Surat ‘Abasa Ayat 16

Text Bahasa Arab dan Latin

كِرَامٍ بَرَرَةٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Yang mulia lagi berbakti.

Tafsir Al-Muyassar

Yang mulia akhlaknya,akhlak-akhlak dan perbuatan-perbuatan mereka baik dan suci.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Yaitu Malaikat yang mulia akhlaqnya dan berbakti serta taat atas apa yang doperintahakan kepada mereka, dan syaithon-syaithon tidak akan mampu mendekati Al-Qur'an yang diturunkan itu , Allah berfirman : { وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ , وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ , إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ } ( Dan Al Quran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan. ,
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu, dan merekapun tidak akan kuasa. , Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Quran itu. ) [ Asy- Syu'ara' : 210-212 ] , mereka benar-benar dijauhkan dari Al-Qur'an , dan hanya Malaikat yang mulia lah yang membawa Al-Qur'an .

Begitupun dengan kitab-kitab Allah lainnya juga dibawa oleh para malaikat yang mulia , dan syaithon tidak akan pernah bisa mendekatinya .

Allah menyebut malaikat itu dengan sebutan { كِرَامٍ } dari kata ( الكَرَم ) kemuliaan , yakni yang berwibawa atau bermartabat , mereka dimuliakan oleh Allah sang pencipta dan juga dimuliakan oleh hamba-hamba Allah , berbeda dengan syaithon yang sangat dihinakan dan direndahkan dari segala hal .

{ بَرَرَةٍ } yaitu berbakti , adalah lawan kata dari durhaka ( bermaksiat ) , Malaikat tidak akan pernah terjerumus pada kemaksiatan dan kesalahan serta pelanggaran apapun , karena Allah telah menjaga mereka dari semua hal itu .

Kemudian Allah menjelaskan keadaan manusia jika Allah belum memberikan kepadanya Hidayah , jika Dia belum memuliakannya , jika Allah belum menghendaki padanya keimanan , maka sesungguhnya dia adalah manusia paling hina , dan seburuk-buruknya makhluk , Allah berfirman : { لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ , ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ , إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ } ( Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. , Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), , Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. ) [ At-Tin : 4-6 ] , sedangkan mereka yang menyatakan keimanannya kepada Allah maka tempat mereka disisi Tuhannya adalah kedudukan yang paling tinggi , adapun mereka yang terperosok ke dalam perbuatan yang jahat maka sesungguhnya dia termasuk kedalam golongan makhluk yang paling buruk dan hina , Allah berfirman : { أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا } ( Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). ) [ Al-Furqon : 44 ]

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni taat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Bararah juga bisa diartikan baiknya hati dan amal mereka. Semua ini merupakan bentuk penjagaan Allah terhadap kitab-Nya, yaitu dengan mengutus para malaikat yang mulia dan kuat kepada para rasul, dan tidak memberikan kesempatan bagi setan untuk menyentuh atau mencurinya. Kitab ini jelas mengharuskan untuk diimani dan diterima, akan tetapi manusia tidak menghendaki selain tetap bersikap kufur. Oleh karena itu, pada ayat selanjutnya Dia berfirman, “Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!”

Tafsir Kemenag

Para malaikat penulis itu adalah makhluk Allah yang mulia lagi berbakti. Mereka tidak pernah durhaka kepada-Nya dan tidak pula melanggar titah-Nya. 17. Allah telah menurunkan Al-Qur'an sebagai kitab yang penuh peringatan bagi manusia agar mereka mengikuti jalan Allah, tetapi celakalah manusia, alangkah jauh mereka dari rahmat Allah, alangkah kufurnya dia kepada peringatan tuhan!.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018