Surat An-Nazi’at Ayat 7

Ayat Pertama

Text Bahasa Arab dan Latin

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

Tafsir Al-Muyassar

Yang diikuti dengan tiupan kedua untuk kebangkitan kembali.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian diikuti tiupan sangkakala kedua { الرَّادِفَةُ } dan ketika itu bangkitlah kembali mereka yang telah dimatikan , Allah berfirman dalam ayat lain : { مَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ } ( Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri ) yakni mereka bangkit dari kubur mereka, { فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ } mereka berdiri bangkit dari kubur mereka dengan kuasa Allah , dan inilah yang dihindari oleh orang-orang kafir, dan sangatlah mudah bagi Allah untuk melakukan hal ini, Dia memerintahkan Isrofil kemudian meniupkan sangkakala, maka binasalah setiap yang bernyawa dalam waktu yang sangat singkat, kemudia Dia memerintahkannya kembali kemudian ditiuplah yang kedua kalinya, dan seketika kembalilah ruh-ruh ke jasadnya, kemudian mereka bangkit dari kubur sebagaimana mereka diciptakan pertama kali dan mereka menunggu penghakiman dari Allah, sangatlah mudah bagi Allah untuk mewujudkan hal ini, Alla befirman : { مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ ۗ} (Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja ) . Akan tetapi orang orang kafir meragukan hal ini dan menganggap Allah tidak mampu melakukannya, itu karena tiada keimanan dalam diri mereka, dan menyamakan kemampuan Allah dengan kemampuan mereka dikarenakan kebodohan yang ada pada diri mereka.

Tafsir Hidayatul Insan

Jarak antara keduanya 40. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ قَالَ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنْ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jarak antara kedua tiupan empat puluh.” Abu Hurairah bertanya, “(Apakah) empat puluh hari.” Beliau menjawab, “Aku belum bisa memastikan.” Abu Hurairah bertanya, “(Apakah) empat puluh bulan.” Beliau menjawab, “Aku belum bisa memastikan.” Abu Hurairah bertanya, “(Apakah) empat puluh tahun.” Beliau menjawab, “Aku belum bisa memastikan.” Beliau bersabda, “Kemudian Allah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mereka pun tumbuh sebagaimana tumbuhnya tanaman. Tidak ada sesuatu pun dari jasad manusia kecuali telah hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekornya, dan dari sanalah manusia tersusun kembali pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tafsir Kemenag

Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, di mana manusia bangkit dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia. 8. Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018