Surat An-Nazi’at Ayat 18

Text Bahasa Arab dan Latin

فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".

Tafsir Al-Muyassar

Dan katakanlah kepadanya, “apakah kamu ingin menyucikan dirimu dari keburukan keburukan dan menghiasinya dengan iman”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ فَقُلْ } Katakanlah ( wahai Musa ) kepadanya secara langsung, berdirilah didepannya, dan sampaikanlah nasihat itu, ini dalil bahwa para Raja seharusnya dinasehati, sekalipun mereka adalah orang yang paling keras diantara manusia, akan tetapi mereka mesti dinasehati secara langsung, menyampaikan kepada mereka nasihat secara diam-diam, dan bukan secara terang-terangan, ataupun menjelek-jelekkannya dihadapan orang banyak, begitupun menyebarkan kesalahan mereka di media-media yang tersebar luas, karena dengan cara ini manfaatnya kurang besar dan tidak memberi mereka manfaat sama sekali, bahkan dapat menyebabkan bertambahnya kedurhakaan mereka, oleh karena itu sampaikanlah kepadanya nasehat secara langsung, jika itu kamu mampu dan berani untuk melakukannya, dan jika sebaliknya, maka diam lebih baik bagimu, sedangkan jika kamu menyebarkan keburukannya dihadapan halayak banyak, dan kamu menyangka bahwa apa yang kamu lakukan adalah dakwah untuk menyampaikan risalah Allah, maka sebenarnya itu adalah kesalahan, dan itu menyalahi kebenaran, mereka akan berbuat lebih dari apa yang telah mereka lakukan, mereka akan menghentikan dakwahmu, karena yang demikian bukanlah langkah dakwah yang benar.

Pergilah wahai Musa dan katakanlah kepada Fir'aun perkataan lemah lembut dan beradab, bukan perkataan yang buruk, janganlah kamu mengatakan kepadanya : "wahai kamu yang buruk perangainya, wahai penjahat, wahai kafir ! " dan sebagainya, Allah berfirman : { فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ } ( Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” ) [ Thaha : 44 ]

{ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ } "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri ". bertutur kata kepadanya dengan cara yang lembut , itulah Dakwah, dan bukan dengan cacian dan penghinaan, dan sebagainya.

Tafsir Hidayatul Insan

Bisa juga diartikan dengan membersihkan diri dari syirk, yaitu dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Atau membersihkan diri dari noda syirk dan kekafiran dengan menggantinya dengan iman dan amal saleh.

Tafsir Kemenag

18-19. Maka nasihati dan katakanlah kepada fir'aun dengan sopan dan lemah lembut, 'adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa' dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik''18-19

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018