Surat An-Nazi’at Ayat 29

Text Bahasa Arab dan Latin

وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menjadikan malamnya gelap dengan terpendamnya matahari,menjadikan siang terang dengan terbitnya matahari.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan Allah menjadikan malamnya gelap gulita, yakni kegelapan dimalam hari, { وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ } ( Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. ) [ Yaa Siin : 37 ] , malam yang gelap gulita Allah menjadikannya demikian demi kemaslahatan hambanya , yaitu agar mereka dapat beristirahat dan juga melindungi diri mereka, sebagaimana yang Allah katakan : { وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا } ( Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, ) yakni sebagai pakaian yang menutupi dengan gelapnya .

Dan Allah menjadikan siangnya terang benderang dengan cahaya matahari yang menyebar keseluruh penjuru bahkan menembus gua-gua yang sempit, sehingga teranglah dunia ini demi kemaslahatan manusia, maka dari itu Allah mengatakan : { قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ , قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ } ( Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” , Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” ) [ Al-Qashas : 71-72 ]. Allah menyebut pendengaran dan diikuti setelahnya malam, karena pada hari pendegaran akan jauh lebih jelas, dan pada saat itu penglihatan akan menjadi berkurang, maka kamu tidak melihat melainkan kamu hanya mendengar, kemudian Allah menyebut waktu siang dan bersamanya Allah meneyebut penglihatan, dan itu dikarenakan pada siang hari mata akan berkuasa sehingga dapat melihat dengan jelas, semua ini dapt terjadi dengat kuasa Allah 'azza wajallaa.

Tafsir Hidayatul Insan

Sehingga manusia dapat bertebaran di bumi untuk maslahat agama dan dunia mereka.

Tafsir Kemenag

Dan dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia. 30. Dan setelah penciptaan langit itu bumi dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018