Surat Thaha Ayat 17

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَٰمُوسَىٰ

Arab-Latin: Wa mā tilka biyamīnika yā mụsā

Artinya: Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?

« Thaha 16Thaha 18 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Dengan Surat Thaha Ayat 17

Paragraf di atas merupakan Surat Thaha Ayat 17 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam kandungan berharga dari ayat ini. Diketemukan aneka ragam penjelasan dari banyak ahli ilmu mengenai kandungan surat Thaha ayat 17, misalnya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

“Apakah yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

17-21. “Hai Musa, apa yang kamu bawa dengan tangan kananmu itu?”

Musa menjawab-Nya dengan panjang lebar agar dapat memperpanjang percakapannya dengan Tuhannya: “Ini adalah tongkat yang aku pakai untuk bertumpu ketika berjalan dan aku gunakan untuk merontokkan daun-daun pepohonan sebagai makanan kambingku, dan tongkat ini juga memiliki kegunanan-kegunaan lainnya.”

Kemudian Allah memerintahkannya untuk melempar tongkat itu. Maka Musa melemparnya, dan tiba-tiba tongkat itu menjadi ular hidup yang bergerak dengan cepat. Allah berfirman untuk menenangkannya: “Ambillah ular itu dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya menjadi tongkat seperti semula.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

17. Dan apakah yang ada di tangan kananmu itu wahai Musa?


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

17. وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يٰمُوسَىٰ (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?)
Pertanyaan tentang tongkat ini untuk menarik perhatian Musa kepada tongkat tersebut, agar mukjizat keluar dari tongkat tersebut setelah Musa memperhatikan dengan seksama bahwa itu memang benar-benar tongkat yang biasanya. Kalau bukan untuk tujuan ini masa sebenarnya Musa telah mengetahui apa yang ada di tangannya tersebut.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

17. Dan apakah yang kamu bawa di tangan kananmu itu, wahai Musa? Yaitu tongkat yang digunakan untuk memberi perhatian bahwa sesungguhnya mukjizatNya ada di dalamnya. Dan pengulangan {Ya Musa} adalah untuk menekankan suatu keakraban dan perhatian


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Apa yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

17. Usai menjelaskan prinsip keimanan kepada Musa, Allah ingin memaparkan dan memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaanNya yang akan menyebabkan hatinya tenang dan pandangannya sejuk dengannya, dan keimanan menjadi kokoh dengan dukungan dari Allah baginya di hadapan musuh. Lalu Allah berfirman, “Apakah itu yang ditangan kananmu hal Musa,” pertanyaan ini (disampaikan), kendatipun Allah sudah mengetahuinya. Namun, agar lebih menarik perhatian pada momentum ini, pembicaraan dimulai melalui cara pertanyaan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 17-21
Ini merupakan bukti dari Allah SWT kepada nabi Musa, mukjizat yang agung, dan peristiwa yang luar biasa yang menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melakukan hal sepert itu selain Allah SWT bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat men­datangkannya kecuali seorang nabi yang diutus. Firman Allah SWT: (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa (17)) Sebagian mufasir berkata,”Sesungguhnya Allah berfirman demikian kepadanya dengan maksud mengingatkan. DIkatakan juga bahwa se­sungguhnya Allah SWT mengatakan demikian kepadanya dengan maksud menetapkan. Yaitu sesuatu yang ada di tangan kananmu yang merupakan tongkat yang kamu kenali, kamu akan melihat apa yang akan Kami lakukan terhadapnya sekarang. (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa? (17)) istifham yang mengandung makna penetapan (Berkata Musa, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya”) yaitu aku menjadikannya sebagai pegangan dalam berjalan ("dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku”) yaitu aku menggoyangkan tangkai pohon agar daunannya rontok untuk menggembala kambingku.
Firman Allah: (dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya) yaitu untuk kebaikan, manfaat, dan kegunaan lainnya.
Firman Allah: (Allah berfirman, "Lemparkanlah itu, hai Musa!" (19)) yaitu lemparkanlah tongkat yang kamu pegang di tanganmu itu, waha Musa (Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat (20) yaitu menjadi ular yang sangat besar dan panjang serta bergerak sangat cepat. Tiba-tiba tongkat itu bergerak dan berubah menjadi ular yang sangat cepat gerakannya, dan itu merupakan ular yang paling cepat gerakannya, tetapi itu lebih kecil. Hal ini tetap menunjukkan makna yang besar dan sangat cepat gerakannya, (merayap dengan cepat) maknannya adalah merayap dan bergerak
Oleh karena itu Allah berfirman (Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula) yaitu kepada keadaan yang biasa kamu kenal sebelumnya


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Thaha ayat 17: Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan kepada Musa ashlul iman (dasar keimanan), Dia ingin memperlihatkan sebagian di antara ayat-ayat-Nya untuk menenangkan hatinya dan menyejukkan pandangannya serta menguatkan imannya dengan pengokohan Allah baginya ketika berhadapan dengan musuhnya.

Pertanyaan ini sesungguhnya sudah diketahui Allah, akan tetapi agar perhatian Musa semakin bertambah di saat itu, maka disampaikan dengan cara pertanyaan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Thaha Ayat 17

Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan memberi mukjizat kepada nabi musa. Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai musa'18. Dia berkata, 'ini adalah tongkatku. Aku bertumpu padanya saat letih atau ingin bersandar, dan aku merontokkan daun dari ranting-ranting pohon dengannya untuk pakan kambingku atau menghalaunya pergi dan pulang kandang. Dan selain itu, bagiku masih ada lagi manfaat yang lain dari tongkat ini. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah pelbagai penjelasan dari para ulama tafsir terhadap makna dan arti surat Thaha ayat 17 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi kita semua. Support usaha kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Sering Dibaca

Tersedia berbagai materi yang sering dibaca, seperti surat/ayat: Fatir 37, Al-Baqarah 177, Al-Isra, Al-Buruj, Al-Qashash 77, An-Nisa 36. Juga Ayat 15 (Lima Belas), Ibrahim 7, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Ar-Rum 21, Yasin 82, Ar-Rahman 13.

  1. Fatir 37
  2. Al-Baqarah 177
  3. Al-Isra
  4. Al-Buruj
  5. Al-Qashash 77
  6. An-Nisa 36
  7. Ayat 15 (Lima Belas)
  8. Ibrahim 7
  9. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  10. Ar-Rum 21
  11. Yasin 82
  12. Ar-Rahman 13

Pencarian: salamun qoulam mirrobbirrohim wamtazul yauma ayyuhal mujrimun artinya, sahun artinya, hadits tentang zakat beserta arabnya, al mutaffifin ayat 1-17, surat al-hujurat ayat 12 sampai 13

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.