Quran Surat Thaha Ayat 92

قَالَ يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوٓا۟

Arab-Latin: Qāla yā hārụnu mā mana'aka iż ra`aitahum ḍallū

Terjemah Arti: Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,

Tafsir Quran Surat Thaha Ayat 92

92-93. Musa berkata saudaranya, Harun, “Apa yang menahanmu untuk menjumpaiku ketika engkau melihat mereka telah tersesat dari agama mereka, kenapa kamu tidak mengikutiku dan kemudian kamu menyusulku dan meninggalkan mereka? Apakah kamu memang mau mendurhakai perintahku yang telah aku perintahkan kepadamu untuk menjadi penggantiku dan memperbaiki mereka sepeninggalku?”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

92. Musa berkata kepada saudaranya Harun, "Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka sesat dengan menyembah patung anak sapi itu sebagai tuhan selain Allah,

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

92-93. Ketika Musa kembali, dia dikagetkan dengan adanya para penyembah patung anak sapi, sehingga dia sangat marah dan menggenggam jenggot saudaranya, Harun untuk menegur dan mengingkarinya: “Hai Harun, apa yang menghalangimu untuk melarang mereka agar tidak meninggalkan agama mereka; tidakkah kamu melakukan apa yang aku perintahkan kepadamu, atau kamu hendak menyelisihi perintahku?”

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

92-93. Setelah kembali, Musa berkata: “Wahai Harun, apa yang menghalangimu saat terjadi kebathilan dan kekufuran terhadap Allah, bukankah kamu mengikutiku dalam berpegang teguh dalam membedakan kebenaran dan sesuatu yang dibenci oleh Allah. apakah kamu mengingkari perintah yang telah kuberikan kepadamu untuk menegakkan agama dan melindunginya, saat kamu melihat mereka tersesat menyembah berhala, lalu kamu bisa berdiri di antara kaum yang tidak menyembah Allah SWT?”

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

92-93. Musa mendatangi saudaranya, Harun dengan mencelanya. Beliau berkata, “Hai Harun, apa yang menghalangimu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku?” untuk memberitahuku hingga aku pun bersegera untuk kembali menemui mereka, “maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku,” yaitu mengenai ucapanku, ""Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan." (al-A’raf: 142).
Maka Musa memegang kepala dan janggut Harun, menariknya lantaran marah dan mencelanya.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Setelah kembali.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

92-93. Melihat kesesatan kaumnya, nabi musa marah dan menegur nabi harun karena dianggap tidak mampu memimpin bani israil dengan baik. Sambil memegang kepala dan janggut saudaranya itu, dia berkata, 'wahai harun! Allah mengutusmu untuk membantuku. Apa yang menghalangimu untuk menegur ketika engkau melihat mereka telah sesat dengan menyembah patung anak sapi' apa yang menyebabkan engkau tidak mengikuti aku dalam berdakwah dan mengajak mereka untuk mengesakan Allah' apakah engkau telah sengaja melanggar perintahku sehingga engkau membiarkan mereka sesat''92-93

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 020. Thaha