Surat An-Nazi’at Ayat 8

قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

Tafsir Al-Muyassar

Hati orang orang kafir pada hari itu berguncang karena ketakutan yang berat,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Lalu bagaimana keadaan manusia ketika itu ?

Pada hari itu hati mereka ditimpa rasa takut yang sangat dahsyat dengan peristiwa yang agung ini, Allah mengtakan dalam Al-qur'an : { وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ } ( Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. ) [ Surat Ghafir : 18 ] . Hati mereka terasa sesak menahan sakit dan rasa takut. Dan dalam ayat lain Allah mengatakan : { لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ } ( sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. ) hati mereka kosong dikarenakan rasa takut yang begitu dahsyat.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Allah Ta’ala berfirman: فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ (13) فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ “Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.” ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, manusia akan terbagi menjadi dua golongan: قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ (8) أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ (9) يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ (10) أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً (11) قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ (12) “Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat? Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan” Ini adalah kondisi hati orang-orang kafir, وَاجِفَةٌ sangat ketakutan أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ “pandangannya tunduk.” Maknanya: Hina hampir-hampir mereka tidak mamandang dengan kuat tapi mereka menundukkan pandangannya –wal’iyadzu billaah- karena hinanya mereka, Allah Ta’ala berfirman: وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ “Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu.” (QS. Asy-Syura: 45 )
Adapu Golongan kedua: Hati-hati mereka bertolak belakang dengan hati-hati orang kafir, pembagian orang ini ditunjukkan oleh firman Allah: قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ “Hati manusia pada waktu itu” dengan bentuk nakiroh (dalam ilmu nahwu kata yang berbentuk nakirah berari bersifat umum, tidak tentu) maka maknanya juga adalah: Dan juga hati-hati orang (beriman) yang bertolak belakang dengan mereka.

Tafsir Hidayatul Insan

Karena melihat peristiwa dahsyat di hadapannya.

Tafsir Kemenag

Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka. 9. Pandangannya tunduk karena merasa hina dina di hadapan Allah.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018