Surat Al-Balad Ayat 6

يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak".

Tafsir Al-Mukhtashar

6. Dia berkata : Aku telah infaqkan harta yang banyak tertimbun atara satu dengan yang lainnya.

Tafsir Al-Muyassar

Dia berbangga, “aku telah mengeluarkan harta yang banyak.”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan berkata : Aku telah menginfakkan harta terlalu banyak, dia menyesal dengan hartanya yang ia keluarkan dalam jumlah yang banyak, hal ini menunjukkan kenakhilannya, tidakkah ia mengetahui bahwa harta adalah ujian yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya, Allah menguji hamba-Nya dengan harta itu, apakah dia akan mempergunakannya dengan baik atau justru sebaliknya, dan harta itu akan dipertanggung jawabkan kelak dihari kiamat tentang bagaimana ia mendapatkannya dan untuk apa ia gunakan harta itu.

Harta yang dimiliki oleh anak Adam hanyalah sebatas titipan dari Allah untuk menguji hamba-Nya, dan akan tiba masanya harta itu akan kembali kepada-Nya, dan mereka yang mendapatkan titipan ini akan dimintai pertanggung jawaban dari harta itu.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا

Tafsir Hidayatul Insan

Ia bersikap melampaui batas dan berbangga diri dengan harta yang dikeluarkannya dalam jumlah besar untuk memuaskan hawa nafsunya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebut di ayat ini mengeluarkan harta untuk memuaskan hawa nafsu dan bermaksiat dengan ‘ihlaak’ (membinasakan atau menghabiskan), karena pengeluaran tersebut tidak bermanfaat bagi orang yang mengeluarkannya, bahkan hanya membuatnya menyesal, rugi, kelelahan dan membuat hartanya berkurang. Berbeda dengan orang yang mengeluarkan hartanya untuk mencari keridhaan Allah di jalan-jalan kebaikan, maka ia akan mendapatkan keuntungan dari infaknya itu dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan menggantinya dengan berlipat ganda.

Tafsir Kemenag

Dia dengan angkuh mengatakan, 'aku telah menghabiskan harta yang banyak. ' sikap ini sangat tidak terpuji, apalagi jika dia membelanjakan harta untuk memusuhi Allah dan rasul-Nya. 7. Apakah dia bermaksud pamer dengan perbuatannya itu lalu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya' tidak demikian. Semua gerak-gerik manusia, kecil maupun besar, selalu dalam pantauan Allah. Dia akan membalas sekecil apa pun perbuatan manusia.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018