Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Thaha Ayat 74

إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

Arab-Latin: Innahụ may ya`ti rabbahụ mujriman fa inna lahụ jahannam, lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā

Terjemah Arti: Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sesungguhnya barangsiapa yang datang (menghadap) kepada Tuhannya dalam keadaan kafir kepadaNya, maka baginya Neraka Jahanam. Dia akan disiksa dengannya. Dia tidak akan mati didalamnya sehingga bisa bebas darinya dan tidak (pula) hidup dengan kehidupan yang dapat dinikmatinya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

74. Kesimpulannya adalah bahwa barangsiapa yang datang kepada Tuhannya hari Kiamat dalam keadaan kafir kepada-Nya, maka baginya adalah Neraka Jahanam, ia akan masuk tinggal di dalamnya kekal selama-lamanya, ia tidak akan mati agar berhenti merasakan azabnya, dan tidak pula merasakan hidup yang baik.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

74. لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ (Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup)
Yakni tidak mati dengan kematian yang tenang, tidak pula hidup dengan hidup yang nyaman, ia merasakan sakit seperti orang hidup yang merasakan kematian dengan kematian yang buruk, dan kepekaannya terhadap rasa sakit tidak dapat hilang.
Imam Ahmad dan Imam Muslim mengeluarkan hadits dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah suatu hari sedang berkhutbah dan sampai pada ayat ini, kemudian beliau bersabda: “Adapun penghuni neraka yang sesungguhnya maka mereka tidak dalam keadaan mati dan tidak pula hidup, sedangkan orang-orang yang masuk neraka namun bukan merupakan penghuni neraka yang sesungguhnya maka api neraka akan mematikan mereka, kemudian para pemberi syafaat akan memberinya syafaat, maka sekelompok mereka akan dibawa ke suatu sungai yang disebut dengan sungai kehidupan, sehingga mereka akan tumbuh seakan-akan buih yang tumbuh pada aliran air.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

74. Sesungguhnya orang yang menemui Tuhannya dengan mati dalam keadaan kafir dan bermaksiat, maka baginya itu neraka Jahanam. Dia tidak mati sehingga bisa beristirahat di dalamnya, dan tidak hidup bahagia sehingga bisa menikmatinya (neraka)

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Yakni dalam keadaan kafir dan tetap di atasnya sampai mati.

Yang keras siksanya, yang besar belenggunya, yang dalam dasarnya, dan yang panas apinya.

Sehingga dapat beristirahat, yakni dia selalu merasakan azab. Hidupnya dipenuhi azab, baik yang menimpa hati, ruh maupun badan. Saat ia meminta pertolongan, ia tidak diberi, dan saat berdoa, ia tidak dikabulkan, bahkan Allah akan berfirman kepadanya, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku.” Lebih dari itu, ketika mereka kehausan, maka mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah.

Yakni tidak bisa hidup untuk bersenang-senang.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Sesungguhnya barang siapa meninggal dunia dan datang kepada tuhannya dalam keadaan berdosa dan tidak bertobat, maka sungguh, baginya adalah neraka jahanam. Dia tidak mati di dalamnya sehingga akan terus merasakan azab, dan tidak pula hidup dengan nyaman. ' demikianlah kondisi orang yang durhaka dan kafir. 75-76. Tetapi, sebaliknya, barang siapa meninggal dunia dan datang kepada-Nya dalam keadaan beriman dan telah mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi dan mulia. Mereka akan mendapatkan surga-surga 'adn yang mengalir di bawahnya, yaitu di antara pepohonannya, sungai-sungai. Mereka kekal selama-lamanya di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan dan menjauhkan diri dari kekafiran dan kemungkaran.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Thaha Ayat 75 Arab-Latin, Surat Thaha Ayat 76 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Thaha Ayat 77, Terjemahan Tafsir Surat Thaha Ayat 78, Isi Kandungan Surat Thaha Ayat 79, Makna Surat Thaha Ayat 80

Category: Surat Thaha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!