Surat An-Nazi’at Ayat 26

Text Bahasa Arab dan Latin

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya fir’aun dan apa yang menimpanya merupakan nasihat bagi siapa yang hendak mengambil nasihat dan pelajaran.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Sesungguhnya dari apa yang telah terjadi dalam kisah Musa dan Fir'aun adalah pelajaran berharga bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya, maka apakah kalian tidak mengambil pelajaran darinya ? , dan apakah kalian tidak takut jika terjadi hal yang sama pada kalian, akan tetapi jika hati telah tertup maka tiada lagi manfaat dari peringatan itu { سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ , وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى } ( Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran , Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya ) [ Al-A'la : 10-11 ]

Dan intinya adalah : Bahwa apa yang Allah sebutkan dalam surat ini yang berkenaan dengan kisah Musa dan Fir'aun yang sambungan kisahnya ada pada beberapa ayat dalam surat As-Syu'ara' dan surat lainnya, adalah merupakan hiburan serta pelajaran bagi Rasulullah Muhammad, dan juga merupakan hiburan bagi orang beriman dan para penebar dakwah islam dalam tiap waktu mereka, dan merupakan janji dari Allah bahwasanya mereka tidak berputus asa, serta tidak frustasi dihadapan musuh, mereka juga tidak berputusa asa dari pertolongan Allah terhadap musuh mereka, dan ini sudah menjadi ketentuan Allah pada makhluknya yang tidak dapat diubah dan digantikan lagi dengan ketentuan lain kecuali dengan kehendak-Nya, Allah berfirman : { 19 أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ 16, ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ 17, كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ 18, وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ } ( Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? 16 , Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. 17, Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. 18, Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. 19 ) [ Al-Mursalat : 16-19 ] .

Tafsir Hidayatul Insan

Hal itu, karena orang yang takut kepada Allah, dialah yang dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran yang disampaikan. Ketika dia melihat hukuman yang menimpa Fir’aun, maka dia mengetahui bahwa setiap orang yang sombong dan durhaka kepada Allah, bahkan berani menentang Allah, maka Allah akan menghukumnya di dunia dan akhirat. Akan tetapi, orang yang telah hilang rasa takut kepada Allah dari hatinya, maka ia tetap tidak akan beriman meskipun didatangkan setiap ayat kepadanya.

Tafsir Kemenag

Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan nabi musa menghadapi fir'aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika. 27. Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, 'apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya' secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018