Surat ‘Abasa Ayat 3

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

Arab Latin: Wa mā yudrīka la'allahụ yazzakkā

Terjemahan Arti: Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),

TERJEMAH TAFSIR

3-4. Apa yang membuatmu tahu hakikat urusannya? bisa jadi pertanyaannya menyucikan dan membersihkan jiwanya Atau dia mendapatkan tambahan pelajaran dan nasihat.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Bukankah Engkau sudah diajarkan wahai Nabi, barangkali seorang yang buta itu terbebas dari dosa setelah Engkau mendengar petunjuk darimu? Kemudian imannya bertambah dan dia semakin rajin beramal kebaikan?

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

1-4. Pada awal-awal surat ini (ditujukan) sebagai petunjuk untuk Nabi dalam bergaul dengan orang-orang yang lemah dari kalangan kaum muslimin. Allah menjelaskan bahwa pada wajah Rasul nampak perubahan dan bermuka masam ketika telah datang padanya seorang yang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang menanyakan kepadanya berkenaan dengan urusan agama; Maka Rasul berpaling darinya karena Abdullah Ummi Maktum memotong ucapan Rasul ketika beliau sibuk berdakwah kepada pembesar-pembasar Quraisy yang keras kepala semisal : Utbah, Syaibah, Abu Jahl, dan Walid bin Mughirah yang Rasul mendambakan keislaman pada mereka. Kemudian Allah tegur Nabi dengan berkata : Tidaklah engkau (wahai Nabi) mengetahui dirinya dan dikabarkan berkenaan dengan keadaan orang yang buta ini, maka semoga ia dengan bertanya kepadamu aka menjadikan dirinya suci dari dosa-dosanya. Atau memberikan manfaat dengan apa yang ia dengar darimu kemudian ia berpikir dan menerangi hatinya dengan cahaya keimanan. Adapun pembesar-pembesar itu yang justru wajahnya berpaling, pura-pura buta dengan apa yang engkau dakwahkan, maka sungguh engkau telah menyampaikan dakwah kepada mereka dan tidak ada kewajiban bagimu kecuali hanya menyampaikan, dan sungguh telah engkau kerjakan. Dan Allah catat dengan firman-Nya : “Abasa wa Tawallaa”. Dan Allah tidak mengatakan : Engkau Muhammad bermuka masam dan telah berpaling, yang seolah-olah berbicara dengan seseorang yang lain (selain nabi). Karena maksud Allah hanyalah mengingatkan dan memberi petunjuk.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

3. Tahukah engkau wahai Rasul barangkali dia ingin menyucikan dirinya dari dosa-dosa.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Ayat 1-10
Sebab turunnya ayat-ayat mulia ini adalah seorang mukmin buta datang seraya bertanya kepada Nabi dan belajar dari beliau, kemudian ada orang kaya juga datang. Nabi amat ingin menunjukkan manusia, hanya saja beliau lebih condong pada orang kaya dan berpaling dari si buta lagi miskin demi mengharap agar si kaya mendapat petunjuk dan demi agar si kaya menyucikan hatinya. Lalu Allah menegurnya dengan tegurann lembut ini seraya berfirman;
“dia (Muhammad) bermuka masam” di wajah beliau, “dan berpaling” dengan raganya karena orang buta mendatanginya. Kemudian Allah menyebutkan manfaat menyambutnya seraya berfirman, “Tahukah kamu barangkali ia,” yakni orang buta tersebut, “ingin membersihkan dirinya (dari dosa),” yaitu membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin berakhlak terpuji, “atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya,” yakni, mendapatkan pengajaran tentang sesuatu sehingga ia mendapatkan manfaat dari pelajaran itu. Ini adalah manfaat besar dan itulah maksud diutusnya para rasul, maksud dari petuah orang yang memberi nasihat dan maksud dari peringatan orang yang memberi peringatan. Sambutanmu pada orang orang yang datang sendiri seraya memerlukanmu itu lebih layak dan wajib, sedangkan berpalingnya engkau pada orang kaya yang tidak memerlukanmu yang tidak mau bertanya dan meminta fatwa karena tidak memiliki keinginan pada kebaikan dan engkau tinggalkan orang lebih utama itu tidak layak bagimu. Tugasmu hanyalah memberi pengajaran, bila pun ia tidak mau mengambil pelajaran dengan membersihkan diri, engkau tidak akan dimintai pertanggung jawab atas perbuatan buruk yang ia lakukan.
Hal ini menunjukan pada kaidah masyhur; sesuatu yang telah diketahui tidak ditinggalkan untuk sesuatu yang belum jelas. Dan menyambut murid yang memerlukan dan penuh kemauan lebiih layak dari yang lainnya.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Kamu tidak tahu wahai Rasul bahwa kedatanga laki-laki buta ini bertujuan untuk mengamil darimu sesuatu bermanfaat bagi kesucian akhlaqnya, atau mengambil pelajaran dari akhlakmu , dia datang untuk mensucikan dirinya .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

وَمَا يُدْرِيكَ “Tahukah kamu” Maknanya: Apakah yang meragukanmu tentang orang buta ini yang ingin mensucikan dirinya dan memperkuat imannya mungkin dia Ibnu Ummi Maktum يَزَّكَّى Maknanya: ia hendak membersihkan diri dari dosa-dosa dan akhlak yang tidak pantas pada orang semisal ia. Jika ini yang diharapkan orang itu maka ia lebih pantas untuk dilirik.

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan faedah memperhatikan orang itu.

Dari dosa atau dari akhlak yang tercela.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Wahai nabi Muhammad, kami menegur sikapmu yang demikian karena tahukah engkau barangkali dia datang menghadapmu untuk minta pengajaran darimu sebab dia ingin menyucikan dirinya dari dosa dan kesalahan masa lalunya' 4. Atau tahukah engkau bila dia datang karena dia ingin mendapatkan pengajaran Al-Qur'an dan ajaran islam darimu, yang memberi manfaat kepadanya sehingga dia lebih tekun beribadah, beramal saleh, dan menjadi pengikut setiamu'.

Tafsir Ringkas Kemenag