Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qiyamah Ayat 33

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰ أَهْلِهِ يَتَمَطَّىٰ

Arab-Latin: ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā

Terjemah Arti: Kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong).

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

31-35. Orang kafir itu tidak beriman kepada Rasul dan al-Quran, serta dia menunaikan kewajiban shalat untuk Allah, sebaliknya dia malah mendustakan al-Quran, berpaling dan menolak beriman, kemudian dia kembali kepada keluarganya dengan berjalan penuh kesombongan. Celakalah kamu dan celakalah, kemudian celakalah kamu dan celakalah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

33. Kemudian orang kafir ini pergi ke keluarganya berjalan dengan sombong.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

33. ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ (kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong))
Yakni dia berjalan dengan angkuh dan membangga-banggakan keluarganya. Atau dia berjalan dengan berat dan penuh kemalasan menuju orang yang mengajak kepada kebenaran.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

33. Kemudian mereka kembali kepada keluarganya dengan penuh kesombongan dalam pendustaan mereka itu

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

31-33. Allah menjelaskan sebagian sebab-sebab adzab yang buruk pada kafir yang keras kepala ini adalah mengingkari hari kebangkitan, Allah mengabarkan bahwa ia (kafir) tidak membenarkan Al Qur’an dan tidak shalat karena Allah; Bahkan ia mendustakan Al Qur’an dan menolak keimanan, kemudian ia pergi menuju kepada keluarganya dengan gembira, ia berjalan dengan sombong karena dakwah (Nabi) tidak memberi dampak padanya, dan ia tetap di atas kekafirannya dan pengingkarannya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

31-33. Tapi orang yang membangkang yang tidak berguna baginya tanda-tanda kebesaran tetap saja berada dalam kesesatan, kekufuran, dan pembangkangan. “Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan al-Quran),” yakni tidak beriman pada Allah, malaikat, para rasul, Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk, “dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul),” dan kebenaran, bukan malah membenarkan, “dan berpaling (dari kebenaran),” berpaling dari perintah dan larangan. Inilah orang yang hatinya tenang dan tidak takut pada Rabbnya, bahkan ia “pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong),” yakni tidak ada sesuatu pun di benaknya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial. 34-35. Atas sikapnya yang buruk terhadap Allah dan sesama khususnya kepada keluarga, ayat ini menggambarkan kecaman yang diterimanya. Celakalah kamu! maka celakalah! sekali lagi, celakalah kamu hai manusia durhaka! maka celakalah! kalimat dalam ayat-ayat ini tertuju kepada setiap orang yang durhaka dan mengingkari keniscayaan kiamat.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qiyamah Ayat 34 Arab-Latin, Surat Al-Qiyamah Ayat 35 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qiyamah Ayat 36, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 37, Isi Kandungan Surat Al-Qiyamah Ayat 38, Makna Surat Al-Qiyamah Ayat 39

Category: Surat Al-Qiyamah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!