Surat Al-Bayyinah Ayat 7

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Tafsir Al-Mukhtashar

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh merekalah sebaik-baiknya makhluk.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan agama Allah, mengikuti rasul Nya dan mengamalkan syari’at NYA mereka adalah sebaik baik makhluk.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ } Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mencontohi para Nabi dan Rasul, mereka mengikuti syari'at Muhammad ﷺ , beriman kepadanya, dan terus melakukan amal shalih dan meningkatkan keimanan, { أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ } mereka itu adalah sebaik-baiknya ciptaan Allah ﷻ , tanpa dilihat dari segi keturunannya, kekayaannya, dan ilmunya.

Seseorang tidak dilihat dari seluruh amalan yang ia lakukan, akan tetapi seseorang itu tergantung amal shalih yang ia perbuat yang seusai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ , itulah amal shalih yang sesungguhnya, amalan yang dilakukan dengan keikhlasan hanya kepada Allah ﷻ , maka seseorang tidak dikatakan telah beramal shalih melainkan amalan itu harus dengan keikhlasan untuk mengharap ridho dari Allah dan sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah ﷺ , itulah amalan shalih yang sesungguhnya.

Tafsir Kemenag

Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dengan iman yang benar dan mengerjakan kebajikan dengan ikhlas dan sesuai ketetentuan syariat, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Mereka adalah makhluk yang Allah kehendaki untuk menjadi khalifah di bumi. 8. Balasan mereka di sisi tuhan mereka ialah surga 'adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya bersama segala kenikmatan di dalamnya. Selain itu, mereka mendapat nikmat yang lebih besar. Allah rida terhadap mereka atas keimanan dan amal saleh mereka dan mereka pun rida kepada-Nya atas kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada mereka. Yang demikian itu adalah balasan yang agung bagi orang yang takut kepada tuhannya. Ketakutannya pada siksaan Allah mendorongnya untuk menjauhkan diri dari larangan Allah, termasuk kemusyrikan dan kekafiran.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018