Surat Al-Bayyinah Ayat 6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Tafsir Al-Mukhtashar

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan Yahudi, Nasrani dan Orang-orang Musyrik, mereka akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam pada hari kiamat dan mereka kekal di dalamnya, mereka itulah seburuk-buruknya makhluk, karena mereka kufur kepada Allah dan mendustakan rasul-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang kafir dari kalangan orang-orang yahudi, nasrani dan kaum musyrikin berada dalam api neraka jahanam, mereka kekal didalamnya. Mereka adalah makhluk yang paling buruk.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian dijelaskan dalam ayat ini balasan orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik, dan balasan bagi orang-orang beriman pada ayat setelahnya, Allah - عز وجل - berfirman : { إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ } .

{ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ } Perhatikanlah, mereka berbuat kekafiran padahal mereka adalah ahl kitab !! itu dikarenakan mereka tidak mengikuti kitab yang Allah turunkan kepada mereka, dan tidak pula mereka mengamalkan apa yang diperintahkan didalamnya, mereka adalah kaum Yahudi dan Nashrani.

Dan musyrikin adalah orang yang menyembah berhala, pohon-pohon, dan batu-batu, dan juga api sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok majusi.
{ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ } DIsebutkan "Ahli kitab" dan "Musyrikin" tanpa dipisahkan antara keduanya, dan sebagian da'i mengatakan : bahwa ada perbedaan antara "Ahli kitab" dan "musyrikin" dari segi balasan... betul ada perbedaan diantara keduanya dalam hal hukum syari'at, akan tetapi dari segi balasan dan ganjaran tidak ada perbedaan antara mereka disisi Allah, mereka semua adalah orang-orang kafir, mereka adalah penghuni neraka, padahal mereka adalah Ahli kitab !! tetapi jika mereka tidak tunduk kepada perintah yang ada dalam kitab itu mereka akan bersama para penghuni neraka.

{ نَارِ جَهَنَّمَ } Mereka ( Yahudi dan Nashrani ) akan dimasukkan kedalam neraka jahannam, "Jahannam" : adalah salah satu tingkatan dari tingkatan-tingkatan neraka yang Allah cipatakan, karena Allah - عز وجل - telah menciptakan neraka beberapa tingkatan yang sangat rendah, sebagaimana surga diciptakan dengan tingkatan-tingkatannya yang sangat tinggi, surga adalah tempat yang sangat tinggi diakhirat, sedangkan neraka adalah tempat kembali yang paling rendah.

Lalu apakah ahli kitab dan musyrikin itu akan tinggal didalam neraka selama satu hari, atau dua hari, atau bahkan cuman satu bulan atau satu tahun ? tentu tidak { خَالِدِينَ فِيهَا } bahkan mereka akan tinggal di neraka itu kekal selamanya, azab yang sangat pedih akan mereka rasakan selamanya didalam neraka jahannam, tidak ada harapan bagi mereka untuk bisa selamat dan keluar dari neraka itu, semua itu merupakan balasan atas kekafiran yang telah mereka lakukan didunia, kemudian Allah ﷻ mengatakan : { أُولَٰئِكَ } Dan orang-orang kafir itu { شَرُّ الْبَرِيَّةِ } adalah seburuk buruknya ciptaan, biarlah mereka mengatakan : bahwasanya Yahudi dan Nasrani saat ini telah maju dan berkembang dari segi teknologi, mereka telah merubah peradaban dunia dan terus naik dan memiliki kekuasaan yang besar di seluruh dunia, tetapi semua itu tidak ada nilainya disisi Allah - عز وجل - , mereka akan kekal selamanya di neraka, kesuksesan apapun yang telah mereka raih di dunia tidak akan bermanfaat diri mereka sendiri, walaupn dunia memuji mereka dengan gelar "manusia terbaik" dengan berbagai kecanggihan dan tehnologi yang mereka ciptakan , tetapi pada hakikatnya mereka adalah makhluk ciptaan yang paling buruk dan paling hina.

Tafsir Hidayatul Insan

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan balasan orang-orang kafir setelah bukti yang nyata datang kepada mereka.

Azab dan siksaannya meliputinya.

Tanpa diringankan azab mereka.

Karena mereka telah mengetahui yang hak namun mereka tinggalkan sehingga mereka rugi di dunia dan akhirat.

Tafsir Kemenag

Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka jahanam dengan bermacam siksa pedih di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk keluar, bahkan untuk sekadar sejenak lepas dari siksa. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. Allah telah mem-beri mereka peringatan, tetapi mereka enggan mengindahkannya. Dia tidak akan menyiksa seseorang kecuali setelah memberinya peringatan. 7. Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dengan iman yang benar dan mengerjakan kebajikan dengan ikhlas dan sesuai ketetentuan syariat, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Mereka adalah makhluk yang Allah kehendaki untuk menjadi khalifah di bumi.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018

Surat Albayyinah Ayat 6