Surat ‘Abasa Ayat 20

Text Bahasa Arab dan Latin

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kemudian Dia memudahkan jalannya.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Allah menjelaskan baginya jalan kebaikan dan jalan keburukan,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ السَّبِيلَ } Yaitu jalan, { يَسَّرَهُ } Dia memudahkannya dan memberinya petunjuk, dalam riwayat lain dikatakan : maksud dari jalan disini adalah : keluarnya bayi dari perut ibunya ketika dilahirkan, lalu siapa yang mengeluarkan bayi itu ? : { وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ } ( Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. ) [ An-Nahl : 78 ].

Dan dikatakan pula, bahwa maksud dari jalan disini adalah : jalan kebenaran dan jalan kesesatan, dan boleh jadi kedua makna tersebut ada benarnya : yaitu jalan keluarnya sesorang dari perut ibunya, dan jalan yang tempuh setelah keluarnya dari perut ibunya, apakah dia berjalan diatas kebenaran, atau bahkan dia berkeinginan memilih jalan yang sesat, dan tiada satu pun yang memaksanya.

Tafsir Hidayatul Insan

Memudahkan jalan maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.

Tafsir Kemenag

Setelah mewujudkan manusia dalam bentuk yang sempurna, dengan kasih sayang-Nya kemudian jalannya dia mudahkan dengan cara mengeluarkannya dari perut ibunya. Dia juga memberinya kemudahan untuk membedakan kebaikan dan keburukan agar dia memilih jalan hidupnya sendiri. 21. Kemudian setelah manusia menuntaskan hidupnya di dunia, dia mematikannya dengan mencabut rohnya dan menguburkannya untuk menjalani kehidupan baru di alam barzakh. Manusia tidak bisa menolak kematian; sebagaiamana dia diciptakan dari tanah, dia akan kembali ke tanah.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018