Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qiyamah Ayat 29

وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ

Arab-Latin: Waltaffatis-sāqu bis-sāq

Terjemah Arti: Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan),

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

26-30. Benar, ketika ruh telah naik ke dada bagian atas, sebagian hadirin berkata kepada sebagian lainnya, “Adakah peruqyah yang bisa meruqyah dan menyembuhkan apa yang dialaminya?” yang bersangkutan yakin bahwa apa yang terjadi padanya adalah perpisahannya dengan alam dunia, karena dia telah menyaksikan malaikat maut dengan matanya, beban berat perpisahan dunia bertemu dengan beban berat awal perjumpaan dengan akhirat. Hanya kepada Allah semata para hamba akan dikumpulkan, selanjutnya surga atau neraka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

29. Segala kedahsyatan terkumpul pada masa akhir dunia dan awal permulaan Akhirat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

29. وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ (dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan))
Yakni betisnya saling bertaut saat kematian mendatanginya, kakinya mati dan betisnya kaku sehingga tidak dapat menopangnya lagi padahal dia dahulu menggunakannya untuk berjalan ke sana kemari. Namun sekarang manusia mengangkat jasadnya sedangkan malaikat mengangkat ruhnya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

29 Betis kanan dan kiri saling bertautan ketika sekarat itu, sehingga dia tidak mampu bergerak sedikitpun. Maksudnya adalah ketika dikafani

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

29-30. Allah menjelaskan bahwa sebagian dari tanda-tandan keluarnya ruh orang yang sakaratul maut dan akhir dari kehidupannya adalah bertautnya betis kiri dan kanan sehingga keduanya tidak dapat digerakkan. Dan pada saat itu ketahuilah wahai manusia, bahwa tempat kembali kalian pada hari kiamat adalah kepada Allah saja. Kemudian Allah menghisab atas semua amalan-amalan manusia, kemudian berakhir urusannya, entah ke surga atau menuju neraka.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

26-30. Allah memberi petuah kepada para hambaNya dengan menyebutkan orang yang kedatangan ajal, ketika ia sedang dalam keadaan berbaring dan ruhnya telah mencapai “kerongkongan” yaitu tulang tempat lubang kerongkongan, yang pada saat itu bencana kian dahsyat, ia mencari segala cara dan sebab yang dikira bisa menyembuhkan dan memberi kenikmatan. Karena itu Allah berfirman, “Dan dikatakan kepadanya, ‘Siapakah yang dapat menyembuhkanmu’,” yakni siapa yang meruqyahnya, karena angan-angannya sudah terputus dari berbagai sebab normal, ia pun bergantung pada sebab-sebab ilahiyah. Sayangnya, bila ketentuan dan takdir telah dipastikan dan berlaku, tidak ada yang bisa menangkalnya. “Dan dia yakin bahwasanya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),” berpisah dengan dunia, “dan bertaut betis kiri dengan betis kanan,” yakni segala musibah menyatu dan bertaut, masalah kian membesar, bencana kian memuncak serta menginginkan agar ruh tetap saja ada bersamanya. Kemudian ia digiring menuju Allah agar seluruh amal perbuatannya dibalas dan ditegaskan. Ini adalah peringatan keras dari Allah dengan tujuan menggiring hati kepada keselamatan dan peringatan keras Allah dari segala sesuatu yang membinasakannya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Yakni merapat. Hal itu, karena demikian dahsyat penderitaan ketika itu dan ruh yang biasa melekat di badan diminta keluar, kemudian dihalau menghadap Allah agar Dia membalas amalnya dan mereka mengakui perbuatannya.

Peringatan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala ini dapat membawa seseorang kepada keselamatan dan meninggalkan sesuatu yang dapat membinasakannya, akan tetapi bagi orang yang membangkang tetap saja tidak bermanfaat peringatan dan ayat-ayat itu, bahkan ia senantiasa berada di atas kezalimannya, kekafirannya dan pembangkangannya sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, 'siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini'' dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qiyamah Ayat 30 Arab-Latin, Surat Al-Qiyamah Ayat 31 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qiyamah Ayat 32, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 33, Isi Kandungan Surat Al-Qiyamah Ayat 34, Makna Surat Al-Qiyamah Ayat 35

Category: Surat Al-Qiyamah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!