertasbih dan bersitghfar dan bertahmid memuji-Nya, dan sebagian lainnya diam tidak berkata apa-apa, kemudian Umar bertanya kepada Ibnu Abbas : Bagaimana menurutmu wahai Ibnu Abbas ? , Ibnu Abbas berkata : Surah ini adalah isyarat dekatnya ajal Rasulullah ﷺ , yakni Allah telah menyempurnakan pertolongannya kepada Muhammad ﷺ , maka setelah itu akan datang ajal menjemput, maka dari itu sahabat pun mengetahui keutamaan dan keistimewaan Ibnu Abbas yang merupakan orang yang paling cerdas diantara sahabat.

{ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا } Beristghfarlah kepada tuhanmu sesungguhnya dia maha pengampun segala dosa dan kesalahan.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dengan turunnya surah ini diketahui, bahwa ajal Beliau telah semakin dekat; penaklukkan Mekkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, sedangkan wafatnya Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan Rabi’ul Awwal pada tahun ke-11 Hijriah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Maka sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang agung itu, bertasbihlah dan sucikanlah tuhanmu dari sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya, dan sertailah tasbihmu itu dengan memuji tuhan-Mu yang telah menyokongmu dalam menaklukkan mekah, dan mohonlah ampunan kepada-Nya untukmu dan umatmu. Sungguh, dia maha penerima tobat hamba-hamba-Nya yang bertasbih dan beristigfar. Membaca tasbih, tahmid, dan istighfar adalah cara yang mulia ketika seseorang meraih kesuksesan karena pada hakikatnya Allah-lah yang memberi kesuksesan itu kepadanya, bukan dengan berpesta dan berfoya-foya. 1. Karena kebenciannya kepada nabi dan penentangannya terhadap dakwah beliau dengan cara yang menyakitkan, maka celaka dan binasalah kedua tangan abu lahab yakni diri ab' lahab, yang bernama 'abdul 'uzz' bin 'abdul muttalib; dan benar-benar binasa dia!.

Tafsir Ringkas Kemenag