Surat Al-Ma’un Ayat 3

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Arab Latin: Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn

Terjemahan Arti: Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

TERJEMAH TAFSIR

Dia tidak mengajak orang lain untuk memberi makan orang yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang mencukupinya dan memenuhi kebutuhannya, bagaiman dia bisa memberi makannya sendiri.?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2-3. Pendusta itu adalah orang yang menolak dan mencegah dengan keras anak yatim untuk menerima haknya, dengan kejam. Perlu diketahui bahwa bangsa Arab Jahiliyyah tidak memberi warisan kepada perempuan dan anak kecil, dan tidak mendorong dirinya, keluarganya dan orang lain untuk memberi makan orang yang membutuhkan (makan) karena kekikiran dan kerakusan mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

2-3. Dan sebagian dari sifat manusia yang mengingkari hari kebangkitan dan pembalasan, dimana ia juga menahan (harta) anak yatim dengan kejam, dengan menjauhinya dan (perlakuannya yang) kasar, serta menahan hak waris bagi mereka (anak yatim); Dimana pada waktu itu bangsa Arab tidak mewariskan kepada perempuan dan anak kecil. Mereka berkata : Sesungguhnya yang berhak dengan warisan adakah dia yang membawa senjata dan melindungi suku (kaum). Dan dari sebagian sifat manusia-manusia pendusta bahwasanya mereka tidak menganjurkan pada selain dirinya untuk memberikan makan orang-orang miskin; Karena sebab kasih sayang telah dicabut dalam hatinya, oleh sebab itu tidak selain dirinya berbuat itu dan tidak menyeru akan perbuatan seperti itu (memberi makan orang miskin, dll.), karena masih wajar jika hanya memberlakukan bagi dirinya, (tapi mereka mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa).

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

3. Tidak mengajak dirinya dan orang lain untuk memberi makanan kepada orang-orang fakir.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Orang yang kedua adalah : Mereka yang tidak menganjurkan atau mengajak orang lain untuk memberi makan kepada orang miskin, karena orang-orang miskin memiliki hak-hak terhadap orang-orang kaya, sebagaimana Allah - عز وجل - menentukan jatah mereka pada harta zakat, bahkan kewajiban zakat sangat ditekankan dalam islam untuk kebutuhan orang-orang miskin.

Orang yang tidak mengingatkan dirinya dan tidak pula mengajak orang lain untuk berbuat baik kepada orang miskin, atau bahkan dia menentang kewajiban ini, maka mereka termasu orang-orang yang mendustakan agama.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dirinya maupun orang lain.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan dia tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin yang tidak mempunyai kecukupan untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari. Bila dia enggan mendorong orang lain untuk memberi makan dan memperhatikan kesejahteraan anak yatim, bagaimana mungkin dia, dengan kekikiran dan kecintaannya pada harta, mendorong dirinya sendiri untuk berbuat demikian'4-5. Maka binasa dan celakalah orang yang salat yang memiliki sifat-sifat tercela berikut. Yaitu orang-orang yang lalai terhadap salatnya, di antaranya dengan tidak memenuhi ketentuannya, mengerjakannya di luar waktunya, bermalas-malasan, dan lalai akan tujuan pelaksanaanya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Makan