Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat An-Nas Ayat 4

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

Arab-Latin: Min syarril-waswāsil-khannās

Terjemah Arti: Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dari gangguan setan yang berbisik saat lalai dan bersembunyi saat berdzkir kepada Allah .

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4-5. Aku berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan makhluk yang selalu memberikan kegelisahan. Dia menyalurkan dalam diri manusia pesan-pesan jahat dan buruk. Makhluk yang biasa bersembunyi. Makhluk yang bersembunyi dan pergi ketika melihat sesuatu yang mencegahnya yaitu dzikrullah SWT. Makhluk yang memberikan sesuatu yang menyesatkan dan membahayakan dalam hati manusia

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Kemudian Allah menjelaskan bahwa orang yang berlindung darinya, darinya disini maksudnya adalah keburukan setan yang terlaknat yang ia membisikkan, mempedaya dan memalingkan dari menyebut nama Allah.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4. Dari keburukan setan yang melemparkan was-was kepada manusia di saat dia sedang lengah dari mengingat Allah dan telat ketika mengingat-Nya.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

4-6
1 ). Qotadah nerkata : Susungguhnya dari golongan manusia ada juga yang menjadi syaithon, maka hendaklah kita memohon perlindungan dari syaitjon manusia dan syaithon jin.

2 ). Ibnu Badis berkata : dan sebab dari penggunaan kata ( صدور الناس ) "dada manusia" sebagai ganti dari kata ( قلوب الناس ) "hati manusia" karena hati adalah tempat akal manusia, dan tempatnya iman, dan bisa juga sebagai bentengnya iman, maka bisikan itu tidak dapat menampakkannya, dan tidak pula ia mampu melobanginya.

3 ). { الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ , مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ } Allah ta'ala menjelaskan macam-macam dari bisikan, bahwasanya bisikan itu ada yang datang dari jin dan manusia; karena sesungguhnya tanpa disadari manusia selalu menyangka bahwa bisikan buruk itu dari syaithon, tetapi hakikatnya itu dari manusia, bahkan dampaknya bisa menjadi perkara yang lebih berbahaya, maka pantaslah manusia memohon perlindungan dari bisiskan-bisikan itu, karena mereka saling berdekatan tetapi dapat membahayak satu sama lain, dan bahwasanya mereka kepada pintuk kesesatan lebih dekat dan lebih mungkin.

4 ). Dalam ayat ini kata "bisikan" digantungkan kepada "dada", yang merupakan tempatnya hati, yaitu tempatnya akal dan ketaqwaan dan kebaikan dan keburukan, maka beruntunglah setiap hamba yang mampu mensucikan hatinya, yaitu dengan dzikir kepada Allah, dan mentadabburi ayat-ayat Nya, juga ikhlas beribadaha hanya kepada-Nya, serta taubat yang senantiasa diperbaharui.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1-6. Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang merupakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia. Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakan keinginan mereka agar melakukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di perlihatkan pada mereka dengan wujud lain. Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepadaNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah, karena semua makhluk berada di bawah uluhiyah dan kekuasaanNya, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk. Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa’ir.
Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah berfirman, “Dari jin dan manusia.”
Segala puji bagi Allah semata, Rabb semesta alam, secara permulaan, penutup, lahir dan batin. Kita memohon semoga Allah menyempurnakan nikmatNya, memaafkan dosa-dosa kita yang menghalangi kita dari berbagai berkahNya, semoga Allah mengampuni kesalahan dan keinginan hawa nafsu kita yang melenyapkan renungan ayat-ayat Allah dari hati kita. Kita berharap kepadaNya semoga tidak menghalangi kita dari kebaikan yang ada di sisiNya karena keburukan yang ada pada diri kita, karena sesungguhnya hanya kaum kafir dan orang-orang yang sesatlah yang berputus asa dari rahmat Allah.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ Dari } kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,}

{ الْوَسْوَاسِ } "Waswaas" Dengan baris fathah pada huruf "و" pertama, yakni syaithon yang membisikkan, sedangkan kata "الْوِسْوَاسِ" dengan baris kasroh pada huruf "و" pertama adalah bisikan/keraguan dalam hati.

{ الْخَنَّاسِ } Yang menghindar atau terlambat, syaithon jika disebut nama Allah dia akan menghindar dan menjauh, dan jika nama Allah tidak disebutkan maka dia akan datang membisikkan dihati-hati manusia, syaithon membiskkan kejahatan ditelinga dan hati manusia agar mereka menjauh dari dzikir kepada Allah - عز وجل - ,

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Setan disebut Khannas, karena ia menjauh dari hati manusia ketika manusia ingat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan meminta perlindungan kepada-Nya agar dihindarkan darinya. Sebaliknya, ketika manusia lupa mengingat Allah, maka setan akan mendatanginya dan membisikkan hatinya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya, manusia meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah Tuhan yang mengurus dan mengatur manusia, dimana semua makhluk berada di bawah pengurusan-Nya dan kepemilikan-Nya, dan tidak ada satu pun makhluk kecuali Dia yang memegang ubun-ubunnya dan berkuasa terhadapnya.
Demikian pula agar ibadah sempurna, maka sangat diperlukan perlindungan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dari kejahatan musuh manusia, yaitu setan yang berusaha menghalangi manusia dari beribadah dan hendak menjadikan mereka sebagai pengikutnya agar sama-sama menjadi penghuni neraka.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


4-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus. Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat An-Nas Ayat 5 Arab-Latin, Surat An-Nas Ayat 6 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ayat Kursi, Terjemahan Tafsir Ayat Seribu (1.000) Dinar, Isi Kandungan Ayat Ruqyah Syar’iyyah, Makna Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

Category: Surat An-Nas

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ayat 33 Pelindung Diri Arap Latin Dan Arti Ayat Yang Artinya Dari Kejahatan Yang Membiaikkan An Nas Ayat 4