Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Asy-Syams Ayat 6

وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا

Arab-Latin: Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā

Terjemah Arti: Dan bumi serta penghamparannya,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-10. Allah bersumpah dengan matahari dan waktu siangnya, dan waktu terbitnya (waktu dhuha). Allah bersumpah Juga dengan rembulan yang mengikutinya dalam terbit dan terbenam, Allah bersumpah Juga dengan siang yang melenyapkan dan mengangkat kegelapan, Allah bersumpah Juga dengan malam saat ia menutupi bumi sehingga ia pun gelap, Allah bersumpah Juga dengan langit dan bangunannya yang kokoh. Allah bersumpah Juga dengan bumi dan hamparannya, Allah bersumpah Juga dengan setiap jiwa yang Allah ciptakan dengan sempurna untuk menunaikan tugasnya, Lalu Allah menjelaskan untuknya jalan keburukan dan jalan kebaikan, Sungguh beruntung siapa yang menyucikannya dan menumbuhkan nya dengan kebaikan, Dan sungguh merugi siapa yang menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6. Dan bersumpah dengan bumi dan bersumpah dengan hamparannya agar manusia bisa menghuninya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

5-6. Dan demi langit dan Dzat yang membangunnya yaitu Allah SWT, itu adalah bukti keberadaanNya, dan demi bumi dan Dzat yang membentangkannya dan membuatnya layak untuk ditempati

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

1-8. Allah memulai surat ini dengan keimanan; Dimana Allah bersumpah dengan matahari dan sinarnya, yaitu waktu naiknya setelah munculnya. Allah juga bersumpah dengan bulan ketika mengikuti matahari, ketika matahari tenggelam, bulan muncul. Allah bersumpah dengan siang ketika nampak jelas dengan cahayanya dan sinarnya dan menyingkap kegelapan. Allah bersumpah dengan malam jika telah menyelimutinya, dan kegelapan yang ada padanya. Allah juga bersumpah dengan langit dan aturan-aturan Allah atas makhluknya dan Ia lah yang menguasai. Allah bersumpah dengan bumi dan hamparannya dari semua arah. Allah bersumpah atas setiap jiwa yang Allah ciptakan dan sempurna ciptaan-Nya. Dan Allah lah yang mengetahui keadaan ciptaan-Nya dan apa yang baik maupun yang buruk.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-6. Allah bersumpah dengan ayat-ayat agung ini atas jiwa yang beruntung dan jiwa-jiwa lain yang keji seraya berfirman, “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,” yakni, cahayanya dan manfaat yang bersumber darinya. “Dan demi bulan apabila mengiringinya,” yakni mengiringinya dalam peredaran dan cahaya. “Dan demi siang apabila menampakannya,” yaitu menampakkan segala sesuatu yang ada di atas muka bumi dan membuatnya jelas. “Dan demi malam apabila menutupinya,” yaitu menutupi permukaan bumi sehingga menjadi gelap. Silih bergantinya gelap dan terang, matahari dan rembulan di alam ini dengan keteraturan, kesempurnaan, dan memberi berbagai manfaat untuk manusia, merupakan bukti terbesar bahwa Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa atas segala sesuatu. Maka hanya Dia-lah yang berhak disembah dan semua sembahan selainNya adalah batil. “Dan demi langit serta pembinaannya,” kemungkinan ‘Maa’ dalam ayat ini adalah kata sambung sehingga sumpah berlaku untuk langit dan bangunannya yang amat sempuna indah. Hal ini sama seperti Firman Allah, “Dan demi bumi serta penghamparannya,” yakni Allah membentangkan dan memperluasnya sehingga memungkinkan seluruh makhluk untuk memanfaatkan bumi dengan berbagai seginya.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Dan demi bumi yang luaska, Allah ﷻ berfiman : { وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ } ( Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). ) [ Az-Zariyat : 48 ] , bumi itu dihamparkan untuk manusia, mereka tidur diatsanya, berjalan, dan melakukan aktifitas sesuka mereka, dan diantara belahan bumi itu Allah menjdikannya datar agar mereka dapat berjalan diatsnya dengan baik,dan Allah tidak menjadikan seluruh bagian dari bumi itu dataran tinggi, Allah ﷻ berfirman : { وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ } ( Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? ) [ Al-Ghasyiah : 20 ] . bumi diciptakan dengan bentuk yang memudahkan bagi penghuninya mudah bergerak, agar kehidupan mereka dapat tertata dengan rapi.

{ طَحَاهَا } Allah menciptakan bumi yang luas ini semata mata untuk kemaslahatan hambanya, jikalau sekiranya bumi itu diciptakan dengan ukuran yang sempit maka manusia didalamnya akan berdesak-desakan, dan akan timbul berbagai macam permasalahan, dengan ukuran bumi yang luas ini stiap orang akan hidup ditempat yang mereka inginkan, dan mereka akan mudah mendaptkan kebutuhan hidup ang Allah rezkikan kepada mereka, semua ini merupakan tanda kebesaan dan kekuasaan Allah ﷻ .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Sehingga manusia dapat memanfaatkannya, dengan membangun bangunan di atasnya, menggarap tanahnya, menanam tanaman dan tumbuhan di atasnya dan melakukan perjalanan di atasnya meskipun keadaannya bulat.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Demi bumi serta penghamparannya sehingga menjadi tempat makhluk hidup berpijak. Karena bumi terhampar luas, manusia dapat dengan mudah berpindah dari satu ke tempat lain. 7. Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Jiwa bukan materi sebagaimana benda-benda yang disebut sebelumnya, tetapi jiwa mempunyai peran yang sangat sentral dalam memben'tuk perilaku manusia.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Asy-Syams Ayat 7 Arab-Latin, Surat Asy-Syams Ayat 8 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Asy-Syams Ayat 9, Terjemahan Tafsir Surat Asy-Syams Ayat 10, Isi Kandungan Surat Asy-Syams Ayat 11, Makna Surat Asy-Syams Ayat 12

Category: Surat Asy-Syams

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Kamu Ketahui Tentang Surat As Syams