Surat An-Nazi’at Ayat 34

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ

Arab Latin: Fa iżā jā`atiṭ-ṭāmmatul-kubrā

Terjemahan Arti: Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

TERJEMAH TAFSIR

34-36. Dan apabila hari kiamat kubra dengan kesulitannya yang berat telah tiba yang ditandai dengan tiupan sangkakala kedua, Saat itu diperlihatkan kepada manusia amal amalnya yang baik dan yang buruk,dia pun mengingatnya dan mengakuinya, Neraka jahanam ditampakan bagi setiap orang yang memandang yang dapat dilihat dengan mata kepala.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

34-35. Apabila malapetaka besar yaitu hari kiamat itu sudah tiba, hari ketika manusia mengingat semua amal baik dan buruknya di dunia.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

34-36. Kemudian Allah kabarkan keadaan orang-orang yang sengsara pada hari kiamat; Allah berkata : Maka jika telah datang hari kiamat besar (wahai manusia !) dan bencana yang besar secara umum, ketahuilah bahwasanya itu adalah tiupan yang kedua. Pada hari itu kondisinya sangat menakutkan, manusia sibuk (atas pertanggung jawaban) urusannya yang telah berlalu (di dunia) dari yang buruk maupun yang baik. Dan ditampilkan amalan-amalannya untuk dibalas atas apa yang (mereka) amalkan di dunia. Pada hari itu, ahli surga mengetahui tempat-tempat tinggalnya masing-masing, dan ahli neraka mengetahui pula. Pada kondisi itu nampak neraka dan ditampakkan bagi orang-orang yang melihatnya. Dan bagi para pendosa, melihat (neraka) dengan mata kepalanya sendiri.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

34. Dan apabila datang tiupan kedua yang menghancurkan semuanya sebagai tanda datangnya hari kiamat.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

(Ayat 34-36)
Maknanya, bila kiamat besar dan huru-hara besar telah tiba yang menyebabkan semua huru-hara lain menjadi kecil dibanding dengannya, pada saat itu, orang tua tidak lagi ingat anaknya, seseorang tidak lagi ingat pada temannya, semua orang yang mencintai tidak lagi ingat pada kekasih yang dicintainya, “manusia (hanya) teringat akan apa yang telah dikerjakannya,” baik dan buruknya selama di dunia. Masing-masing menghrapkan kebaikannya ditambah meski seberat biji atom. Manusia mengetahui kala itu bahwa modal keuntungan dan kerugiannya adalah perbuatan yang telah dilakukan semasa di dunia. Semua sebab dan ikatan di dunia terputus, kecuali amal perbuatan. “Dan diperlihatkan di neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat,” yakni dijadikan jelas dan nyata bagi setiap orang. Telah disiapkan bagi penghuninya dan siap untuk menyambar mereka seraya menanti perintah Rabbnya.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Setelah Allah menyebutkan berbagai kenikmatan dan keindahan dunia pada ayat-ayat sebelumnya, menjadi pertanyaan bagi kita, apakah semua itu akan terus berlanjut dan akan terus bertambah ataupun berkembang, apakah langit dan bumi akan terus ada ? tentunya tidak, sebagaimana yang Allah katakan pada ayat ini :

{ فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ } Dan apabila saatnya kiamat telah tiba, maka kehidupan dibumi ini akan berakhir, kiamat datang untuk menghancurkan segala-galanya, peristiwa yang sangat mengerikan yang belum pernah ada sebelumnya dan peristiwa inilah peristiwa kehancuran yang paling besar, semua yang ada dibumi akan musnah.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman:
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى “Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang.” Ini adalah terjadinya kiamat, disebut dengan Thaammah (malapetaka yang sangat besar.) karera ia adalah bencana besar yang membinasakan semua yang ada sebelumnya. Al-Kubra: maknanya: Lebih besar daripada semua bencana.

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Ketika itu seorang ibu lalai terhadap anaknya, demikian pula kawan, ia juga lalai terhadap kawannya dan orang yang cinta juga lalai kepada kekasihnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

34-36. Maka apabila malapetaka besar hari kiamat telah datang dengan hancurnya alam semesta. Yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk. Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat

Tafsir Ringkas Kemenag