Surat An-Nazi’at Ayat 10

Text Bahasa Arab dan Latin

يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mendustakan kebangkitan kembali itu berkata, “apakah kami akan dikembalikan hidup sesudah kami mati dalam perut bumi?”

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Ketika itu mereka ( orang-orang musyrik ) takjub dan berkata : Apakah sesunguhnya kami benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula yaitu didunia ? mereka menyangkal dan mendustakan hari kebangkitan, dan menyangka bahwa mereka akan tetap dalam kematian dan menjadi tanah, akan tetapinAllah mengatakan : { قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ , قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ } ( ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” , Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. ) [ Surat Yaa Siin : 78 - 79 ] . Bahkan Allah menciptakan mereka dari ketiadaan, lalu apakah Dia tidak mampu menciptakan wujud mereka kembali setelah hancur dalam tanah ?!

{ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ } Ini adalah pertanyaan mereka yang bertujuan untuk mengingkari peristiwa kebangkitan, mereka berkata : bagaimana kami dikembalikan kepada keadaan kami seperti semula ? jika perkataan Muhammad tentang ini benar maka sungguh kami adalah termasuk orang-orang yang rugi.

Tafsir Hidayatul Insan

Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan setelah mati, maka mereka merasa heran dan mengejeknya, karena menurut mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian.

Tafsir Kemenag

Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, 'setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula''11. 'apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur'' mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-qur'an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan. '.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018