Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Ayat-ayat Pilihan

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Arab-Latin: wa każālika ja'alnākum ummataw wasaṭal litakụnụ syuhadā`a 'alan-nāsi wa yakụnar-rasụlu 'alaikum syahīdā, wa mā ja'alnal-qiblatallatī kunta 'alaihā illā lina'lama may yattabi'ur-rasụla mim may yangqalibu 'alā 'aqibaīh, wa ing kānat lakabīratan illā 'alallażīna hadallāh, wa mā kānallāhu liyuḍī'a īmānakum, innallāha bin-nāsi lara`ụfur raḥīm

Terjemah Arti: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sebagaimana kami telah memberi kalian petunjuk - wahai kaum muslimin- menuju jalan yang lurus dalam agama kami, juga telah menjadikan kalian umat pilihan terbaik dan adil. supaya kalian kelak di akhirat memberikan persaksian di hadapan umat-umat lain bahwa para rasul mereka telah menyampaikan risalah Allah kepada mereka, dan begitu juga  Rasulullah Shalallahu Wassalam akan menjadi saksi atas kalian di akhirat kelak bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya. Dan kami tidaklah menjadikan -wahai Rasul- kiblat Baitul Maqdis yang dahulu engkau menghadapnya, lalu kami memalingkan engkau darinya menuju Ka'bah (di Mekkah), kecuali demi menampakkan apa yang telah kami ketahui sejak permulaan (azali). Pengetahuan yang berhubungan dengan pahala dan siksaan, supaya kami bisa membedakan siapa-siapa saja yang mengikuti dan taat kepadamu serta menghadap ke arah yang sama denganmu ke arah mana pun kamu menghadap, dan siapa saja orang-orang yang lemah imannya sehingga berbalik menjadi murtad meninggalkan agama Islam gara-gara keragu-raguan dan kemunafikannya. Sesungguhnya kejadian ini yang mengalihkan arah dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah, betul-betul berat lagi sulit, kecuali bagi orang-orang yang Allah beri hidayah dan Allah anugerahkan iman dan taqwa kepada mereka. Dan Allah benar-benar tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian kepada Nya dan ittiba' kalian kepada rasul Nya, serta tidak membatalkan pahala shalat kalian yang menghadap kiblat sebelumnya. Sesungguhnya Allah ta'ala Maha Pengasih lagi Maha penyayang kepada manusia dengan rahmat yang luas di dunia dan Akhirat. (Tafsir al-Muyassar)

Sebagaimana kami telah memberi kalian petunjuk - wahai kaum muslimin- menuju jalan yang lurus dalam agama kami, juga telah menjadikan kalian umat pilihan terbaik dan adil. supaya kalian kelak di akhirat memberikan persaksian di hadapan umat-umat lain bahwa para rasul mereka telah menyampaikan risalah Allah kepada mereka, dan begitu juga  Rasulullah Shalallahu Wassalam akan menjadi saksi atas kalian di akhirat kelak bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya. Dan kami tidaklah menjadikan -wahai Rasul- kiblat Baitul Maqdis yang dahulu engkau menghadapnya, lalu kami memalingkan engkau darinya menuju Ka'bah (di Mekkah), kecuali demi menampakkan apa yang telah kami ketahui sejak permulaan (azali). Pengetahuan yang berhubungan dengan pahala dan siksaan, supaya kami bisa membedakan siapa-siapa saja yang mengikuti dan taat kepadamu serta menghadap ke arah yang sama denganmu ke arah mana pun kamu menghadap, dan siapa saja orang-orang yang lemah imannya sehingga berbalik menjadi murtad meninggalkan agama Islam gara-gara keragu-raguan dan kemunafikannya. Sesungguhnya kejadian ini yang mengalihkan arah dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah, betul-betul berat lagi sulit, kecuali bagi orang-orang yang Allah beri hidayah dan Allah anugerahkan iman dan taqwa kepada mereka. Dan Allah benar-benar tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian kepada Nya dan ittiba' kalian kepada rasul Nya, serta tidak membatalkan pahala shalat kalian yang menghadap kiblat sebelumnya. Sesungguhnya Allah ta'ala Maha Pengasih lagi Maha penyayang kepada manusia dengan rahmat yang luas di dunia dan Akhirat. (Zubdatut Tafsir)

وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ

wa innahum 'indanā laminal-muṣṭafainal-akhyār

Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.

46-47 Sesungguhnya Kami mengistimewakan mereka dengan keistimewaan besar, dimana Kami menjadikan alam akhirat terpatri dalam hati mereka, sehingga mereka beramal untuknya dengan menaati Kami, mengajak manusia kepadanya dan mengingatkan mereka tentangnya. Sesungguhnya mereka di sisi Kami termasuk orang-orang yang Kami pilih untuk menjadi pengemban risalah Kami, dan Kami memilih mereka untuk menaati Kami. (Tafsir al-Muyassar)

47. Dan sungguh, di sisi Kami mereka merupakan orang-orang pilihan dari golongan para nabi yang bernasab mulia untuk para keturunan mereka, yang banyak melakukan kebaikan. (Tafsir al-Wajiz)

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

wa rabbuka yakhluqu mā yasyā`u wa yakhtār, mā kāna lahumul-khiyarah, sub-ḥānallāhi wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki untuk diciptakanNya dan memilih makhluk yang dikendakiNya untuk menjadi waliNya. Ketetapan menentukan perintah dan pilihan bukanlah menjadi hak seseorang pun. Namun, hal itu hanya menjadi milik Allah. Allah Mahatinggi lagi suci dari kesyirikan mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki untuk diciptakanNya dan memilih makhluk yang dikendakiNya untuk menjadi waliNya. Ketetapan menentukan perintah dan pilihan bukanlah menjadi hak seseorang pun. Namun, hal itu hanya menjadi milik Allah. Allah Mahatinggi lagi suci dari kesyirikan mereka. (Zubdatut Tafsir)

68. Dan Tuhanmu menciptakan sesuatu yang dikehendaki untuk diciptakan dan menentukan sesuatu yang dikehendaki untuk ditentukan (Dalam hal ini adalah penegasan bahwa kebebasan menciptakan dan menentukan itu milik Allah SWT) Penentuan itu tidak dengan menyeleksi sebagian sesuatu dan menyisakan sisanya kepada seorang ciptaan, melainkan dikembalikan kepada Allah SWT. Maha Suci Allah dari pertentangan seseorang tentang ketentuanNya dan Maha Agung serta Maha Suci dari perbuatan syirik mereka. Maksudnya penentuan seorang rasul itu tidak diwakilkan kepada mereka sehingga mereka bisa memilih orang-orang kaya (Tafsir al-Wajiz)

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

zuyyina lin-nāsi ḥubbusy-syahawāti minan-nisā`i wal-banīna wal-qanaṭīril-muqanṭarati minaż-żahabi wal-fiḍḍati wal-khailil-musawwamati wal-an'āmi wal-ḥarṡ, żālika matā'ul-ḥayātid-dun-yā, wallāhu 'indahụ ḥusnul-ma`āb

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Dijadikan indah bagi manusia untuk mencintai apa saja yang mereka sukai, berupa wanita, anak-anak, kekayaan yang melimpah seperi emas, perak dan kuda-kuda yang baik, dan binatang-binatang ternak semisal unta,sapi dan kambing, serta tanah yang di jadikan untuk bercocok tanam dan berladang. Semua itu adalah pesona kehidupan dunia dan perhiasannya yang akan sirna. Dan Allah di sisiNYA terdapat tempat kembali dan pahala yang baik, yaitu surga. (Tafsir al-Muyassar)

Dijadikan indah bagi manusia untuk mencintai apa saja yang mereka sukai, berupa wanita, anak-anak, kekayaan yang melimpah seperi emas, perak dan kuda-kuda yang baik, dan binatang-binatang ternak semisal unta,sapi dan kambing, serta tanah yang di jadikan untuk bercocok tanam dan berladang. Semua itu adalah pesona kehidupan dunia dan perhiasannya yang akan sirna. Dan Allah di sisiNYA terdapat tempat kembali dan pahala yang baik, yaitu surga. (Zubdatut Tafsir)

وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ

ważkur ismā'īla walyasa'a wa żal-kifl, wa kullum minal-akhyār

Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.

Ingatlah pula (wahai rasul) hamba-hamba Kami ismail, al-yasa , dan dzulkifli dengan sebutan yang baik. Sesungguhnya mereka semuanya terrmasuk orang-orang pilihan yang Allah pilih dari makhluk-mahklukNya, dan Allah memilih keadaan dan sifat yang paling sempurna untuk mereka. (Tafsir al-Muyassar)

48. Dan ingatlah wahai, Isma’il bin Ibrahim yang menjadi moyang Arab, Ilyasa’ bin Akhthub, Dzulkifl bin Am’ Ilyasa’, mereka adalah para Nabi dari golongan Bani Israil, mereka adalah pilihan, Allah memilih mereka karena mereka banyak menanggung beban dalam berdakwah di jalan Allah (Tafsir al-Wajiz)

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي

waṣṭana'tuka linafsī

dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.

Dan Aku telah menganugrahkan kepadamu (wahai Musa), nikmat-nikmat ini sebagai pilihan dariKu terhadap dirimu dan sebagai pilihan untuk mengemban risalahKu dan menyampaikan ajaran dariKu, serta melaksanakan perintah dan laranganKu. (Tafsir al-Muyassar)

Dan Aku telah menganugrahkan kepadamu (wahai Musa), nikmat-nikmat ini sebagai pilihan dariKu terhadap dirimu dan sebagai pilihan untuk mengemban risalahKu dan menyampaikan ajaran dariKu, serta melaksanakan perintah dan laranganKu. (Zubdatut Tafsir)

41. Dan Aku jadikan dirimu sebagai seorang yang terpilih untuk menanggung dan menyampaikan risalahku kepada manusia. (Tafsir al-Wajiz)

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā 'aqqattumul-aimān, fa kaffāratuhū iṭ'āmu 'asyarati masākīna min ausaṭi mā tuṭ'imụna ahlīkum au kiswatuhum au taḥrīru raqabah, fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyām, żālika kaffāratu aimānikum iżā ḥalaftum, waḥfaẓū aimānakum, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la'allakum tasykurụn

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

Allah tidak menyiksa kalian (wahai kaum Muslimin) atas sesuatu yang kalian tidak bermaksud menyatakannya (sebagai) sumpah dari sumpah-sumpah, seperti ucapan sebagian kalian, ”tidak demi Allah” ,dan ”benar,demi Allah” akan tetapi Allah akan menghukum kalian dalam perkara (sumpah) yang memang sengaja kalian kukuhkan dengan hati kalian. Apabila kalian tidak memenuhi sumpah-sumpah kalian, maka dosanya akan dihapuskan oleh Allah dengan apa yang kalian persembahkan dari ajaran yang Allah syariatkan bagi kalian sebagai penggugurnya, yaitu berupa memberi makan sepuluh orang yang membutuhkan yang tidak memeiliki sesuatu yang bisa mencukupi dan menutup kebutuhan mereka, tiap-tiap orang miskin memperoleh setengah sha makanan standar penduduk negeri setempat, atau memberi pakaian kepada mereka, setiap orang miskin memperoleh apa yang cukup sebagai pakaian berdasarkan kebiasaan yang berlaku, atau memerdekakan seorang budak. Orang yang sumpah yang tidak menepati sumpahnya, dia dihadapkan pada pilihan diantara satu dari tiga pilihan ini. Apabila ia tidak mampu melakukan salah satunya sama sekali, maka dia wajib berpuasa tiga hari. Itu adalah kafarat (penggugur) sikap tidak menepati isi sumpah-sumpah. Dan peliharalah oleh kalian (wahai kaum Muslimin) sumpah-sumpah kalian, dengan menghindari sumpah, atau dengan menepati sumpah bila kalian mengeluarkan sumpah, atau membayar kafarat bila tidak menepati sumpah. Sebagaimana Allah telah menjelaskan kepada kalian hukum bersumpah dan cara-cara membebaskan diri darinya. Dia juga menerangkan kepada kalian hukum-hukum agamaNya agar kalian bersyukur kepadaNya atas hidayah dariNya kepada kalian menuju jalan yang lurus. (Tafsir al-Muyassar)

Allah tidak menyiksa kalian (wahai kaum Muslimin) atas sesuatu yang kalian tidak bermaksud menyatakannya (sebagai) sumpah dari sumpah-sumpah, seperti ucapan sebagian kalian, ”tidak demi Allah” ,dan ”benar,demi Allah” akan tetapi Allah akan menghukum kalian dalam perkara (sumpah) yang memang sengaja kalian kukuhkan dengan hati kalian. Apabila kalian tidak memenuhi sumpah-sumpah kalian, maka dosanya akan dihapuskan oleh Allah dengan apa yang kalian persembahkan dari ajaran yang Allah syariatkan bagi kalian sebagai penggugurnya, yaitu berupa memberi makan sepuluh orang yang membutuhkan yang tidak memeiliki sesuatu yang bisa mencukupi dan menutup kebutuhan mereka, tiap-tiap orang miskin memperoleh setengah sha makanan standar penduduk negeri setempat, atau memberi pakaian kepada mereka, setiap orang miskin memperoleh apa yang cukup sebagai pakaian berdasarkan kebiasaan yang berlaku, atau memerdekakan seorang budak. Orang yang sumpah yang tidak menepati sumpahnya, dia dihadapkan pada pilihan diantara satu dari tiga pilihan ini. Apabila ia tidak mampu melakukan salah satunya sama sekali, maka dia wajib berpuasa tiga hari. Itu adalah kafarat (penggugur) sikap tidak menepati isi sumpah-sumpah. Dan peliharalah oleh kalian (wahai kaum Muslimin) sumpah-sumpah kalian, dengan menghindari sumpah, atau dengan menepati sumpah bila kalian mengeluarkan sumpah, atau membayar kafarat bila tidak menepati sumpah. Sebagaimana Allah telah menjelaskan kepada kalian hukum bersumpah dan cara-cara membebaskan diri darinya. Dia juga menerangkan kepada kalian hukum-hukum agamaNya agar kalian bersyukur kepadaNya atas hidayah dariNya kepada kalian menuju jalan yang lurus. (Zubdatut Tafsir)

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

wa man aḥsanu dīnam mim man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinuw wattaba'a millata ibrāhīma ḥanīfā, wattakhażallāhu ibrāhīma khalīlā

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Tidak ada seorangpun yang lebih baik agamanya daripada orang yang tunduk patuh dengan hati dan segenap anggota tubuhnya kepada Allah  semata, sedang dia orang yang berbuat baik dengan ucapan dan perbuatannya mengikuti perintah tuhannya, dan mengikuti agama Ibrahim  dan ajarannya, menjauhi keyakinan-keyakinan yang rusak dan ajaran-ajaran yang batil. Dan sesungguhnya Allah telah memilih Ibrahim  dan menjadikannya orang kesayangganNya di antara seluruh makhlukNYa. Dan didalam ayat ini terdapat dalil penetapan sifat “khullah” bagi Allah  ,yaitu derajat paling tinggi dari cinta dan pilihan. (Tafsir al-Muyassar)

Tidak ada seorangpun yang lebih baik agamanya daripada orang yang tunduk patuh dengan hati dan segenap anggota tubuhnya kepada Allah  semata, sedang dia orang yang berbuat baik dengan ucapan dan perbuatannya mengikuti perintah tuhannya, dan mengikuti agama Ibrahim  dan ajarannya, menjauhi keyakinan-keyakinan yang rusak dan ajaran-ajaran yang batil. Dan sesungguhnya Allah telah memilih Ibrahim  dan menjadikannya orang kesayangganNya di antara seluruh makhlukNYa. Dan didalam ayat ini terdapat dalil penetapan sifat “khullah” bagi Allah  ,yaitu derajat paling tinggi dari cinta dan pilihan. (Zubdatut Tafsir)

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

wa qāla lahum nabiyyuhum innallāha qad ba'aṡa lakum ṭālụta malikā, qālū annā yakụnu lahul-mulku 'alainā wa naḥnu aḥaqqu bil-mulki min-hu wa lam yu`ta sa'atam minal-māl, qāla innallāhaṣṭafāhu 'alaikum wa zādahụ basṭatan fil 'ilmi wal-jism, wallāhu yu`tī mulkahụ may yasyā`, wallāhu wāsi'un 'alīm

Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah mengutus kepada kalian Thalut menjadi raja kalian sebagai bentuk pengabulan permintaan kalian, yang akan memimpin kalian untuk memerangi musuh-musuh kalian sebagaimana permintaan kalian.” Namun pembesar Bani Israil berkata, “Bagaimana bisa Thalut menjadi raja kami,  dia tidak berhak atas itu, sebab dia bukan dari keturunan raja-raja, dan bukan dari keluarga Nabi. Dia tidak memiliki banyak harta yang dapat dipergunakan mengatur kerajaannya, maka kami lah yang lebih berhak menjadi raja daripada dia, karena kami sesungguhnya keturunan raja-raja dan berasal dari keluarga nabi. Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya daripada kalian sedang Dia lebih mengetahui urusan-urusan hamba-hamba Nya, dan telah memberinya tambahan keluasan dalam ilmu dan kekuatan dalam fisiknya untuk memerangi musuh. Dan Allah pemilik seluruh kerajaan memberikan kekuasaan bagi hamba-hamba Nya yang dikehendaki, dan Allah Maha luas karunia dan Anugerah, juga Maha Mengetahui hakikat-hakikat perkara-perkara dengan sebenarnya, tidak ada sesuatupun yang samar bagi Nya. (Tafsir al-Muyassar)

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah mengutus kepada kalian Thalut menjadi raja kalian sebagai bentuk pengabulan permintaan kalian, yang akan memimpin kalian untuk memerangi musuh-musuh kalian sebagaimana permintaan kalian.” Namun pembesar Bani Israil berkata, “Bagaimana bisa Thalut menjadi raja kami,  dia tidak berhak atas itu, sebab dia bukan dari keturunan raja-raja, dan bukan dari keluarga Nabi. Dia tidak memiliki banyak harta yang dapat dipergunakan mengatur kerajaannya, maka kami lah yang lebih berhak menjadi raja daripada dia, karena kami sesungguhnya keturunan raja-raja dan berasal dari keluarga nabi. Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya daripada kalian sedang Dia lebih mengetahui urusan-urusan hamba-hamba Nya, dan telah memberinya tambahan keluasan dalam ilmu dan kekuatan dalam fisiknya untuk memerangi musuh. Dan Allah pemilik seluruh kerajaan memberikan kekuasaan bagi hamba-hamba Nya yang dikehendaki, dan Allah Maha luas karunia dan Anugerah, juga Maha Mengetahui hakikat-hakikat perkara-perkara dengan sebenarnya, tidak ada sesuatupun yang samar bagi Nya. (Zubdatut Tafsir)

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

fa qaḍāhunna sab'a samāwātin fī yaumaini wa auḥā fī kulli samā`in amrahā, wa zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ḥifẓā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Allah menyelesaikan penciptaan langit-langit yang tujuh dan menyempurnakannya dalam dua hari, maka sempurnalah penciptaan langit dan bumi adalah enam hari, karena sebuah hikmah yang Allah ketahui, padahal Allah kuasa untuk menciptakan keduanya dalam sesaat. Dan Allah mewahyukan di setiap langit apa yang Dia inginkan dan perintahkan padanya. Dan Kami menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang yang bersinar sebagai penjagaan baginya dari setan-setan yang mencuri-curi pendengaran. Penciptaan yang unik itu adalah penetapan dari Allah yang Mahaperkasa dan kerajaanNya, juga MahaMengetahui, di mana IlmuNya meliputi segala sesuatu. (Tafsir al-Muyassar)

12. Kemudian Dia menyempurnakannya dengan menciptakan 7 langit dalam waktu 2 hari. Dapat dikatakan bahwa sempurnanya penciptaan langit dan bumi itu dalam 6 hari. Dia mewahyukan (menciptakan, yaitu sesuatu yang sudah tersusun) kepada setiap langit itu sesuatu yang sudah siap untuk diambil manfaatnya seperti matahari, bulan, bintang dan lain-lain. Dia menghiasi langit dunia dengan planet-planet seperti lampu-lampu (Kalam itu diubah dari hujatan menjadi percakapan untuk menarik perhatian pendengar terhadap kehebatan sesuatu yang disebutkan setelahnya), Dia juga menjaganya dari gangguan dan penurunan serta melindunginya dari setan yang mencuri kabar langit dengan melemparinya dengan meteor. Ciptaan itu memiliki nilai yang sempurna serta merupakan kekuasaanNya dalam kerajaanNya. (Dialah) Dzat yang Maha Mengetahui tentang sesuatu yang berguna bagi ciptaanNya. Penciptaan langit itu sebelum penciptaan bumi sebagaimana pilihan Abu Hayan. Susunan dalam firmanNya {Tsummastawaa ilas samaa’} [11] itu hanya dalam penyebutan saja bukan dalam kenyataannya. Ar-Razi, Asy-Syaukani dan lainnya itu menentukan pilihan bahwa bumi adalah ciptaan yang pertama dan yang terakhir dibentangkan atau dihamparkan. Itu adalah yang paling benar (Tafsir al-Wajiz)

Related: Ayat Tentang Istiqomah Arab-Latin, Ayat Tentang Amanah Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ayat Tentang Musibah, Terjemahan Tafsir Ayat Tentang Persahabatan, Isi Kandungan Sampaikanlah Walau Satu Ayat, Makna Ayat Tentang Bayi Baru Lahir

Category: Tafsir Topik

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Sipa Dan Latin Nya Ayat Ayat Pilihan Dan Artinya