Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qiyamah Ayat 31

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ

Arab-Latin: Fa lā ṣaddaqa wa lā ṣallā

Terjemah Arti: Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

31-35. Orang kafir itu tidak beriman kepada Rasul dan al-Quran, serta dia menunaikan kewajiban shalat untuk Allah, sebaliknya dia malah mendustakan al-Quran, berpaling dan menolak beriman, kemudian dia kembali kepada keluarganya dengan berjalan penuh kesombongan. Celakalah kamu dan celakalah, kemudian celakalah kamu dan celakalah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

31. Orang kafir tidak mau membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulnya dan tidak mau salat untuk Allah -Subḥānahu-.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

31. فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ (Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat)
Yakni dia tidak beriman kepada kerasulan Muhammad dan kepada al-Qur’an, tidak juga mengerjakan shalat bagi Tuhannya. Dia tidak beriman dengan hatinya tidak pula beramal dengan badannya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

31-32 Karena dahulu mereka tidak mau beriman kepada yang Allah perintahkan untuk mereka imani, dan tidak melaksanakan shalat wajib. Justru mendustakan dan menolak beriman kepada Alquran dan Rasul Allah

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

31-33. Allah menjelaskan sebagian sebab-sebab adzab yang buruk pada kafir yang keras kepala ini adalah mengingkari hari kebangkitan, Allah mengabarkan bahwa ia (kafir) tidak membenarkan Al Qur’an dan tidak shalat karena Allah; Bahkan ia mendustakan Al Qur’an dan menolak keimanan, kemudian ia pergi menuju kepada keluarganya dengan gembira, ia berjalan dengan sombong karena dakwah (Nabi) tidak memberi dampak padanya, dan ia tetap di atas kekafirannya dan pengingkarannya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

31-33. Tapi orang yang membangkang yang tidak berguna baginya tanda-tanda kebesaran tetap saja berada dalam kesesatan, kekufuran, dan pembangkangan. “Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan al-Quran),” yakni tidak beriman pada Allah, malaikat, para rasul, Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk, “dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul),” dan kebenaran, bukan malah membenarkan, “dan berpaling (dari kebenaran),” berpaling dari perintah dan larangan. Inilah orang yang hatinya tenang dan tidak takut pada Rabbnya, bahkan ia “pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong),” yakni tidak ada sesuatu pun di benaknya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Ia tidak beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan qadar-Nya yang baik dan yang buruk.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qiyamah Ayat 32 Arab-Latin, Surat Al-Qiyamah Ayat 33 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qiyamah Ayat 34, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 35, Isi Kandungan Surat Al-Qiyamah Ayat 36, Makna Surat Al-Qiyamah Ayat 37

Category: Surat Al-Qiyamah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!