Surat Al-Mursalat Ayat 10

وَإِذَا ٱلْجِبَالُ نُسِفَتْ

Arab-Latin: Wa iżal-jibālu nusifat

Artinya: Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,

« Al-Mursalat 9Al-Mursalat 11 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Berharga Terkait Dengan Surat Al-Mursalat Ayat 10

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Mursalat Ayat 10 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan pelajaran berharga dari ayat ini. Didapatkan kumpulan penjabaran dari berbagai pakar tafsir terkait makna surat Al-Mursalat ayat 10, misalnya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8-15. Manakala bintang-bintang dihapus dan cahayanya menghilang. Manakala langit terbelah. Manakala gunung-gunung terbang dan hancur sehingga ia seperti debu yang diterbangkan angin. Manakala waktu penetapan keputusan antara para rasul dengan umat-umat mereka ditetapkan, lalu dikatakan, “Hingga hari besar apakah para rasul itu ditunda?” ditunda hingga hari ditetapkannya keputusan di antara para makhluk. Adakah yang memberitahumu (wahai manusia) apa itu hari penetapan keputusan, berikut kesulitan dan kengeriannya? Kebinasaan besar pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan hari yang dijanjikan ini.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

10. Dan apabila gunung-gunung tercerabut dari tempatnya dan dihancurkan hingga menjadi debu,


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

10. وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ (dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu)
Yakni tercabut dari tempatnya dan terbang di udara, sehingga tempatnya menjadi tanah yang rata.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

9-10 Apabila langit telah terbuka dan terbelah. Apabila gunung telah berpindah dari tempatnya dan menjadi debu/pasir yang bertebaran


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu} dicabut dari tempatnya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

8-14. Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar bencana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempatnya. Gunung bertebangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gundukan dan tidak ada bukit. Itulah hari dimana “Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka),” dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah berfirman, “Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu?” kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, “Sampai hari keputusan,” antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-15
Diriwayatkan dari Abu Hurairah tentang firmanNya: (Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan (1)) yaitu malaikat-malaikat.
Diriwayatkan dari Abu Al-Ubaidin, dia berkata,”Aku pernah bertanya kepada Ibnu Mas'ud tentang (Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan) yaitu angin. Demikian juga dia berkata tentang firmanNya: (dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya (2) dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya (3)) Sesungguhnya itu adalah angin. Demikian juga dikatakan Mujahid, Qatadah, dan Abu Shalih dalam riwayat darinya.
Ibnu Jarir bersikap diam tentang firmanNya: (Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan (1)) bahwa apakah makna yang dimaksud adalah malaikat-malaikat yang diutus membawa kebaikan, atau yang seperti rambut kuda yang sebagian darinya mengiringi sebagian lain, atau yang itu adalah angin apabila bertiup sedikit demi sedikit? Tetapi dia memastikan bahwa yang dimaksud adalah adalah angin yang bertiup dengan kencang, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Mas'ud dan para pengikutnya. Dan di antara orang yang berpendapat tentang (dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya (2)) juga Ali bin Abu Thalib dan As-Suddi; tetapi bersikap diam tentang (dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya (3)), apakah itu adalah para malaikat atau angin, sebagaimana yang telah dijelaskan.
Diriwayatkan dari Abu Shalih bahwa (dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya) adalah hujan. Tetapi pendapat yang jelas bahwa (al-mursalat) adalah angin, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)) (Surah Al-Hijr: 22) dan (Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya) (Surah Al-A'raf: 57) Demikian juga “Al-'ashifat” yaitu angin. Dikatakan “'Ashafati Ar-riyahu” (angin telah bertiup) ketika dia bertiup dengan suara. Demikian juga “An-nasyirat” yaitu angin yang menggiring awan di ufuk langit sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.
Firman Allah SWT: (dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya (4) dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu (5) untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan (6)) yaitu para malaikat, Pendapat itu dikatakan As-Suddi. Tidak ada perbedaan di sini, karena sesungguhnya para malaikat turun dengan membawa perintah Allah kepada para rasul untuk membedakan antara kebenaran dan kebathilan, petunjuk dan kesesatan, perkara halal dan haram. Dan para malaikat itu menyampaikan wahyu kepada para rasul yang di dalamnya mengandung alasan terhadap makhluk dan peringatan bagi mereka tentang siksa Allah jika mereka menentang perintahNya.
Firman Allah: (sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi (7)) Inilah objek sumpah, yaitu sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian yaitu terjadinya kiamat, peniupan sangkakala, kebangkitan dan pengumpulan semua orang yang terdahulu dan yang kemudian dalam suatu tempat untuk menerima pembalasannya masing-masing; jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan. Semuanya pasti terjadi.
Kemudian Allah berfirman: (Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (8)) yaitu, sinarnya lenyap. sebagaimana firmanNya: (dan apabila bintang-bintang berjatuhan (2)) (Surah At-Takwir) dan (dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan (2)) (Surah Al-Infithar)
(dan apabila langit telah dibelah (9)) yaitu terpecah belah, terpisah, dan semua bagiannya turun serta semua sisinya melemah (dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu (10)) yaitu lenyap sehingga tidak ada bekasnya, sisa dan jejaknya sama sekali, sebagaimana firmanNya: (Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya" (105)) (Surah Thaha) dan (Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka (47)) (Surah Al-Kahfi)
Firman Allah SWT: (dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka) (11)) yaitu dikumpulkan.
Ibnu Zaid berkata dan ini sebagaimana firmanNya: ((Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul) (Surah Al-Maidah: 109)
Mujahid berkata, bahwa makna (uqqitat) adalah ditangguhkan.
Diriwayatkan dari Ibrahim tentang (uqqitat) yaitu dipersiapkan seakan-akan dianggap sebagaimana firmanNya SWT: (Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedangkan mereka tidak dirugikan (69)) (Surah Az-Zumar)
Kemudian Allah SWT berfirman: (("Niscaya dikatakan kepada mereka),"Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" (12) sampai hari keputusan (13) Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? (14) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (15)) Allah SWT berfirman bahwa sampai kapankah utusan itu ditangguhkan perkaranya? yaitu sampai hari kiamat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya: sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan (47) (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang mahsyar) berkumpul menghadap kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa (48)) (Surah Ibrahim) yaitu hari keputusan. Demikian juga Allah SWT berfirman: (Sampai hari keputusan (13))
Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengagungkan kejadiannya: (Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? (14) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (15)) yaitu, kecelakaanlah bagi mereka karena azab Allah pada hari kemudian


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Mursalat ayat 10: Dan jika gunung-gunung berterbangan dan menyebar dimana menjadi biji-bijian yang berhamburan.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Mursalat Ayat 10

10-11. Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian berbagai penjabaran dari kalangan ahli tafsir terhadap makna dan arti surat Al-Mursalat ayat 10 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat untuk kita semua. Support usaha kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Tersering Dikaji

Terdapat berbagai halaman yang tersering dikaji, seperti surat/ayat: An-Nisa 1, Al-‘Ankabut 45, Az-Zalzalah 7, Al-Mukminun 1-11, Ali ‘Imran 185, Al-Ahzab 59. Ada juga An-Nur, Al-Isra 24, An-Nur 31, Al-‘Ashr 2, Al-Anbiya, Al-Baqarah 165.

  1. An-Nisa 1
  2. Al-‘Ankabut 45
  3. Az-Zalzalah 7
  4. Al-Mukminun 1-11
  5. Ali ‘Imran 185
  6. Al-Ahzab 59
  7. An-Nur
  8. Al-Isra 24
  9. An-Nur 31
  10. Al-‘Ashr 2
  11. Al-Anbiya
  12. Al-Baqarah 165

Pencarian: ...

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: