Surat Ali ‘Imran Ayat 175

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Innamā żālikumusy-syaiṭānu yukhawwifu auliyā`ahụ fa lā takhāfụhum wa khāfụni ing kuntum mu`minīn

Artinya: Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

« Ali 'Imran 174Ali 'Imran 176 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Tentang Surat Ali ‘Imran Ayat 175

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 175 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam tafsir mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi bermacam penjelasan dari kalangan mufassir terkait isi surat Ali ‘Imran ayat 175, misalnya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya pihak yang melemahkan semangat kalian dalam hal itu hanyalah setan yang datang kepada kalian untuk menakut-nakuti kalian terhadap para pengikutnya, maka janganlah kalian takut terhadap kaum musyrikin, karena sesungguhnya mereka itu manusia-manusia lemah yang tidak memiliki satupun penolong bagi mereka. Dan takutlah kalian hanya kepadaKU dengan melaksanakan ketaatan kepadaKU, bila kalian memang orang-orang yang beriman kepadaKU dan mengikuti rasulKU.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

175. Allah memperingatkan orang-orang beriman dari orang-orang yang manakut-nakuti mereka dari para musuh -kaum musyrikin- agar menjadi takut. Mereka itu tidak lain hanyalah para penolong setan, maka janganlah kalian takut dari orang-orang musyrik, namun takutlah kalian hanya kepada Allah jika kalian beriman kepada-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

175. Sesungguhnya yang menakut-nakuti kalian itu hanyalah setan. Dia menakut-nakuti kalian melalui para pendukung dan kawan-kawannya. Oleh karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka. Karena mereka tidak mempunyai daya dan upaya sedikitpun. Tetapi takutlah kalian kepada Allah saja dengan senantiasa patuh kepada-Nya, jika kalian benar-benar beriman kepada-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

175. إِنَّمَا ذٰلِكُمُ (Sesungguhnya mereka itu)
Yakni yang selalu menghalangi kalian wahai orang-orang yang beriman.

الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ (lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya)
Maknanya adalah bahwa syaitan menakut-nakuti orang beriman dari para kawannya yaitu orang-orang kafir. Akan tetapi maksud dari kawan-kawannya adalah dari golongan syaitan itu sendiri jika dilihat dari sisi was-was yang timbul darinya.
Dan pendapat lain mengatakan yang dimaksud dalam ayat adalah orang Arab badui yang menyampaikan kepada orang orang beriman ancaman dari Abu Sufyan.

فَلَا تَخَافُوهُمْ (karena itu janganlah kamu takut kepada mereka)
Yakni jangan takut kepada orang-orang kafir karena mereka termasuk kawan-kawan syaitan. Allah malarang mereka dari ketakutan dari orang-orang kafir agar tidak pengecut ketika melawan mereka dan enggan untuk keluar berperang.

وَخَافُونِ (tetapi takutlah kepada-Ku)
Yakni maka lakukanlah apa yang Aku perintahkan kepada kalian dan tinggalkan apa yang Aku larang.
Dan Aku yang lebih berhak untuk ditakuti dan diperhatikan perintah dan larangan-Nya karena kebaikan dan keburukan berada di tangan-Ku.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

175. Wahai orang-orang mukmin, sesungguhnya orang yang menakut-nakuti kalian dengan berkata: “Sesungguhnya orang-orang musyrik” itu adalah setan yang menakut-nakuti orang mukmin dengan para penolongnya yang musyrik supaya kalian melarikan diri dari mereka, yaitu setan itu menakut-nakuti kalian dengan para penolongnya. Maka janganlah takut dengan orang-orang kafir, sesungguhnya mereka adalah para penolong setan yang hanya memberi petunjuk kepada kebathilan, namun takutlah kepadaKu dengan menjalankan perintahKu dan jangan sampai mengingkarinya, serta tingalkanlah perkara yang Aku larang, jika kalian benar-benar orang mukmin.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya mereka} sesungguhnya yang menakut-nakuti kalian {itu setan yang menakut-nakuti dengan teman-teman setianya.} menakuti kalian dengan para teman-temannya yang kafir {Maka janganlah takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kalian orang-orang mukmin


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

175. Kemudian Allah berfirman, ”sesungguhnya mereka itu tidaklah lain hanyalah setan yang menakut-nakuti kamu dengan kawan-kawanya orang-orang qurais,” maksudnya, sesungguhnya ancaman seseorang dari kaum musyrikin bahwa mereka, ”telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, ” adalah salah seorang penyeru setan, dimana para wali setan itu menakut-nakuti orang-orang yang tidak memiliki iman dihati mereka atau iman mereka lemah.
“Karena itu janganlah kamu takut kepad mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman,” maksudnya, janganlah kalian takut kepada kaum Musyrikin yang merupakan wali-wali setan, karena sesungguhnya nasib-nasib mereka ada di tangan Allah, dimana mereka tidak mampu untuk bertindak kecuali dengan takdirNya, akan tetapi takutlah kepada Allah yang akan membela wali-waliNya yang takut kepadaNya dan memenuhi panggilanNya.
Dalam Ayat ini mewujibkan takut kepada Allah semata dan bahwa takut itu adalah konsekuensi iman. Karena setinggi tingkat kadar keimanan seorang hamba maka setinggi itu pulalah kadar takutnya kepada Allah. takut yang terpuji adalah dapat menghalangi seorang hamba dari hal-hal yang di haramkan oleh Allah.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 169-175
Allah SWT memberitahukan tentang para syuhada bahwa meskipun mereka terbunuh di dunia ini, maka jiwa mereka tetap hidup dan diberi rezeki di rumah yang menetap (surga) di akhirat.
Diriwayatkan dari Masruq, dia berkata,”Kami bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud tentang ayat ini, (Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki (169)) Dia menjawab, "Sesungguhnya kami telah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal ini, dan beliau bersabda, “Ruh mereka berada di dalam rongga burung hijau yang mempunyai banyak pelita yang bergantungan di 'Arsy, ia dapat keluar masuk surga sesuka hati kemudian beristirahat lagi di pelita-pelita itu, kemudian Tuhan mereka menengok mereka seraya berkata: “Apakah kalian menginginkan sesuatu? “ Mereka menjawab, “Apa lagi yang kami inginkan kalau kami sudah dapat keluar masuk ke surga sesuka hati kami? “ Lalu Allah terus mengulangi pertanyaan itu hingga tiga kali. Ketika mereka melihat kalau mereka tidak akan ditinggalkan sebelum menjawab pertanyaan itu, maka merekapun menjawab, “Wahai Tuhanku, kami menginginkan ruh kami dikembalikan lagi ke jasad kami hingga kami dapat berperang lagi di jalanMu untuk kesekian kalinya.” Ketika Allah melihat kalau mereka tidak lagi membutuhkan sesuatu, akhirnya mereka ditinggal pergi"
Firman Allah SWT, (Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (170)) yaitu para syuhada yang terbunuh di jalan Allah hidup di sisi Tuhan mereka, mereka senang dengan apa yang mereka dapatkan berupa nikmat dan kebahagiaan, dan mereka juga bersukacita dengan orang-orang yang syahid di jalan Allah setelah mereka, yaitu orang-orang yang akan datang setelah mereka dan juga tidak merasa khawatir terhadap apa yang akan terjadi di masa depan, dan tidak merasa sedih atas apa yang mereka tinggalkan sebelumnya. Semoga Allah SWT memberi kita semua surga
Kemudian Allah berfirman: (Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman (171)) Muhammad bin Ishaq berkata: “Mereka bersukacita dan merasa senang saat mereka menyaksikan pemenuhan janjiNya dan pahala yang melimpah”.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa ayat ini mengumpulkan seluruh orang mukmin, termasuk para syuhada’ dan yang lainnya. Jarang sekali Allah menyebutkan karuniaNya kepada para nabi dan pahala yang Dia berikan kepada mereka, kecuali untuk orang-orang mukmin setelah mereka.
Firman Allah SWT: ((Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka) Ini terjadi pada hari perang Hamra’ Al-Asad, ketika orang-orang musyrik ditimpa sesuatu yang telah menimpa orang-orang muslim. Mereka kembali ke kampung halaman mereka. Ketika mereka melanjutkan perjalanan, mereka menyesal mengapa mereka tidak melanjutkan penyerangan ke Madinah, Ketika berita itu sampai Rasulullah SAW, beliau mengutus wakil kaum muslim untuk mengikuti mereka dari belakang untuk menakut-nakuti mereka dan menunjukkan kekuatan mereka. Tidak ada satupun orang yang mendapatkan izin kecuali orang yang ada pada tempat itu pada hari perang Uhud, kecuali Jabir bin Abdullah, seperti yang akan kami sebutkan nanti. Lalu orang-orang muslim bangkit dari luka dan kekalahan sebagai bentuk ketaaatan kepada Allah dan RasulNya.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah (orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (173)) ‘Aisyah berkata kepada ‘Urwah, "Wahai saudaraku, ayahmu termasuk di antara mereka, (Az-Zubair dan Abu Bakar) ketika Rasulullah SAW mengalami kekalahan di hari perang Uhud, dan orang-orang musyrik mundur dari pertempuran, Rasulullah SAW khawatir mereka akan kembali, lalu beliau bersabda, “Siapa yang akan kembali melihat jejak mereka?” Kemudian tujuh puluh orang dari mereka, termasuk Abu Bakar dan Zubair, mengajukan diri untuk melakukan itu"
Firman Allah SWT: (orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka) yaitu orang-orang yang diperingatkan untuk berkumpul, dan ditakut-takuti dengan jumlah musuh yang banyak, Akan tetapi mereka tidak peduli dengan itu, bahkan bertawakal kepada Allah, dan memohon pertolongan kepadaNya. Mereka berkata, (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung) itu telah diucapkan oleh nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api, dan nabi Muhammad SAW ketika orang-orang berkata kepada mereka, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, jadi takutlah terhadap mereka". Kemudian iman mereka bertambah dan berkata (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)
Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: (Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa) yaitu ketika mereka berserah diri kepada Allah, Cukuplah Dia bagi mereka yang memelihara mereka dari bahaya orang yang ingin mengikat mereka. Lalu mereka kembali ke negeri mereka (dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa) dari sesuatu yang disembunyikan oleh musuh mereka kepada mereka (mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar)
Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya) yaitu membuat khawatir pengikutnya dan menimbulkan rasa takut terhadap musuh-musuh mereka, bahwa merekalah yang mengalami kerugian dan penderitaan. Allah SWT berfirman, (karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman) yaitu jika setan menggoda dan membuat kalian takut , maka bertawakallah kepadaKu, dan mohon perlindunganlah kepadaKu, maka cukuplah Aku bagi kalian sebagai penolong kalian atas mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah?) sampai ayat (Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri) (Surah Az-Zumar: 36-38) dan (dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah) (Surah An-Nisa’: 76)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 175: Yang demikian, tidak lain melainkan setan hendak menakut-nakuti pengikut-pengikutnya. Lantaran itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika memang kamu itu orang-orang yang beriman.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dalam ayat ini terdapat perintah untuk takut hanya kepada-Nya saja dan bahwa hal itu termasuk konsekwensi keimanan. Takutnya seorang hamba kepada Allah sejauh mana keimanannya dan takut yang terpuji adalah takut yang menghalangi hamba dari berbuat maksiat kepada Allah Azza wa Jalla.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 175

Ketahuilah, wahai kaum mukmin, sesungguhnya mereka hanyalah setan yang berusaha untuk menakut-nakuti kamu dengan teman-teman setianya menebarkan rasa takut dalam hati orang-orang beriman, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka dan terpengaruh oleh ucapan mereka, tetapi takutlah kepada-ku yang mahakuasa lagi mahaperkasa, yang memiliki kekuatan tak terkalahkan, jika kamu orang-orang beriman dan yakin akan pertolongan-ku setelah menjelaskan pujian kepada orang-orang mukmin yang giat memenuhi panggilan rasul, pada ayat ini Allah mengecam tindakan orang-orang munafik yang bergegas dalam kekufuran sehingga menimbulkan rasa cemas di hati rasulullah. Karenanya Allah menghibur nabi. Dan janganlah engkau, wahai nabi Muhammad, dirisaukan oleh tingkah laku orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir, yang tenggelam dalam kesesatan dan terus-menerus dalam penyimpangan. Sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah, akan tetapi tindakan mereka pada hakikatnya merugikan diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberi bagian pahala kepada mereka di akhirat berupa kenikmatan dan surga, dan mereka akan mendapat azab yang besar berupa siksa yang pedih di akhirat sebagai balasan atas kejahatan yang mereka lakukan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penjelasan dari beragam ulama tafsir mengenai makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 175 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita bersama. Sokong perjuangan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Terbanyak Dikunjungi

Kaji berbagai materi yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Fatihah 4, Al-Anbiya 30, An-Nisa, Al-Fatihah 5, Al-Muthaffifin, An-Nahl 114. Juga At-Taubah, At-Tin 4, Ali ‘Imran 190, Al-A’raf 54, Al-Humazah, Al-Ma’idah 48.

  1. Al-Fatihah 4
  2. Al-Anbiya 30
  3. An-Nisa
  4. Al-Fatihah 5
  5. Al-Muthaffifin
  6. An-Nahl 114
  7. At-Taubah
  8. At-Tin 4
  9. Ali ‘Imran 190
  10. Al-A’raf 54
  11. Al-Humazah
  12. Al-Ma’idah 48

Pencarian: surat 10 ayat 9, makna surat ar ra'd ayat 11, ayat surat ar rahman, al baqarah ayat 143 menjelaskan tentang, surat al isra ayat 33

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: