Surat An-Nazi’at Ayat 19

وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"

Tafsir Al-Muyassar

“Dan aku akan menunjukanmu kepada ketaatan kepada tuhanmu sehingga kamu takut dan bertakwa kepadaNYA?”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَأَهْدِيَكَ } Dan akan aku tunjukkan kepadamu jalan benar yang harus kamu lalui, yaitu Hidayah yang Tuhan berikan kepadamu, karena sesungguhnya hidayah hanya lah milik Allah, sedangkan Rasul hanyalah sebagai pembimbing .

Akan aku tunjukkan kepadamu jalan Tuhan yang menciptakanmu, yang mengatur segala urusanmu, dan Dialah yang berkuasa atas dirimu, dan sesungguhnya kamu berada dalam genggamannya.

Ingat dan sadarilah bahwa sesungguhnya kamu adalah makhluk yang diciptakan, kamu adalah seorang hamba, bahwasanya kamu itu memiliki Tuhan, dan bukanlah kamu sebagai Tuhan, melainkan Dialah Allah Tuhan semsta alam.

{ وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ } dan aku tunjukkan kepadamu jalan Tuhanmu, maha suci Allah, ketika Fir'aun berkata bahwa dialah tuhan, datanglah Musa dan mengatakan kepadanya { وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ } , dia menjelaskan bahwa hanya Allah lah Tuhan satu-satunya .

Apakah Fir'auntelah menciptakan sesuatu ?!
Tidak , sedikitpun dia tidak mampu menciptakan sesuatu, dan Hanya Allah lah Tuhan yang mampu menciptakan segala sesuatu, Dialah yang memberi rezeki, Dialah yang menghidupkan dan mematikan serta mengatur segala urusan.

Maka tinggalkan pernyataan mu itu { أَنا رَبُّكُمُ الأَعْلَى } dan hanya Dialah Allah Tuhan bagi kita semua, Tuhan semesta alam, { فَتَخْشَىٰ } agar kamu takut kepada-Nya, jika kamu tau siapa tuhanmu maka kamu akan takut kepada-Nya, dan hanya orang sombong dan bodohlah yang tidak mengetahui siapa Tuhannya, sedangkan dia yang mengetahui siapa Tuhannya, maka dia akan tkaut kepada-Nya, dan berserah diri kepada-Nya, dia akan mengakui bahwa dirinya hanyalah hamba yang lemah, dan akan dikembalikan kepada Tuhannya, dan akan mendapatkan balasan terhadap amalannya.

Akan tetapi tawaran itu belum berpengaruh kepadanya, lalu Musa berkata : { قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ } ( Musa berkata: “Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?" ) [ As-Syuara' : 30 ] yakni akan aku tunjukkan kepadamu bukti nyata yang ada pada diriku, yaitu mukjizat yang Allah kehendaki untukku, dan bahwasanya aku adalah sesorang Rasul utusan-Nya, kemudian Fir'aun berkata kepada Musa : { قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ } ( Fir’aun menjawab: “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”. ) dan ketika itu Musa pun menunjukkan mukjizat yang Allah berikan kepadanya.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى “Dan kamu akan kutunjukkan ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Maknanya adalah akan ku tunjukkan kepada Rabbnya,yaitu kepada agama Allah ‘Azza Wa Jalla yang dapat mengantarkan kepada Allah: فَتَخْشَى “agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Agar kamu takut kepada Allah kerena ilmu yang telah kamu ketahui, karena al-khasyyah (rasa takut dalam ayat ini) maksudnya adalah al-khaufu (rasa takut) yang disertai ilmu, jika tidak disertai ilmu maka itu adalah al-Khaufu (rasa takut) yang hampa, inilah perbedaan antara rasa takut al-Khaufu dengan al-Khasy-yah. Berbedaan keduanya: al-Khasyyah adalah rasa takut yang disertai ilmu (mengenal yang ditakuti): إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”(QS. Fathir: 28) sedangkan al-Khaufu adalah sekedar takut saja walau tanpa ilmu, oleh karenanya terkadang seseorang takut kepada sesuatu yang muncul dari perasaannya kepada sesuatu yang sebenarnya tidak ada, terkadang ia melihat bayangan yang hakikatnya tidak ada, sehingga ia takut padanya. Ini adalah ketakutan yang didasari dugaan saja, namun al-Khasyyah adalah rasa takut disertai ilmu.
Lalu Musa ‘alaihissholaatu wassalaam pergi mendatangi Fir’aun dan menyampaikan sesuatu yang diperintahkan Allah kepadanya: هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى (18) وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى (19) “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri, Dan kamu akan kutunjukkan ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Saat manusia tidak mau menerima dan mengakui kerasulan seseorang kecuali dengan tanda, juga tidak menerima seseorang yan mengaku-ngaku maka Allah membuat bukti atas kebenaran setiap Rasul.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni aku tunjukkan kepadamu jalan kepada-Nya serta aku terangkan tempat terletak keridhaan-Nya dari tempat terletak kemurkaan-Nya.

Tafsir Kemenag

18-19. Maka nasihati dan katakanlah kepada fir'aun dengan sopan dan lemah lembut, 'adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa' dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik''20. Fir'aun marah mendengar ajakan nabi musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018