Surat An-Nazi’at Ayat 3

وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

Tafsir Al-Muyassar

Para malaikat yang melayang saat turun dari langit dan naik ke langit,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Adalah para malaikat yang bertasbih saat naik ke langit dan turun dari langit, naik untuk menghadap kepada Allah, dan turun dari langit menuju bumi dengan perintah Allah.

Kata { سَبْحًا } adalah kata penekanan atau penegasan bahwa itu benar-benar terjadi, begitupun dengan kata-kata penekanan sebelumnya : { غَرْقاً } , {نَشْطاً } .

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا “dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,” Mereka adalah malaikat yang beredar dengan perintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Maknanya ia beredar dengan capat bagai perenang yang berenang dengan cepat dalam air, sebagaimana dalam firman-Nya tentang matahari, bulan, malam dan siang:
كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
“Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. ” (QS. Al-Anbiya: 33)
Maknanya: Itu semua beredar dengan perintah Allah ‘Azza Wa Jalla sesuai kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’ala, Para malaikat lebih kuat daripada jin dan jin lebih kuat dari pada manusia, perhatikanlah firman Allah tentang Sulaiman:
(38) قَالَ عِفْرِيتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ (39) قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ
“Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya" Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip” Maksudnya: Jika anda melepaskan pandangan anda kemudian anda kembalikan, kemudian dikatakan kembali lagi kepadamu maka aku akan mendatangkannya seketika (sekejap mata) فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ “Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya” pada saat itu ia melihatnya ada di sisinya: قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ “Ini termasuk kurnia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).”(QS. AN-Naml: 38-40)
Para Ulama mengatakan: Yang membawa singgasana bilqis adalah malaikat, sehingga mampu membawanya kepada sulaiman dari yaman, sedangkan sulaiman berada di syam, dengan sekejap. Maka ini menunjukkan bahwa kekuatan malaikat melebihui kekuatan jin, dan jin lebih kuat dari pada anak Adam. Karena tidak ada seorang pun dari anak adam yang mampu membawa singgasana kaum saba dari yaman menuju syam melainkan dengan waktu yang panjang, maka kesimpulannya bahwa malaikat beredar atas dasar perintah Allah ‘Azza Wa Jalla.

Tafsir Hidayatul Insan

Ada pula yang menafsirkan dengan malaikat yang terbang di udara naik dan turun.

Tafsir Kemenag

1-5. Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberinya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka. Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, 'wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. ' demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkannya sepanjang waktu, dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu, dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018