Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 121

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Arab-Latin: Qālū āmannā birabbil-'ālamīn

Terjemah Arti: Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Mereka berkata, ”Kami beriman kepada penguasa alam semesta.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

121. Para penyihir berkata, “Kami beriman kepada Rabb yang menciptakan segenap makhluk."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

121-122. رَبِّ مُوسَىٰ وَهٰرُونَ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِينَ (Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam (yaitu) Tuhan Musa dan Harun)
Mereka berterus terang bahwa mereka beriman kepada Tuhan semesta alam, Tuhan Musa dan Harun agar tidak ada dari pengikut Fir’aun yang beranggapan bahwa sujud itu diperuntukkan bagi Fir’aun.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

121-122
Setelah mereka disujudkan oleh mukjizat Musa, mereka kemudian berkata : { آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ } "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam" dengan lafazh ini mereka menafikan segala tuduhan bahwa mereka sujud untuk Musa, sebagaiman kebiasan yang mereka perbuat kepada Musa, selanjutnya mereka bertutur : { رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ } "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun" ayat ini memperkuat bahwa sujud itu hanya kepada Allah yang esa, dan bukan kepada manusia hina yang menamakan dirinya sebagai tuhan : { فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ } "(Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi" [ An-Nazi'at : 24 ].

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

121-122. Mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah, tiada sekutu bagiNya, Tuhan manusia dan jin, juga Tuhannya Musa dan Harun” sampai tidak ada satupun yang berpikiran untuk sujud kepada Fir’aun

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dalam keadaan sujud, mereka (para pesihir) berkata, kami hanya beriman kepada tuhan pencipta dan pemelihara seluruh alam. Agar fir'aun atau lainnya tidak salah paham siayaitu tuhan pencipta dan pemelihara yang diyakini dan diimani oleh nabi musa dan nabi harun.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 122 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 123 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 124, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 125, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 126, Makna Surat Al-A’raf Ayat 127

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!