Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Jin Ayat 1

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

Arab-Latin: Qul ụḥiya ilayya annahustama'a nafarum minal-jinni fa qālū innā sami'nā qur`ānan 'ajabā

Terjemah Arti: Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-2. Katakanlah (wahai Rasul) “Allah mewahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengar tilawah al-Quran yang aku takutkan. Ketika mereka mendengarnya, mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami mendengar al-Quran yang sangat bagus dalam balaghoh dan kefasihannya, hikmah-hikmah, hukum-hukum dan berita-beritanya, ia mengajak kepada kebenaran dan hidayah, lalu kami membenarkan al-Quran itu dan mengamalkannya, kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami yang telah menciptakan kami dengan siapapun dalam beribadah kepadaNya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Katakan -wahai Rasul- kepada umatmu, “Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin di belakang kebun kurma telah mendengar bacaan Al-Qur`ānku, lalu setelah mereka kembali kepada kaumnya, mereka berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kami telah mendengarkan perkataan yang dibacakan, keterangannya dan kefasihan lafalnya sangat menakjubkan.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ (Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku)
Yakni hai Muhammad, katakanlah kepada umatmu: “Allah telah mewahyukan kepadaku melalui malaikat Jibril.

أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ(bahwasanya: telah mendengarkan (Al Quran ) sekumpulan jin)
Yakni sekelompok mereka telah mendengar bacaan al-Qur’an dariku. Terdapat pendapat mengatakan bahwa surat yang dibacakan adalah surat al-Alaq.
Allah tidak mengutus seorang rasulpun kepada kaum jin dari golongan mereka, namun seluruh rasul berasal dari golongan manusia.

فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا(lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan)
Mereka berkata kepada kaumnya setelah kembali kepada mereka: kami telah mendengar bacaan yang kefasihannya sangat menakjubkan. Pendapat lain mengatakan: yakni menakjubkan dalam kandungan pelajaran di dalamnya. Pendapat lain mengatakan: yakni dalam keberkatannya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. Katakan lah wahai Nabi kepada umatmu: “Sejumlah jin (An-Nafaru yaitu bilangan antara 3 sampai 10) menyimak bacaan Al-Quranku, lalu mereka (jin) berkata:”Sesungguhnya kami menyimak bacaan Al-Quran yang kefasihannya, kejelasannya dan maknanya sangat menakjubkan. Kami belum pernah mendengarkan hal ini sebelumnya”. Jin adalah makhluk yang diciptakan dari api, sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya. Ibnu Abbas dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Muslim dan Tirmidzi berkata: “Sejumlah jin menyimak Al-Quran ketika suatu saat Nabi SAW melaksanakan shalat fajar (shubuh) bersama para sahabatnya”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Surat ini diawali dengan perintah Allah kepada Nabi-Nya ﷺ agar mengatakan kepada kaumnya : Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku bahwa segolongan jin, mereka telah mendengar bacaan Al Qur’an; Dimana pada saat itu Nabi ﷺ shalat di luar Mekkah dan mengeraskan bacaannya; Pada saat itu berpapasanlah dengan segolongan jin, kemudian mereka mendengarnya disaat Rasul membacanya; Mereka saling berwasiat agar diam dan menyimak bacaan Al Qur’an sampai selesesainya bacaan. Maka ketika segolongan jin tersebut kembali kepada kaumnya, mereka berkata : Sungguh kami mendengar Al Qur’an yang agung dan indah, kami belum pernah mendengar dengan yang semisal dengannya selama kami hidup. Dikatakan juga (oleh para ahli tafsir) bahwa surat yang telah didengar (oleh jin) adalah surat Iqra’ (Al Alaq), berkata yang lain surat Ar Rahman. Faidah pengkabaran dari Rasul ﷺ ini adalah sebagai kabar bahwa Rasul adalah utusan bagi Jin dan Manusia, dan pengkabaran bahwa pencegahan orang-orang kafir (dari masuknya ke dalam agama islam) dan penentangan mereka atas Rasul, tidaklah kecuali hanyalah sebagai bentuk penjagaan dari pembesar-pembesar mereka dan hanyalah masalah kekuasaan dari siapa yang mengikuti selain pembesar-pembesar mereka, yang mereka telah mati (nenek moyang mereka), sebagaimana dikatakan Abu Jahl kepada Abu Thalib : Apakah engkau hendak mengikuti jalannya Abdul Muththalib. Sebagaimana jin yang tidaklah diutus kepadanya para Rasul; Mereka para jin mengikuti petunjuk yang datang dari Muhammad ﷺ. Berkata para ahli tafsir : Mereka orang-orang musyrik lari dari (permisalan) para jin (yang mendapat petunjuk) karena sebab mereka para jin sebelumnya mengikuti agama yahudi. Para ahli tafsir berhukum dengan firman Allah : قَالُوا۟ يَـٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَـٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ, yang artinya : Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa”. {Al Ahqaf : 30}.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Maksudnya, “katakanlah,” wahai Rasul kepada manusia, “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Quran).” Allah mengalihkan mereka kepada RasulNya untuk mendengarkan tanda-tanda kebesaranNya agar hujjah tegak atas mereka, agar nikmat sempurna atas mereka dan agar mereka memberi peringatan kepada kaumnya. Allah memerintahkan RasulNya untuk mengisahkan berita tentang jin tersebut kepada manusia. Yaitu ketika mereka mendekat kepada beliau, lalu mereka berkata, “Diamlah kalian.” Ketika mereka diam menyimak dengan seksama, mereka memahami makna-maknanya dan hakikat-hakikatnya merasuk ke dalam hati mereka, “lalu mereka berkata,’Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan’,” yakni, salah satu keajaiban tinggi dan tuntutan luhur.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah pergi bersama beberapa orang para sahabatnya menuju pasar ‘Ukazh. Sedangkan para setan telah dihalangi mendengarkan berita dari langit; mereka telah dilempari panah api sehingga mereka kembali (tidak jadi mencuri berita), dan (setan-setan) yang lain berkata, “Ada apa dengan kamu?” Mereka menjawab, “Kami telah dihalangi mendapatkan berita dari langit dan telah dihujani panah-panah api.” Lalu (setan-setan yang lain itu) mengatakan, “Tidaklah keadaannya demikian kecuali karena ada sesuatu yang terjadi. Oleh karena itu, lakukanlah perjalanan di bagian timur bumi dan bagian baratnya, kemudian lihatlah apa yang sedang terjadi.” Maka mereka (para setan itu) pergi ke bagian timur bumi dan bagian baratnya untuk melihat kejadian apa yang menghalangi mereka untuk mendengarkan berita dari langit. Sedangkan para setan yang pergi menuju Tihamah pergi mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Nakhlah ketika Beliau sedang dalam perjalanan menuju pasar ‘Ukazh dan shalat Subuh dengan para sahabatnya. Ketika mereka mendengarkan Al Qur’an, maka mereka memperhatikannya dengan seksama dan berkata, “Inilah yang menghalangi kamu mendengar berita dari langit.” Ketika itulah mereka kembali ke kaum mereka dan berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al Qur’an),-- (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,” Dan Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat kepada Nabi-Nya, “Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al Quran),…dst.” (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, Hakim, Baihaqi dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah).

Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menghadapkan mereka (sekumpulan jin) kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mendengarkan ayat-ayat-Nya agar hujjah tegak terhadap mereka, nikmat menjadi sempurna dan mereka menjadi pemberi peringatan terhadap kaum mereka. Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menceritakan berita ini kepada manusia, dimana ketika mereka (sekumpulan jin) tiba di dekat Beliau, mereka berkata kepada sesama mereka, “Diamlah.” setelah mereka semua terdiam, mereka mendengarnya dan memahami maknanya, dan hakikatnya pun sampai ke hati mereka.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Di akhir surah sebelum surah ini yaitu surah Nuh disebutkan doa Nabi Nuh atas perilaku kaumnya yang menolak dakwahnya. Di awal surah ini dijelaskan tentang dakwah Nabi Muhammad dengan al-Qur?an yang merupakan kitab suci yang amat mengagumkan dari segala aspeknya. Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada seluruh manusia, ?Telah diwahyukan kepadaku melalui Jibril, bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan al-Qur?an, lalu mereka berkata, 'Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan kata-kata maupun kandungan Al-Qur?an.'"2. "Al-Qur?an yang memberi petunjuk dengan jelas lagi lemah lembut kepada jalan yang benar untuk mengenal Allah, kami yakin itu pasti firman Allah bukan buatan manusia, lalu kami beriman kepadanya. Dan sejak saat itu kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami, karena hal tersebut adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah."

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Jin Ayat 2 Arab-Latin, Surat Al-Jin Ayat 3 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Jin Ayat 4, Terjemahan Tafsir Surat Al-Jin Ayat 5, Isi Kandungan Surat Al-Jin Ayat 6, Makna Surat Al-Jin Ayat 7

Category: Surat Al-Jin

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Arti Surat Al Jin Surat Jin Ayat 1 Makna Srt Al Jin Surat Jin Latin Surah Al Jin Terjemahan Indonesia