Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Ikhlas Ayat 2

اللَّهُ الصَّمَدُ

Arab-Latin: Allāhuṣ-ṣamad

Terjemah Arti: Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Allah yang sempurna dalam sifat-sifat kemuliaan dan keutamaan serta keagungan, yang dituju oleh makhluk-makhluk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2. Dia lah Tuhan yang berada di puncak dalam hal kesempurnaan dan keindahan, Żat Yang menjadi tumpuan semua makhluk.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

2. Allah adalah Dzat yang menguasai tujuan dari semua kebutuhan selama-lamanya.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah memerintahkan agara Nabi ﷺ berkata kepada manusia : Sesungguhnya Allah Maha Esa, yang wajib bagi diri-Nya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan makluknya karena Ia Al Qadir (Yang Maha Mampu) atas segala kondisi manusia.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-2
1 ). Mungkin sebagian dari mereka ada yang menyangka bahwa dua ayat ini pada hakikatnya bersambung : قُلْ هُوَ اللَّهُ الأَحَدٌ الصَّمَدُ , tetapi nyatanya kedua ayat ini saling terpisah, karena kalimat dari ayat ini disesuaikan agar menjadi tetap dalam diri-diri siapa yang yang membacanya dan untuk pengagungan untuknya, maka lebih sesuai jika setiap kalimat tidak terikat dengan yang lainnya.

2 ). { اللَّهُ الصَّمَدُ } Dzat yang digantungkan kepada-Nya segala urusan, dan tidak kepada selain-Nya perkara dan urusan itu digantungkan : { وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ }.

Maka apakah Allah yang menjadi tempat pertama kita melaporkan segala sesuatu yang kita butuhkan, dalam susah ataupun senang, dalam keadaan sempit ataupun lapang ?

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

2. “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu,” yakni yang dituju dalam seluruh kebutuhan. kepadaNya mereka meminta apa yang mereka perlukan dan keadaNya mereka bergantung pada apa yang mereka inginkan, karena Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifatNya, Maha Mengetahui Yang sempurna ilmuNya, Maha Penyantun yang sempurna SantunNya, Maha Penyayang yang sempurna rahmatNya, yang meliputi segala sesuatu dan seperti itulah seluruh sifat-sifatNya.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ اللَّهُ الصَّمَدُ } "Allah" adalah nama Allah yang paling tinggi dan paling agung ﷻ , berarti : yang hanya kepada-Nya segala sembahan dan peribadatan oleh makhluk-Nya. Dialah ﷻ yang berhak disembah, dan barangsiapa yang menyembah dan beribadah kepada selain-Nya adalah suatu kebathilan yang besar, { الصَّمَدُ } Dialah penguasa tunggal tempat menyandarkan segala kesulitan dan kebutuhan.

{ الصَّمَدُ } Imam Ibnu Jarir ath-Thabari dalam tafsir beliau meriwayatkan ucapan shahabat yang mulia Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang berkata: “Ash-Shamad adalah penguasa yang maha sempurna kekuasaan-Nya, maha mulia yang sempurna kemuliaan-Nya, maha agung yang sempurna keagungan-Nya, maha penyantun yang sempurna sifat penyantun-Nya, maha kaya yang sempurna kekayaan-Nya, maha perkasa yang sempurna keperkasaan-Nya, maha mengetahui yang sempurna pengetahuan-Nya, dan maha bijaksana yang sempurna hikmah/kebijaksanaan-Nya, Dialah yang maha sempurna dalam semua bentuk kemuliaan dan kekuasaan, Dialah Allah yang maha suci dan sifat-sifat ini hanyalah pantas (diperuntukkan) bagi-Nya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Yakni yang dituju dalam semua kebutuhan. Oleh karena itu, makhluk yang berada di bawah maupun di atas semuanya membutuhkan-Nya, meminta dan berharap kepada-Nya untuk dipenuhi kebutuhan mereka, karena Dia sempurna dalam sifat-sifat-Nya; Dia Maha Mengetahui yang sempurna ilmunya, Dia Mahasantun yang sempurna santunnya, Dia Maha Penyayang yang sempurna sayangnya dimana rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, demikian pula sifat-sifat-Nya yang lain.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia maha pencipta, mahakaya, dan mahakuasa. Dia tidak memerlukan yang lain, sedangkan semua makhluk bergantung kepada-Nya. 3. Dia tidak beranak; tidak ada yang sejenis dengan Allah sehingga bisa menikah dengan-Nya dan melahirkan anak; dan dia tidak pula diperanakkan karena dia kekal dan tidak bermula. Sesatlah orang yahudi yang meyakini 'uzair sebagai putra Allah, orang nasrani yang meyakini nabi isa sebagai putra Allah, dan orang musyrik arab yang meyakini malaikat sebagai putri Allah.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Ikhlas Ayat 3 Arab-Latin, Surat Al-Ikhlas Ayat 4 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Falaq Ayat 1, Terjemahan Tafsir Surat Al-Falaq Ayat 2, Isi Kandungan Surat Al-Falaq Ayat 3, Makna Surat Al-Falaq Ayat 4

Category: Surat Al-Ikhlas

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Al Ikhlas Ayat 2 Surat Al Ikhlas Ayat Ke Dua Amin Ikhlas 2 Surat Al Iklas Ayat 2