Surat An-Nas Ayat 5

ูฑู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ููู‰ ุตูุฏููˆุฑู ูฑู„ู†ู‘ูŽุงุณู

Arab-Latin: Allaลผฤซ yuwaswisu fฤซ แนฃudแปฅrin-nฤs

Artinya: Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

ยซ An-Nas 4 โœต An-Nas 6 ยป

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Mengenai Surat An-Nas Ayat 5

Paragraf di atas merupakan Surat An-Nas Ayat 5 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa pelajaran penting dari ayat ini. Terdapat beberapa penafsiran dari beragam mufassir mengenai makna surat An-Nas ayat 5, misalnya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Yang meniupkan keburukan dan keraguan keraguan dalam jiwa manusia.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

5. Yang menyebarkan bisikan dan keraguan ke dalam dada manusia, agar dapat membelokkan mereka dari akidah yang kuat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

5. Setan itu menyusupkan bisikannya ke dalam hati manusia.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

5. ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ููู‰ ุตูุฏููˆู’ุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู (yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia)
Bisikannya adalah ajakannya agar diataati dengan suara tersembunyi yang disampaikan ke hati tanpa terdengar.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

4-6
1 ). Qotadah nerkata : Susungguhnya dari golongan manusia ada juga yang menjadi syaithon, maka hendaklah kita memohon perlindungan dari syaitjon manusia dan syaithon jin.

2 ). Ibnu Badis berkata : dan sebab dari penggunaan kata ( ุตุฏูˆุฑ ุงู„ู†ุงุณ ) "dada manusia" sebagai ganti dari kata ( ู‚ู„ูˆุจ ุงู„ู†ุงุณ ) "hati manusia" karena hati adalah tempat akal manusia, dan tempatnya iman, dan bisa juga sebagai bentengnya iman, maka bisikan itu tidak dapat menampakkannya, dan tidak pula ia mampu melobanginya.

3 ). { ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู , ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู } Allah ta'ala menjelaskan macam-macam dari bisikan, bahwasanya bisikan itu ada yang datang dari jin dan manusia; karena sesungguhnya tanpa disadari manusia selalu menyangka bahwa bisikan buruk itu dari syaithon, tetapi hakikatnya itu dari manusia, bahkan dampaknya bisa menjadi perkara yang lebih berbahaya, maka pantaslah manusia memohon perlindungan dari bisiskan-bisikan itu, karena mereka saling berdekatan tetapi dapat membahayak satu sama lain, dan bahwasanya mereka kepada pintuk kesesatan lebih dekat dan lebih mungkin.

4 ). Dalam ayat ini kata "bisikan" digantungkan kepada "dada", yang merupakan tempatnya hati, yaitu tempatnya akal dan ketaqwaan dan kebaikan dan keburukan, maka beruntunglah setiap hamba yang mampu mensucikan hatinya, yaitu dengan dzikir kepada Allah, dan mentadabburi ayat-ayat Nya, juga ikhlas beribadaha hanya kepada-Nya, serta taubat yang senantiasa diperbaharui.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

4-5. Aku berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan makhluk yang selalu memberikan kegelisahan. Dia menyalurkan dalam diri manusia pesan-pesan jahat dan buruk. Makhluk yang biasa bersembunyi. Makhluk yang bersembunyi dan pergi ketika melihat sesuatu yang mencegahnya yaitu dzikrullah SWT. Makhluk yang memberikan sesuatu yang menyesatkan dan membahayakan dalam hati manusia


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-โ€˜Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{yang membisikkan ke dalam dada manusia


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

1-6. Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang merupakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia. Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakan keinginan mereka agar melakukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di perlihatkan pada mereka dengan wujud lain. Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepadaNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah, karena semua makhluk berada di bawah uluhiyah dan kekuasaanNya, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk. Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Saโ€™ir.
Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah berfirman, โ€œDari jin dan manusia.โ€
Segala puji bagi Allah semata, Rabb semesta alam, secara permulaan, penutup, lahir dan batin. Kita memohon semoga Allah menyempurnakan nikmatNya, memaafkan dosa-dosa kita yang menghalangi kita dari berbagai berkahNya, semoga Allah mengampuni kesalahan dan keinginan hawa nafsu kita yang melenyapkan renungan ayat-ayat Allah dari hati kita. Kita berharap kepadaNya semoga tidak menghalangi kita dari kebaikan yang ada di sisiNya karena keburukan yang ada pada diri kita, karena sesungguhnya hanya kaum kafir dan orang-orang yang sesatlah yang berputus asa dari rahmat Allah.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-6
Ketiga ayat ini adalah sebagian dari sifat-sifat Allah SWT, yaitu Rububiyah , Mulk, dan Uluhiyyah. Dia adalah Tuhan segala sesuatu, yang merajai segala sesuatu dan yang disembah oleh segala sesuatu. Maka segala sesuatu adalah makhlukNya, milikNya, dan hambaNya. Maka Dia memerintahkan orang yang memohon perlindungan agar dalam memohon perlindungan dengan sifat-sifat ini agar dihindarkan dari kejahatan godaan yang bersembunyi, yaitu setan yang selalu mendampingi manusia. Sesungguhnya tidak ada seorang anak cucu Adam pun melainkan mempunyai pendamping yang menghiasi perbuatan-perbuatan kejinya, dan tidak segan-segan mencurahkan segala kemampuannya untuk menyesatkannya dengan godaannya, dan orang yang terpelihara hanyalah orang yang dipelihara oleh Allah.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (setan yang biasa bersembunyi) dia berkata bahwa setan bercokol di hati anak cucu Adam. Maka apabila dia lupa dan lalai kepada Allah, maka setan menggodanya, dan apabila dia ingat kepada Allah, maka setan bersembunyi. Demikian juga dikatakan Mujahid dan Qatadah.
Firman Allah: (yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5)) Apakah ini khusus anak cucu Adam saja sebagaimana yang tampak atau lebih menyeluruh dari itu terkait anak cucu Adam dan jin? Ada dua pendapat tentangnya, mereka berkata bahwa jin seringkali termasuk dalam pengertian lafaz โ€œan-nasโ€.
Ibnu Jarir berkata bahwa terkadang digunakan untuk mereka โ€œlafaz rijalun minal jinโ€ (laki-laki dari kalangan jin) (Surah Al-Jin: 6) maka tidaklah heran jika mereka dikatakan dengan kata โ€œan-nasโ€.
Firman Allah: (dari (golongan) jin dan manusia (6) Apakah ayat ini merupakan rincian dari firmanNya: (yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5)) Kemudian Dia menjelaskan kepada mereka:dan berfirman (dari (golongan)jin dan manusia (6)) Hal ini menguatkan pendapat kedua. Dikatakan bahwa firmanNya: (dari (golongan) jin dan manusia (6)) adalah tafsir dari yang selalu membisikkan godaannya dalam dada manusia, yaitu dari kalangan setan manusia dan jin. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu(manusia)) (Surah Al-An'am: 112) sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Dzar, dia berkata,โ€Aku datang kepada Rasulullah SAW yang saat itu sedang di dalam masjid. lalu aku duduk. maka Rasulullah SAW bertanya,"Wahai Abu Dzar, apakah kamu sudah shalat?" Aku menjawab, "Belum" Rasulullah SAW bersabda, "Berdirilah dan shalatlah!" Maka aku berdiri dan shalat, kemudian aku duduk dan beliau SAW bersabda:โ€Wahai Abu Dzar, mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jinโ€ Aku bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah setan manusia itu ada?" Beliau SAW menjawab, "Ya"


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Kemudian ayat sebelumnya ditafsirkan dengan ayat ini : { ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู } Yaitu syaithon yang membisikkan ke dalam dada manusia dan hati mereka, maka barangsiapa yang merasa waswas hendaklah bersegera untuk beristigfar kepada Allah - ุนุฒ ูˆุฌู„ - , dengan istigfar rasa waswas dan gelisah itu akan hilang dengan izin Allah .

Setiap orang dapat tertimpa oleh rasa was-was ini, cemas ketika melakukan suatu ibadah apakah ibadah yang dia lakukan telah selesai atau belum, atau dia cemas dengan wudhunya ketika sedang melaksanakan shalat, bahkan sahabat Nabi ๏ทบ pun terkadang merasakan hal yang sama, dalam hadits di ceritakan : ุฌูŽุงุกูŽ ู†ูŽุงุณูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฃูŽู„ููˆู‡ู: ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุฌูุฏู ูููŠ ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุนูŽุงุธูŽู…ู ุฃูŽุญูŽุฏูู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูู…ููˆู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ู†ูŽุนูŽู…ู’. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฐูŽู„ููƒูŽ ุตูŽุฑููŠุญู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู : "Beberapa sahabat Rasul datang dan bertanya kepada beliau, โ€œSungguh, kami mendapatkan dalam diri kami ( bisikan setan ) yang kami merasa berat untuk mengucapkannya.โ€ Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata : โ€œApakah kalian telah mendapatkan bisikan tersebut?โ€ , Para sahabat menjawab, โ€œYa.โ€, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab, โ€œItulah tanda keimanan yang jelas.โ€ ( HR. Muslim)

Sahabat Nabi ๏ทบ pun pernah merasakan cemas bagaimana dengan kita yang hidup jauh dari zaman Rasulullah ๏ทบ , oleh karena itu cara yang baik untuk menghilangkan rasa was-was dan cemas yaitu dengan : bersitigfar dan meminta perlindungan dari Allah - ุนุฒ ูˆุฌู„ , dan tidak menceritakan dan melakukan keraguan yang terbetik dalam hatinya, tetapi menolak perasaan itu dan membantahnya, dengan izin Allah - ุนุฒ ูˆุฌู„ - rasa was-was itu akan hilang.


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

4-5
ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู โ€œbisikan jahatโ€ Para ulama mengatakan: kata ini adalah mashdar yang bermakna isim fail. Bermakna: Yang membisikan. Bisikan adalah apa-apa terlintas di dalam hati berupa pikiran-pikiran, karaguan-keraguan dan khayalan-khayalan yang tidak ada hakikatnya.

ุงู„ู’ุฎูŽู†ู‘ูŽุงุณู al-Khannas adalah yang bersembunyi, memperdaya, menghindar, dan mengawasi saat dzikir kepada Allah โ€˜Azza Wa Jalla, dia adalah setan. Oleh karenanya, jika adzan dikumandangkan, setan lari menjauh terkentut-kentut hingga ia tidak mendengar adzan. Dan ketika adzan selesai, ia datang kembali hingga iqimah dikumandangkan ia lari lagi. Dan ketika iqomah selesai dia datang sehingga dia mengganggu pikiran seseorang, ia mengatakan: Ingatlah ini, ingatlah ini, ketika ia tidak sadar, ia pun akhirnya tidak ingat berapa rakaat ia shalat. Oleh karenanya telah datang dalam atsar: ุฅูุฐูŽุง ุชูŽุบูŽูˆู‘ูŽู„ูŽุชู’ ุงู„ู’ุบููŠู’ู„ูŽุงุชู ููŽุจูŽุงุฏูุฑููˆุง ุจูุงู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู โ€œApabila ghul-ghul beraksi maka segeralah kumandangkanโ€(1) Ghul-Ghul adalah setan-setan yang terlintas dipandangan orang yang safar saat ia safar, mereka menmpakkan wujud yang seram, atau sebagai musuh atau yang lainnya. Jika seseorang insan mengucapkan takbir mereka akan pergi.

(1) Dikeluarkan Ahmad (13865) dan Nasai dalam as-Sunan al-Kubra (10791) dari hadits Jabir Bin Abdullah radhiyallaahu โ€˜anhuma dan dinyatakan dhaโ€™if olej al-Albaniy dalam dhaโ€™iiful Jaamiโ€™ (545)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat An-Nas ayat 5: Allah menjelaskan bahwa sebab memohon perlindungan adalah bahwa setan membisikkan dalam dada-dada manusia; Membuat manusia menjadi kufur dan bermaksiat sampai manusia mau melakukannya. Agar lolos dari bisikan setan maka wajib untuk meminta perlindungan (kepada Allah) darinya. Sebab jika manusia tidak meminta perlindungan kepada Allah, maka setan berkuasa dalam hatinya dan melemparkan di dalamnya was-was, entah bisikan dalam masalah aqidah, rencana agar melakukan kejahatan, dan lain sebagainya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nas Ayat 5

4-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus. Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah berbagai penjabaran dari kalangan ulama tafsir terkait kandungan dan arti surat An-Nas ayat 5 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah bagi kita semua. Sokonglah perjuangan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Cukup Sering Dikaji

Tersedia banyak konten yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Fil, Al-Fath, Al-Bayyinah, At-Tin, Yusuf 4, Al-Baqarah 183. Ada pula Ali ‘Imran 159, Inna Lillahi, Alhamdulillah, Al-Insyirah, Al-Ma’un, Al-‘Alaq.

  1. Al-Fil
  2. Al-Fath
  3. Al-Bayyinah
  4. At-Tin
  5. Yusuf 4
  6. Al-Baqarah 183
  7. Ali ‘Imran 159
  8. Inna Lillahi
  9. Alhamdulillah
  10. Al-Insyirah
  11. Al-Ma’un
  12. Al-‘Alaq

Pencarian: infitar, qs al buruj, fabiayyi ala irobbikuma tukadziban arab, surah at takwir latin, qs at taubah ayat 122

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qurโ€™an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
ย 
โœ… Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
ย 
โœ… Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini ๐Ÿ‘‰ pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti ๐Ÿ‘‰ klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: