Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Balad Ayat 5

أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

Arab-Latin: A yaḥsabu al lay yaqdira 'alaihi aḥad

Terjemah Arti: Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Apakah manusia menyangka bahwa dengan harta yang dikumpulkan nya, Allah tidak lagi berkuasa atasnya?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5. Apakah manusia mengira apabila ia melakukan kemaksiatan tidak ada seorangpun yang berkuasa atasnya atau membalas perbuatannya, meskipun itu adalah Rabb yang telah menciptakannya?

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

5. أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ (Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?)
Yakni apakah manusia mengira tidak akan dibalas oleh siapapun meski mereka melakukan berbagai keburukan, bahkan oleh Tuhannya?

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

5-6. Apakah dia menganggap bahwa tidak ada satupun yang bisa bangkit dari hal itu? Tentu saja, dan Allah itu Maha berkuasa dan mampu atas hal itu. Ayat ini diturunkan untuk Abu Asyhad bin Kaladah Al-Jamhiy yang mana dengan badannya yang kuat dia berkata: “Aku menafkahkan harta yang banyak”, untuk menunjukkan kesombongannya atas hartanya yang melimpah dan kekayaannya yang sangat banyak. Ibnu Abbas berkata: “Abu Al-Asyaddin berkata: Aku menafkahkan banyak harta untuk melawan Muhammad” Dalam hal itu dia adalah pendusta.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Kemudian Allah menjelekkan manusia yang sesat, keras kepala dan sombong dengan kekuatan (fisiknya), kemudian Allah berkata : Apakah ia menyangka bahwa manusia yang menderita (dan) yang bermaksiat ini bukan Allah yang memampukan kekuatannya? Telah dikatakan bahwa ayat ini turun ditujukan untuk Abu Asyad bin Kuldah, yang ia adalah seseorang yang melampaui batas, sombong, keras kepala dan tertipu dengan kekuatannya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4-7. Yang menjadi obyek sumpah adalah Firman Allah, “Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” Kemungkinan yang dimaksudkan adalah segala kesusahan yang menderanya ketika berada di dunia, di alam barzakh dan pada hari berlakunya kesaksian. Seharusnya manusia mengerjakan perbuatan yang bisa membuatnya terbebas dari berbagai kesusahan itu dan mengharuskannya berbahagia selama-lamanya. Bila ia tidak mengerjakannya, berarti ia senantiasa didera siksaan berat selama-lamanya.
Kemungkinan lain, makna ayat ini adalah Allah menciptakan manusia dalam bentuk dan wujud yang paling sempurna yang membuatnya mampu berbuat apa saja serta mengerjakan perbuatan-perbuatan berat. Meski demikian, manusia tetap saja tidak mau bersyukur kepada Allah atas nikmat yang agung itu. Bahkan ia merasa sombong karena diberi kesehatan serta bersikap angkuh terhadap Penciptanya. Dengan kebodohan dan kezhalimannya, ia mengira kondisi itu akan bertahan lama baginya dan dikira kekuasaannya untuk bertindak tidak akan hilang darinya. Karena itulah Allah berfirman, “Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorang pun yang berkuasa atasnya,” hingga ia pun bertindak melampaui batas dan merasa bangga atas harta yang dibelanjakan untuk keinginan-keinginan dirinya, “lalu berkata, Aku telah menghabiskan harta yang banyak,” yakni yang amat banyak, sebagian mereka diatas sebagian yang lain. Allah menyebut membelanjakan harta untuk keinginan syahwat dan maksiat dengan kata membinasakan, karena orang yang membelanjakan tersebut tidak mendapatkan guna dari harta yang dibelanjakan. Hanya ada penyesalan, kerugian, kelelahan, dan kekurangan yang didapatkan. Tidak sama seperti orang yang membelanjakan hartanya dalam keridhaan Allah dan untuk kebajikan. Karena orang tersebut pada hakikatnya melakukan perdagangan dengan Allah dan mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari harta yang dibelanjakannya. Allah berfirman seraya memberi ancaman kepada orang yang membelajakan hartanya untuk memenuhi keinginan syahwatnya didasari sifat kesombongan “apakah dia mengira tidak akan ada yang melihatnya seorangpun?”, maksudnya, apakah dia menyangka dalam perbuatannya ini bahwa sanya Allah tidak melihatnya dan menghitungnya baik kecil maupun besar? Bahkan Allah sungguh telah melihatnya, dan menjaga nya dengan memeperhatiakan perbuatanya, dan mewaakilkan hal itu kepada dua malaikat yang mulia yang masing-masing memperhatikan amalan yang baik dan yang buruk.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ أَيَحْسَبُ } Apakah manusia itu menyangka { أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ } bahwa tidak satupun yang berkuasa atasnya, apakah manusia menyangka bahwa mereka akan ditinggalkan begitu saja, dan tidak satupun dapat mengalahkanya, mereka bangga dan takjub dengan pada diri sendiri, tidak membeyangkan bagaimana dia akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya didunia,

Apakah sangkaan mereka itu benar ?! tentu tidak, karena sesungguhnya mereka dibawah kendali sang maha pencipta, boleh jadi Allah membinasakan mereka dengan perantara makhluk yang lebih kuat darinya, atau bahkan dengan makhluk yang lebih kecil sekalipun mampu membinasakan manusia atas izin Allah, maka tidak sepantasnya manusia takjub pada dirinya sendiri dan menyombongan diri kepada Allah dan kepada makhluk lainnya.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Apakah dia yang kami ciptakan dalam kepayahan itu mengira bahwa dirinya kuat dan berkuasa sehingga tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya' apakah ia mengingkari kuasa Allah, pencipta alam semesta, yang mampu menundukkan siapa pun, betapapun kuatnya'6. Dia dengan angkuh mengatakan, 'aku telah menghabiskan harta yang banyak. ' sikap ini sangat tidak terpuji, apalagi jika dia membelanjakan harta untuk memusuhi Allah dan rasul-Nya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Balad Ayat 6 Arab-Latin, Surat Al-Balad Ayat 7 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Balad Ayat 8, Terjemahan Tafsir Surat Al-Balad Ayat 9, Isi Kandungan Surat Al-Balad Ayat 10, Makna Surat Al-Balad Ayat 11

Category: Surat Al-Balad

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!