Surat An-Nazi’at Ayat 27

Text Bahasa Arab dan Latin

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah menurut kalian (wahai manusia),dibangkitkannya kalian sesudah kematian lebih berat dari pada menciptakan langit?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Pada ayat ini Allah mengatakan kepada orang-orang yang mengingkari kebangkitan yang mereka mejauh dari bahwasanya Allah akan menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan akan membangkitkan mereka setelah sebelumnya menjadi tulang-belulang yang hancur lebur, mereka mengingkari dan menolak akan hal ini, dikarenakan mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, dan mereka juga tidak meyakini akan kekuasaan Allah diatas segala-galanya, Allah telah menyebutkan dalil-dalil serta bukti yang bekenaan dengan kebangkitan, dan kehidupan manusia setelah kematian, dan bagaimana Allah menciptakan bumi dan meninggikan langit diatasnya tanpa tiang, semua itu dapat terwujud dengan kuasa Allah, maka apakah Allah tidak bisa membangkitkan mereka yang telah mati yang merupakan peristiwa yang jauh lebih mudah bagi Allah untuk mewujudkannya ?! .

Maka Allah berkata :

{ أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا } ( Apakah penciptaan kalian (wahai manusia) setelah kematian lebih sulit dari penciptaan langit ? ) , tentu langitlah yang lebih sulit penciptaannya, maka jika Allah mampu menciptakan sesuatu yang besar, maka sudah pasti dia mampu menciptakan sesuatu yang ringan dari itu, dan inilah bukti yang jelas, maka dari itu Allah mengatakan dalam ayat lain : { لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ } ( Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ) [ Ghafir : 57 ] dan di ayat ini Allah mengatakan { أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا } wahai kalian yang mendustakan kebangkitan, apakah penciptaan langit lebih sulit dari kalian ? .

Dan orang-orang yang berakal akan mengatakan : langit lebih sulit penciptaannya, dan mereka akan mengakui hal itu dan mengatakan : jikalau langit penciptaannya lebih sulit, dan Allah mampu melakukan hal itu, maka terlebih lagi Dia akan mampu menghidupkan yang telah mati .

Kata { السَّمَاءُ ۚ } langit, pada dasarnya digunakan untuk segala sesuatu yang meninggi atau berada diatas, dan secara istilah terbagi menjadi dua bagian :

( السَمَاء المَبْنِيَّة ) yaitu langit yang tujuh yang Allah ciptakan.

Dan langit lainnya yaitu segala sesuatu yang meninggi, sebagaimana yang Allah katakan : { وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً } ( Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, ) [ Al-An'am : 99 ] , kata langit disini berarti awan, disebut langit karena tempatnya berada diatas.

Dan langit yang dimaksud dalam ayat ini adalah langit yang tujuh yang Allah bangun diatas bumi, Allah berfirman : { وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ , وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ } ( Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa , Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). ) [ Az-Zariyat : 47-48 ] , inilah kuasa Allah, Dia meciptakan langit ini dengan kuasanya dan dengan keinginannya, serta menjadikannya tujuh tingkatan, yang saling bersusun diatas satu sama lainnya, dan disetiap antara dua langit adalah angkasa yang luas, dan atas langit yang paling tinggi ada air, dan diatas air ada kursi, dan diatas kursi itulah singgasana Allah 'azza wajalla.

Tafsir Hidayatul Insan

Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menyebutkan dalil yang jelas kepada orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan menganggap mustahil Allah akan menghidupkan kembali manusia yang telah mati dan menjadi tulang-belulang.

Wahai orang yang mengingkari kebangkitan.

Tafsir Kemenag

Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, 'apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya' secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia. 28. Allah telah menciptakan langit. Dia telah meninggikan bangunannya sedemikian tinggi dan kukuh lalu dia menyempurnakannya sehingga tidak kamu jumpai di sana keretakan atau bentuk-bentuk cacat lainnya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018