Surat An-Nazi’at Ayat 21

Text Bahasa Arab dan Latin

فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.

Tafsir Al-Muyassar

Tetapi fir’aun mendustakan nabi Allah Musa alaihi salam,dan durhaka kepada tuhannya,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Walaupun demikian Fir'aun tetaplah pada pembangkangannya.

Setelah Fir'aun menyaksikan ayat-ayat Allah beserta bukti nyatanya melalui mukjizat yang Allah anugerahkan kepada Nabi Musa 'alaihissalam, akan tetapi ia tetap pada kesombongannya dan pendustaannya terhadap ayat-ayat Allah dan Mukjizat Nabi Musa 'alaihissalam, dan ia pun berkata { أناَ رَبُّكُمُ الأَعْلَى } saya lah Tuhanmu yang paling tinggi, dan ia juga mengatakan pada ayat ayat lain : { يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي } ( Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. ) [ Al-Qashas : 38 ] , dan Fir'aun meminta kepada Mentrinya untuk mendirikan bangunan yang menjulang ke langit, agar ia bisa melihat Tuhan yang dikatakan oleh Musa, Fir'aun berkata : { فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ } ( kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. ) [ Al-Qashas : 38 ], walaupun sang mentri dapat mendirikan bangunan itu menjulang ke langit, akan tetapi Fir'aun tetap takkan bisa sampai ketempat Tuhan Musa itu berada, dan manusia jika telah ditimpa olehya kesombongan, maka dengan cara apapun ia akan terus melakukan pembangkangan dan pendustaannya.

Sampai ia pun mengatakan bahwa dialah Tuhan yang paling tinggi

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni mendustakan Nabi Musa ‘alaihis salam.

Yakni mendurhakai Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Kemenag

Fir'aun semakin marah karena merasa terhina dan harga dirinya terusik oleh kedatangan nabi musa. Bukan beriman, tetapi dia justru mendustakan nabi musa dan mendurhakai-Nya dan menuduh beliau sebagai pesihir ulung. 22. Kemudian dia berpaling dari kebenaran seraya berusaha menantang nabi musa untuk bertanding melawan para pesihir yang didatangkannya dari seluruh pelosok mesir.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018