Surat Al-Qari’ah Ayat 7

فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ

Arab-Latin: Fa huwa fī 'īsyatir rāḍiyah

Artinya: Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

« Al-Qari'ah 6Al-Qari'ah 8 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Mengenai Surat Al-Qari’ah Ayat 7

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qari’ah Ayat 7 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam kandungan berharga dari ayat ini. Ditemukan bermacam penjelasan dari para mufassirun berkaitan kandungan surat Al-Qari’ah ayat 7, misalnya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6-7. Maka barangsiapa timbangan kebaikannya lebih berat, Maka dia berada dalam kehidupan yang diridhai di dalam surga.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

7. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan yang mereka dapati di dalam Surga.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

7. فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍ ؕ‏ (maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan)
Yakni kehidupan yang memuaskan bagi orang tersebut. Dan yang dimaksud dengan kehidupan yakni segala kenikmatan yang ada di surga.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

6-7. Adapun orang yang kebaikannya lebih berat daripada keburukannya maka dia di surga dalam kehidupan yang penurh keridhaan dan kebahagiaan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan} kehidupan yang diridhai di surga


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6-7. “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,” yaitu yang kebaikan-kebaikannya lebih berat melebihi keburukan-keburukannya, “maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan,” di dalam surga penuh kenikmatan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-11
Al-Qari'ah adalah salah satu hari kiamat, seperti Al-Haqqah, Ath-Thammah, Ash-Shakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lainnya.
Kemudian Allah SWT menggambarkan tentang kedahsyatan dan kengeriannya: (Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)) Kemudian Dia menjelaskannya dengan firmanNya: ((yaitu) pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran (4)) yaitu mereka menyebar tercerai-berai, ke sana kemari karena kebingungan atas apa yang mereka alami, seakan-akan mereka anai-anai yang bertebaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) (Surah Al-Qamar: 7)
Firman Allah SWT: (dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (5)) yaitu, gunung-gunung di hari itu seakan-akan seperti bulu domba yang dihambur-hamburkan sehingga lenyap dan porak-poranda.
Qatadah berkata tentang firmanNya, "Al-'ihni" bahwa maknannya adalah adalah bulu domba.
Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang apa yang akan dialami orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka, yang adakalanya di tempat yang mulia atau tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan mereka. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya (6)) yaitu, timbangan kebaikannya lebih berat daripada timbangan keburukannya (maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (7)) yaitu di surga (Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya (8)) yaitu timbangan keburukannya lebih berat daripada timbangan kebaikannya.
Firman Allah: (maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah (9)) Dikatakan bahwa maknanya adalah terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah, yaitu neraka Jahanam.
Diriwayatkan dari Qatadah, dia berkata bahwa maknanya adalah neraka, dan neraka itu adalah tempat kembali mereka. Oleh karena itu Allah berfirman seraya menjelaskan tentang Hawiyah, yaitu. (dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) (Yaitu) api yang sangat panas (11))
Firman Allah: ((Yaitu) api yang sangat panas (11)) yaitu amat sangat panas dan sangat kuat nyala dan gejolak apinya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Api Bani Adam yang biasa kalian nyalakan merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahanam”


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Orang-orang yang timbangan amalan kebaikannya lebih berat daripada amalan keburukannya, { فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ } maka akan menjalani kehidupannya dengan penuh kebaikan dan memuaskan, dia ridho dengan amalan yang telah ia perbuat didunia, maka dengan amalan tersebut segala urusannya akan dimudahkan, dan dengannya pula dia akan bahagia.

Maka sesorang tidak akan mengambil manfaat dari amalan dan segala kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, bahkan orang-orang yang paling dekat dengannya sekalipun tidak mampu memberikan kepadanya, sebagai contoh : seseorang menginginkan satu kebaikan dari ayahnya, dan dari ibunya, dan dari saudaranya, serta kerabat-kerabat lainnya, mereka semua tidak akan mampu menjadi penolong untuknya pada hari kiamat, setiap orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing, tidak akan melirik kepada orang-orang selainnya, setiap orang akan berkata : diriku.. diriku..

karena sesungguhnya untuk selamat dari fitnah hari kiamat tidak akan tercapai melainkan hanya dengan amalan shalih yang diperbuat oleh setiap manusia, tidak dengan harta, atau dengan jabatan, atau dengan kekuasaan dan kekuatan, dan tidak pula dengan garis keturunan yang terhormat dikalangan masyarakat, keselamatan di akhirat akan diraih hanya dengan amalan kebaikan.

Maka tidak sebaiknya sesorang menggantungkan harapannya kepada orang lain, atau kepada teman-teman dan sahabatnya, juga tidak bergantung kepada sanak keluarga, kalaupun sekiranya dia mendapat dukungan dari sanak keluarganya ketika didunia, akan tetapi beda halnya ketika hari kiamat telah mengambil gilirannya untuk menghakimi seluruh ummat manusia, setiap orang akan bersama dengan malannya masing-masing, Allah - عز وجل - berfirman : { يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ , وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ , وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ , لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ } ( Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya , Dari ibu dan bapaknya , Dari istri dan anak-anaknya , Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. ) [ Abasa : 34-37 ] .

Setiap jiwa akan sibuk dengan dirinya sendiri dan bertanya-tanya : apakah dia akan selamat atau tidak, Allah - تعالى - berfirman : { يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ } ( (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah ) [ Al-Infitar : 19 ] . Dan Allah mengatakan : { وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا } ( Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain ) [ Al-Baqarah : 48 ] .


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

6-7. Allah Ta'ala membagi manusia menjadi dua golongan:
Golongan pertama: Orang-orang yang timbangannya berat yaitu orang yang kebaikan-kebaikannya lebih berat dari pada keburukan-keburukannya.
Yang kedua: Orang-orang yang timbangannya ringan, yaitu orang yang timbangan keburukannya lebih berat dari kebaikannya, atau orang yang pada dasarnya tidak memiliki kebaikan sama sekali seperti kondisinya orang kafir, Allah Ta'ala berfirman: فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ "101:6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan." Kata العِيشَة [al-'Iisyah] diambil dari kata العِيْش [al-'Iisyu] yang artinya kehidupan, dikatakan: عَاشَ الرَّجُلُ زَمَناً طَوِيْلًا ['Aasyar rajulu zamanan thawiilan: Laki-laki itu hidup dengan waktu yang panjang] makna ia menetap dan hidup di waktu yang lama. Kata العِيشَة [al-'Iisyah] di sini dengan bentuk wazan فِعْلَة [Fi'lah] yang menunjukkan keadaan (atau kondisi) bukan masdar. Sedangkan masdar yang menunjukkan perbuatan itu dilakukan sekali, katakanlah عَيْشَة ['Aisyah]. Sedangkan jika anda mengatakan 'Iisyah maka dia menunjukan kondisi atau keadaan (suatu perbuatan) Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Malik Rahimahullaah:

وَفَعْلَةٌ لِمَرَّةٍ كَجَلْسَةٍ وَفِعْلَةٌ لِهَيْئَةٍ كَجِلْسَةٍ

Dan bentuk فَعْلَةٌ [fa'latun] untuk menjelaskan sekali (pekerjaan itu dilakukan) seperti جَلْسَة [Jalsatin: Sekali duduk]..
Sedangkan bentuk فِعْلَةٌ [fi'latun] untuk menjelaskan keadaan (perbuatan) seperti جِلْسَةٍ [Jilsatin: Keadaan duduk].

Makna (al-'Iisyah ar-radhiyah) adalah dia dalam keadaan hidup yang baik.

رَاضِيَةٍ dikatakan bahwa kata ini adalah isim fa'il (kata yang menunjukkan pelaku perbuatan) yang bermakna isim maf'ul (kata yang menunjukkan yang dikenakan perbuatan), artinya: (kehidupan) yang diridhai di katakan juga: kata tersebut adalah isim fa'il yang menunjukkan penisbatan, artinya: (kehidupan) yang memiliki keridhoan (memuaskan). Kedua makna tadi sama saja. Maknanya yaitu: kehidupan yang baik yang tidak ada di dalamnya gangguan, kegaduhan dan kesusahan. Kehidupan yang sempurna dari segala sisinya. Yang dimaksud disini adalah kehidupan di surga, semoga Allah menjadikan kita di antara mereka.

Inilah kehidupan yang tidak dinodai dengan kesulitan sedikit pun, mereka tidak akan keluar darinya, tidak akan merasa sedih dan takut. Pada puncak kehidupan yang ternikmat, terbaik dan kondisi termenyenangkan. Itulah kehidupan yang memuaskan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Qari’ah ayat 7: 6-7. Allah mengabarkan bahwa siapa yang timbangan amalan kebaikannya lebih dominan, maka Allah tambahkan kebaikannya di atas keburukan. Dan ia dalam kehidupannya menjadi manusia yang diridhai masuk dalam surga, merasa nyaman pandangannya, dan dirinya bergembira.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qari’ah Ayat 7

6-7. Maka adapun orang yang berat timbangan kebaikan-Nya, baik berupa ibadah ritual maupun sosial yang dikerjakan dengan ikhlas, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan membahagiakan. Itulah surga yang penuh nikmat. 8-9. Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-Nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan, maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah bermacam penafsiran dari banyak ulama tafsir terhadap makna dan arti surat Al-Qari’ah ayat 7 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi kita. Dukunglah dakwah kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Paling Sering Dicari

Telaah banyak materi yang paling sering dicari, seperti surat/ayat: Al-Fil, Inna Lillahi, Alhamdulillah, Al-‘Alaq, Al-Bayyinah, At-Tin. Ada pula Al-Baqarah 183, Al-Fath, Ali ‘Imran 159, Yusuf 4, Al-Ma’un, Al-Insyirah.

  1. Al-Fil
  2. Inna Lillahi
  3. Alhamdulillah
  4. Al-‘Alaq
  5. Al-Bayyinah
  6. At-Tin
  7. Al-Baqarah 183
  8. Al-Fath
  9. Ali ‘Imran 159
  10. Yusuf 4
  11. Al-Ma’un
  12. Al-Insyirah

Pencarian: ayat tentang akidah, al insyirah 5, surah at taubah ayat 122 latin, ali imran 156, mujadilah ayat 11

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: