Surat Asy-Syams Ayat 8

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Tafsir Al-Mukhtashar

8. Lalu kami ilhamkan kepadanya keburukan agar menjauhinya dan kebaikkan agar menjalankannya tanpa belajar dulu.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu Allah menjelaskan untuknya jalan keburukan dan jalan kebaikan,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Jiwa itu terbagi menjadi dua macam, jiwa yang rusak karena keluar dari ketaatan kepada Allah ﷻ , atau jiwa yang bersih dengan ketaqwaanya kepada Allah, jiwa-jiwa tidak diciptakan pada kedudukan yang sama, dan ini merupakan tanda kekuasaan Allah ﷻ , Dialah yang menjadikan jiwa-jiwa itu dalam ketaqwaan atau kefasikan.

Setiap jiwa diciptakan dalam keadaan suci dari dosa, akan tetapi pemiliknya lah yang merubahnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah : (( كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ )) “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” [ Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi ] .

Jika tarbiyah seseorang itu baik maka akan baik pula jiwanya, tetapi jika tarbiyahnya rusak maka akan rusak jiwanya, oleh sebab itu mengambil sebab kebaikan itu wajib dilakukan untuk menjadikan jiwa setiap insan lebih baik, perlunya tarbiyah yang baik dari kedua orang tua sejak anak usia dini, dan kesadaran dari diri sendiri untuk memperbaiki diri ketika usia telah dewasa dan berakal sehat.

Maka setiap insan harus pandai memilih jalan yang ia tempuh, apakah jalan itu baik ataukah sebaliknya, karena setiap langkah dan amalan hamba akan dipertanggung jawabkan di hari kiamat kelak, Allah berfirman : { مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ } ( Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya. ) [ Fussilat : 46 ] .

Tafsir Kemenag

Setelah menyempurnakan ciptaan jwia itu maka dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya. Jiwa manusia laksana wadah bagi nilai-nilai yang diembannya. Jiwa bisa menjadi baik atau buruk tergantung nilai mana yang manusia pilih dan aktualisasikan. 9. Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa itu dan menyucikannya dari segala keko'toran seperti syirik, kufur, takabur, iri, dengki, kikir, tamak, dan sebagainya, lalu menghiasinya dengan sifat-sifat baik seperti iman, ikhlas, sabar, syukur, dan sebagainya.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018

Tafsir As Syams Ayat 8