Surat An-Nas Ayat 5

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

Arab Latin: Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

Terjemahan Arti: Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

TERJEMAH TAFSIR

Yang meniupkan keburukan dan keraguan keraguan dalam jiwa manusia.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4-5. Aku berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan makhluk yang selalu memberikan kegelisahan. Dia menyalurkan dalam diri manusia pesan-pesan jahat dan buruk. Makhluk yang biasa bersembunyi. Makhluk yang bersembunyi dan pergi ketika melihat sesuatu yang mencegahnya yaitu dzikrullah SWT. Makhluk yang memberikan sesuatu yang menyesatkan dan membahayakan dalam hati manusia

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah menjelaskan bahwa sebab memohon perlindungan adalah bahwa setan membisikkan dalam dada-dada manusia; Membuat manusia menjadi kufur dan bermaksiat sampai manusia mau melakukannya. Agar lolos dari bisikan setan maka wajib untuk meminta perlindungan (kepada Allah) darinya. Sebab jika manusia tidak meminta perlindungan kepada Allah, maka setan berkuasa dalam hatinya dan melemparkan di dalamnya was-was, entah bisikan dalam masalah aqidah, rencana agar melakukan kejahatan, dan lain sebagainya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

5. Melemparkan was-was kepada hati manusia

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Kemudian ayat sebelumnya ditafsirkan dengan ayat ini : { الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ } Yaitu syaithon yang membisikkan ke dalam dada manusia dan hati mereka, maka barangsiapa yang merasa waswas hendaklah bersegera untuk beristigfar kepada Allah - عز وجل - , dengan istigfar rasa waswas dan gelisah itu akan hilang dengan izin Allah .

Setiap orang dapat tertimpa oleh rasa was-was ini, cemas ketika melakukan suatu ibadah apakah ibadah yang dia lakukan telah selesai atau belum, atau dia cemas dengan wudhunya ketika sedang melaksanakan shalat, bahkan sahabat Nabi ﷺ pun terkadang merasakan hal yang sama, dalam hadits di ceritakan : جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلُوهُ: إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ. قَالَ: وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ؟ قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: ذَلِكَ صَرِيحُ الْإِيمَانِ : "Beberapa sahabat Rasul datang dan bertanya kepada beliau, “Sungguh, kami mendapatkan dalam diri kami ( bisikan setan ) yang kami merasa berat untuk mengucapkannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Apakah kalian telah mendapatkan bisikan tersebut?” , Para sahabat menjawab, “Ya.”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Itulah tanda keimanan yang jelas.” ( HR. Muslim)

Sahabat Nabi ﷺ pun pernah merasakan cemas bagaimana dengan kita yang hidup jauh dari zaman Rasulullah ﷺ , oleh karena itu cara yang baik untuk menghilangkan rasa was-was dan cemas yaitu dengan : bersitigfar dan meminta perlindungan dari Allah - عز وجل , dan tidak menceritakan dan melakukan keraguan yang terbetik dalam hatinya, tetapi menolak perasaan itu dan membantahnya, dengan izin Allah - عز وجل - rasa was-was itu akan hilang.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

4-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus. Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan

Tafsir Ringkas Kemenag