Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qiyamah Ayat 30

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

Arab-Latin: Ilā rabbika yauma`iżinil-masāq

Terjemah Arti: Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

26-30. Benar, ketika ruh telah naik ke dada bagian atas, sebagian hadirin berkata kepada sebagian lainnya, “Adakah peruqyah yang bisa meruqyah dan menyembuhkan apa yang dialaminya?” yang bersangkutan yakin bahwa apa yang terjadi padanya adalah perpisahannya dengan alam dunia, karena dia telah menyaksikan malaikat maut dengan matanya, beban berat perpisahan dunia bertemu dengan beban berat awal perjumpaan dengan akhirat. Hanya kepada Allah semata para hamba akan dikumpulkan, selanjutnya surga atau neraka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

30. Jika hal itu telah terjadi, orang yang meninggal dihalau menuju Rabbnya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

30. إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ (kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau)
Yakni ruh akan dibawa ke Tuhannya setelah dikeluarkan dari jasadnya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

30 Kepada Tuhanmu-lah pada hari kiamat itu engkau kembali

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

29-30. Allah menjelaskan bahwa sebagian dari tanda-tandan keluarnya ruh orang yang sakaratul maut dan akhir dari kehidupannya adalah bertautnya betis kiri dan kanan sehingga keduanya tidak dapat digerakkan. Dan pada saat itu ketahuilah wahai manusia, bahwa tempat kembali kalian pada hari kiamat adalah kepada Allah saja. Kemudian Allah menghisab atas semua amalan-amalan manusia, kemudian berakhir urusannya, entah ke surga atau menuju neraka.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

26-30. Allah memberi petuah kepada para hambaNya dengan menyebutkan orang yang kedatangan ajal, ketika ia sedang dalam keadaan berbaring dan ruhnya telah mencapai “kerongkongan” yaitu tulang tempat lubang kerongkongan, yang pada saat itu bencana kian dahsyat, ia mencari segala cara dan sebab yang dikira bisa menyembuhkan dan memberi kenikmatan. Karena itu Allah berfirman, “Dan dikatakan kepadanya, ‘Siapakah yang dapat menyembuhkanmu’,” yakni siapa yang meruqyahnya, karena angan-angannya sudah terputus dari berbagai sebab normal, ia pun bergantung pada sebab-sebab ilahiyah. Sayangnya, bila ketentuan dan takdir telah dipastikan dan berlaku, tidak ada yang bisa menangkalnya. “Dan dia yakin bahwasanya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),” berpisah dengan dunia, “dan bertaut betis kiri dengan betis kanan,” yakni segala musibah menyatu dan bertaut, masalah kian membesar, bencana kian memuncak serta menginginkan agar ruh tetap saja ada bersamanya. Kemudian ia digiring menuju Allah agar seluruh amal perbuatannya dibalas dan ditegaskan. Ini adalah peringatan keras dari Allah dengan tujuan menggiring hati kepada keselamatan dan peringatan keras Allah dari segala sesuatu yang membinasakannya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, 'siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini'' dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka. 31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qiyamah Ayat 31 Arab-Latin, Surat Al-Qiyamah Ayat 32 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qiyamah Ayat 33, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 34, Isi Kandungan Surat Al-Qiyamah Ayat 35, Makna Surat Al-Qiyamah Ayat 36

Category: Surat Al-Qiyamah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!