Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Thaha Ayat 109

يَوْمَئِذٍ لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلًا

Arab-Latin: Yauma`iżil lā tanfa'usy-syafā'atu illā man ażina lahur-raḥmānu wa raḍiya lahụ qaulā

Terjemah Arti: Pada hari itu tidak berguna syafa'at, kecuali (syafa'at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Pada hari itu, syafa’at tidak bermanfaat bagi siapa pun dari semua makhluk, kecuali jika Tuhan Yang Maha Pengasih telah mengizinkan sang pemberi syafa’at dan meridhai orang yang menerima syafa’at. Dan tidaklah itu berlaku, kecuali bagi orang Mukmin yang ikhlas.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

109. Pada hari yang agung itu, pertolongan dari pemberi syafaat tidak lagi berguna kecuali dari pemberi syafaat yang diizinkan Allah untuk memberikan syafaat, dan Dia meridai perkataannya dalam syafaat itu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

109. يَوْمَئِذٍ لَّا تَنفَعُ الشَّفٰعَةُ (Pada hari itu tidak berguna syafa’at)
Dari siapapun itu.

إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ (kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya)
Kecuali orang yang diizinkan Allah untuk memberi syafaat.

وَرَضِىَ لَهُۥ قَوْلًا(dan Dia telah meridhai perkataannya)
Yakni meridhai perkataannya dalam memberi syafaat. Atau meridhai perkataannya demi dirinya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

109. Pada hari kiamat, tidak berguna pertolongan seseorang kepada orang lain kecuali orang yang diberi ijin dan diridhai Allah melalui firmanNya untuk memberi pertolongan

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Syafaat adalah usaha perantaraan dalam memberikan suatu manfaat bagi orang lain atau menghindarkan suatu mudharat bagi orang lain. syafaat yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.

Yakni diridhai syafaatnya, seperti para nabi dan rasul, hamba-hamba-Nya yang didekatkan yang perkataan dan amalnya diridhai Allah, yaitu orang mukmin yang ikhlas. Jika salah satu di antara perkara ini (yakni mendapat izin dan perkataannya diridhai) tidak ada, maka seseorang tidak bisa memberikan syafaat kepada yang lain. Ketika itu, manusia terbagi menjadi dua bagian: pertama, orang yang zalim karena perbuatan kufur dan maksiatnya, maka mereka hanya memperoleh kerugian dan kekecewaan, azab yang pedih di neraka Jahanam dan kemurkaan Allah. Kedua, orang yang mengimani apa saja yang diperintahkan untuk diimani serta mengerjakan amal saleh (yang wajib maupun yang sunat), maka ia tidak perlu khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula) khawatir akan pengurangan haknya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


109. Pada hari itu juga tidak berguna syafaat dan pertolongan orang tua, anak, atau kerabat, kecuali syafaat dari orang yang dicintai dan telah diberi izin oleh tuhan yang maha pengasih, dan orang itu juga telah dia ridai perkataannya. 110. Itulah tuhan yang maha pengasih. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka, yaitu kehidupan duniawi, dan apa yang ada di belakang mereka, yaitu kondisi mereka di akhirat. Dia juga mengetahui apa saja yang belum terjadi, sedang ilmu mereka sangat terbatas sehingga tidak dapat meliputi ilmu-Nya yang serba terinci.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Thaha Ayat 110 Arab-Latin, Surat Thaha Ayat 111 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Thaha Ayat 112, Terjemahan Tafsir Surat Thaha Ayat 113, Isi Kandungan Surat Thaha Ayat 114, Makna Surat Thaha Ayat 115

Category: Surat Thaha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!