Surat Asy-Syams Ayat 6

وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan bumi serta penghamparannya,

Tafsir Al-Mukhtashar

6. Bersumpah dengan bumi, dan bersumpah dengan dibentangkannya bumi, agar manusia bisa tinggal di atasnya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah Juga dengan bumi dan hamparannya

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan demi bumi yang luaska, Allah ﷻ berfiman : { وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ } ( Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). ) [ Az-Zariyat : 48 ] , bumi itu dihamparkan untuk manusia, mereka tidur diatsanya, berjalan, dan melakukan aktifitas sesuka mereka, dan diantara belahan bumi itu Allah menjdikannya datar agar mereka dapat berjalan diatsnya dengan baik,dan Allah tidak menjadikan seluruh bagian dari bumi itu dataran tinggi, Allah ﷻ berfirman : { وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ } ( Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? ) [ Al-Ghasyiah : 20 ] . bumi diciptakan dengan bentuk yang memudahkan bagi penghuninya mudah bergerak, agar kehidupan mereka dapat tertata dengan rapi.

{ طَحَاهَا } Allah menciptakan bumi yang luas ini semata mata untuk kemaslahatan hambanya, jikalau sekiranya bumi itu diciptakan dengan ukuran yang sempit maka manusia didalamnya akan berdesak-desakan, dan akan timbul berbagai macam permasalahan, dengan ukuran bumi yang luas ini stiap orang akan hidup ditempat yang mereka inginkan, dan mereka akan mudah mendaptkan kebutuhan hidup ang Allah rezkikan kepada mereka, semua ini merupakan tanda kebesaan dan kekuasaan Allah ﷻ .

Tafsir Hidayatul Insan

Sehingga manusia dapat memanfaatkannya, dengan membangun bangunan di atasnya, menggarap tanahnya, menanam tanaman dan tumbuhan di atasnya dan melakukan perjalanan di atasnya meskipun keadaannya bulat.

Tafsir Kemenag

Demi bumi serta penghamparannya sehingga menjadi tempat makhluk hidup berpijak. Karena bumi terhampar luas, manusia dapat dengan mudah berpindah dari satu ke tempat lain. 7. Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Jiwa bukan materi sebagaimana benda-benda yang disebut sebelumnya, tetapi jiwa mempunyai peran yang sangat sentral dalam memben'tuk perilaku manusia.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018