Surat Al-Anbiya Ayat 66

قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَلَا يَضُرُّكُمْ

Arab-Latin: Qāla a fa ta'budụna min dụnillāhi mā lā yanfa'ukum syai`aw wa lā yaḍurrukum

Artinya: Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?"

« Al-Anbiya 65Al-Anbiya 67 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Penting Terkait Surat Al-Anbiya Ayat 66

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Anbiya Ayat 66 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir penting dari ayat ini. Didapati variasi penafsiran dari banyak ahli tafsir mengenai isi surat Al-Anbiya ayat 66, antara lain sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

66-67. Ibrahim berkata kepada mereka seraya merendahkan patung-patung tersebut, “Bagaimana kalian mau menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendatangkan manfaat bila disembah, dan tidak bisa mendatangkan madorot jika ditinggalkan? Amat buruk kalian dan tuhan-tuhan kalian itu yang kalian sembah selain Allah. Apakah kalian tidak berpikir, lalu memahami buruknya keadaan kalian itu?”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

66-67. Maka Ibrahim membantah mereka: “Apakah kalian menyembah selain Allah yang tidak dapat memberi kalian manfaat sedikitpun, dan tidak dapat mendatangkan mudharat bagi kalian jika kalian tidak menyembahnya? Keburukan bagi kalian dan bagi berhala-berhala kalian, tidakkah kalian mengikuti kebenaran?

Kata (أُفٍّ) merupakan ismu fi’lin yang mengandung makna kekesalan, kata ini diambil dari suara nafas orang yang kesal yang sesak karena kekesalannya. Sedangkan harakat tanwin pada huruf Fa’ (أُفٍّ) disebut dengan tanwin tankir yang mengandung makna pengagungan; jadi makna (أف لكم) yakni kekesalan yang besar karena kalian. Dan huruf Lam dari kata (لكم) untuk menjelaskan sebabnya; yakni sungguh sangat kesal akibat kalian dan berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

66. Ibrahim berkata untuk mengingkari perbuatan syirik mereka, "Mengapa kalian menyembah patung-patung sebagai tuhan-tuhan selain Allah, yang tidak mendatangkan suatu manfaat dan menolak suatu mudarat apapun bagi kalian, sebab mereka sendiri tidak kuasa menolak mudarat dan mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri?!"


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

66. Ibrahim berkata kepada mereka: “Apakah kalian akan tetap menyembah sesuatu selain Allah yang tidak memberi kalian manfaat dan kemahdharatan sedikitpun jika kalian menyembahnya?!”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dia berkata,“Mengapa kalian menyembah sesuatu selain Allah yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak pula memberi mudarat kepada kalian


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

66. Maka Ibrahim berkata untuk menjelek-jelekkan mereka dan menegaskan kesyirikan mereka di hadapan khalayak sambil memaparkan perihal tidak pantasnya sesembahan-sesembahan mereka itu untuk diibadahi, “maka mengapakah kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu,” tidak dapat menyuguhkan kebaikan ataupun menolak mara bahaya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 64-67
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kaum nabi Ibrahim saat nabi Ibrahim berkata kepada mereka apa yang telah dia katakan. (Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka) yaitu mencela diri mereka sendiri karena tidak hati-hati dan menjaga berhala-berhala mereka, lalu mereka berkata: (Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)) Karena kalian meninggalkan berhala-berhala kalian tanpa ada seorang pun yang menjaganya (kemudian kepala mereka menjadi tertunduk) yaitu mereka menundukkan kepalanya, memandang ke tanah, lalu berkata: (Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara)
Qatadah berkata kaum nabi Ibrahim kebingungan, lalu mereka berkata: (Sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa mereka (berhala-berhala ini) tidak dapat berbicara)
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (kemudian kepala mereka jadi tertunduk) yaitu dalam menghadapi ujian itu.
Ibnu Zaid berkata bahwa mereka melakukan demikian karena memikirkan pendapat mereka. Tetapi pendapat Qatadah lebih jelas maknannya, karena sesungguhnya mereka melakukan hal itu karena kebingungan dan kelemahan. Oleh karena itu mereka berkata: (Sesungguhnya kamu mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara) maka bagaimana bisa kamu berkata kepada kami agar kami bertanya kepada berhala-berhala itu jika mereka berbicara, sedangkan kamu mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara. Maka pada saat itu juga Ibrahim berkata kepada mereka setelah mereka mengakui hal itu: (Maka mengapakah kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kalian?) yaitu, jika berhala-berhala itu tidak bisa berbicara yaitu tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat, maka mengapa kalian menyembah mereka selain Allah? (Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian tidak memahami? (67)) yaitu Apakah kalian tidak merenungkan kesesatan dan kekafiran kalian yang berat ini yang tidak laku kecuali hanya di kalangan orang-orang yang bodoh, aniaya, durhaka. Nabi Ibrahim menegakkan hujjah terhadap mereka dan membungkam mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan itulah hujah Kami yang Kami .berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya…..) (Surah Al-An'am: 83).


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Anbiya ayat 66: Seperti rezeki dan lainnya.

Jika kamu tidak menyembahnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anbiya Ayat 66

66-67. Menanggapi pernyataan tersebut, dia, ibrahim, berkata di depan para pembesar kota ur, kaldea, babilonia, mesopotamia selatan, 'mengapa kamu sekalian menyembah tuhan selain Allah, menyembah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dengan menyembahnya, dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada kamu dengan tidak menyembahnya'" ibrahim kemudian menegaskan tanggapannya, "celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah di dunia dan di akhirat! apakah kamu tidak memikirkan, apakah kamu akan terus menyembah patung-patung itu atau berhenti''66-67


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian kumpulan penafsiran dari banyak ahli ilmu mengenai makna dan arti surat Al-Anbiya ayat 66 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah untuk kita bersama. Dukunglah syi'ar kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Cukup Sering Dikunjungi

Tersedia ratusan konten yang cukup sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Innallaha Ma’ash Shabiriin, Ar-Rum 21, Ibrahim 7, An-Nisa 36, Fatir 37, Ayat 15 (Lima Belas). Ada juga Al-Qashash 77, Al-Baqarah 177, Ar-Rahman 13, Al-Buruj, Yasin 82, Al-Isra.

  1. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  2. Ar-Rum 21
  3. Ibrahim 7
  4. An-Nisa 36
  5. Fatir 37
  6. Ayat 15 (Lima Belas)
  7. Al-Qashash 77
  8. Al-Baqarah 177
  9. Ar-Rahman 13
  10. Al-Buruj
  11. Yasin 82
  12. Al-Isra

Pencarian: qs al qamar, al-fath artinya, surah alfalaq dan artinya, terjemahan surat maryam, surat 1000 dinar latin

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.