Quran Surat Al-Anbiya Ayat 14

قَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ

Arab-Latin: Qālụ yā wailanā innā kunnā ẓālimīn

Terjemah Arti: Mereka berkata: "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim".

Tafsir Quran Surat Al-Anbiya Ayat 14

Maka tidak ada jawaban dari mereka selain pengakuan mereka atas kejahatan sembari berkata, “Binasalah kami, sesungguhnya kami telah menzhalimi diri kami dengan berbuat kekafiran.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

14. Orang-orang zalim itu lalu berkata dalam keadaan mengakui dosa-dosa mereka, "Sungguh betapa celaka dan meruginya kami. Sesungguhnya kami dahulu adalah orang-orang zalim yang kafir kepada Allah."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

14-15. Kemudian mereka berteriak penuh penyesalan: “Aduhai inilah kebinasaan kami, dahulu kami telah menzalimi diri kami sendiri.” Mereka terus mengulang penyesalan ini hingga azab membinasakan mereka. Kami menjadikan mereka tercerai berai seperti kebun yang telah dipanen, mereka tidak dapat bergerak dan tidak memiliki kehidupan.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

14. قَالُوا۟ يٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظٰلِمِينَ (Mereka berkata: “Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim”)
Mereka mengakui bahwa mereka telah melakukan kezaliman yang layak mendapatkan azab pada saat yang mengerikan tersebut; namun apalah manfaat yang mereka dapatkan dari pengakuan mereka dalam keadaan seperti itu?

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

14. Mereka berkata: “Celakalah kami, Sesungguhnya kami telah menzalimi diri sendiri dengan berbuat kekufuran” Ini adalah pengakuan tentang kezaliman mereka yang diumumkan pada hari kiamat.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

14. Bagaimana cara agar bisa mencapainya, sedangkan kesempatan sudah terlewatkan, hukuman dan kemarahan (Allah) telah melanda mereka. Kehormatan, kemuliaan, dan kekayaan dunia sudah lenyap, sementara rasa sesal dan kesedihanlah yang meliputi mereka? Oleh karenanya, Allah berfirman, “Mereka berkata, ‘Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim’.”

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Dengan melakukan kekafiran. Allah Maha Adil, di mana Dia tidaklah membinasakan suatu negeri kecuali karena penduduknya berlaku zalim.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Tidak ada jawaban mereka selain pengakuan dengan penuh kesa-daran bahwa mereka telah ingkar kepada Allah. Mereka berkata, 'betapa celaka kami, sungguh, kami selama hidup di dunia termasuk orang-orang yang zalim dengan menolak ajaran para rasul. '15. Maka demikianlah keluhan mereka. Orang-orang kafir, di akhirat, menyatakan bahwa dirinya celaka dan mengaku dirinya telah berbuat zalim selama hidup di dunia. Pengakuan mereka terus berkepanjangan sehingga mereka, orang-orang yang zalim itu, kami jadikan hancur lebur seperti tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi seperti kehidupan di dunia.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Lainnya: Al-Anbiya Ayat 15 Arab-Latin, Al-Anbiya Ayat 16 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Al-Anbiya Ayat 17, Terjemahan Tafsir Al-Anbiya Ayat 18, Isi Kandungan Al-Anbiya Ayat 19, Makna Al-Anbiya Ayat 20

Terkait: « | »

Kategori: 021. Al-Anbiya

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi