Surat ‘Abasa Ayat 11

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

Tafsir Al-Muyassar

Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu perbuat (wahai rasul). Sesungguhnya surat ini yang mengandung hidayah yang merupakan nasihat bagimu dan bagi siapapun yang menginginkan nasihat.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Sesungguhnya ayat-ayat itu adalah merupakan peringatan bagi setiap orang yang beriman , mereka saling mengingatkan satu sama lainnya dengan ayat-ayat yang agung itu , mereka mengambil darinya berbagai maacam pelajaran , mereka juga mentadabburinya , Aqur'an yang wahyukan kepada Nabi Muhammad penuh dengan peringatan , pelajaran dan nasehat bagi setiap kaum Muslimin , Allah juga mengatakan di ayat lain : { كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ } ( Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan. ) [ Al-Mudatssir : 54 ] .

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

كَلَّا “Sekali-kali jangan (demikian)!” Maknanya: Jangan lakukan seperti itu, oleh karenanya kami mengatakan: Sesungguhnya كَلَّا di sini adalah huruf yang bermakna peringatan, masudnya: Jangan lakukan seperti yang telah kamu lakukan. إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ" Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah adalah suatu peringatan," Maknanya: Ayat-ayat quran yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam تَذْكِرَةٌ peringatan yang mengingatkan manusia dengan apa-apa yang bermanfaat baginya, dan mendorong untuknya, mengingatkannya terhadap apa-apa yang membahayakannya dan memberikan nasehat untuk hati.

Tafsir Hidayatul Insan

Kata “Kalla” di ayat tersebut bisa diartikan “haqqan” (Tentu atau pasti).

Kepada semua makhluk. Dengannya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperingatkan hamba-hamba-Nya, menerangkan apa yang mereka butuhkan serta menerangkan yang benar dari yang salah sehingga mereka tidak tersesat.

Tafsir Kemenag

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, 'sekali-kali jangan berbuat demikian! sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya. ' 12. Perigatan-peringatan Allah sudah sangat jelas, maka barang siapa menghendaki untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh, tentulah dia akan memperhatikannya, menghayatinya, lalu mengamalkannya. Tidak ada yang menghalangi seseorang memperoleh peringatan itu selain hati yang penuh kesombongan dan keingkaran.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018