Surat An-Nazi’at Ayat 17

Text Bahasa Arab dan Latin

اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

"Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,

Tafsir Al-Muyassar

Dia berfirman kepada musa,”pergilah kepda fir’aun,dia telah melampaui batas dalam kedurhakaan”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian Allah 'azza wa jalla menyebutkan dalam ayat ini apa yang Musa dapatkan dari kejadian yang dia alamai dalam perjalanananya, yaitu ketika Allah berbicara kepadanya dan juga doa yang dipanjatkan oleh Musa 'alaihissalam kepada Tuhannya : { وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ، رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي } ( Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku , Dan mudahkanlah untukku urusanku, ) [ Thaha : 25 : 26 ]

Allah memerintahkan kepada Musa untuk pergi menemui Fir'aun, padahal sebenarnya dia telah meninggalkan dan menghindar dari kekejaman Fir'aun dan bala tentaranya, dan berpindah ke negri madyan takun akan pembunuhan yang bisa menimpa dirinhya, akan tetapi Allah memerintahkannya untuk kembali kepada Fir'aun .

{ اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ } pergilah kamu menemui Fir'aun, karema sesungguhnya dia telah melampaui batas, dia telah meremehkan penciptaan, dan telah menentang perintah Allah 'azza wajalla, dan mengangap dirinya adalah Tuhan, dan pada hakikatnya dia hanyalah manusia yang lemah, akan tetapi dia telah mengangkat derajat dirinya sendiri dan mengatakan : { أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى } ( "Akulah Tuhanmu yang paling tinggi" ) [ An-Nazi'at : 24 ] , dan juga mengatakan : { مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي } ( aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. ) [ Al-Qashash : 38 ], itulah kedurhakaan Fir'aun.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni laranglah dia dari bersikap melampaui batas, melakukan kemusyrikan dan kedurhakaan dengan kata-kata yang lembut dan ucapan yang halus agar dia sadar atau merasa takut.

Tafsir Kemenag

Di lembah itu Allah menurunkan wahyu kepada nabi musa dan membekalinya dengan dua mukjizat: tongkat yang berubah menjadi ular dan telapak tangan yang bercahaya. Wahai nabi musa, pergilah engkau kepada fir'aun! sesungguhnya dia telah melampaui batas, memperbudak bangsa israel, membunuhi anak lelaki mereka, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. 18-19. Maka nasihati dan katakanlah kepada fir'aun dengan sopan dan lemah lembut, 'adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa' dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik''.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018