Surat Al-Jumu’ah Ayat 2

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Arab-Latin: Huwallażī ba'aṡa fil-ummiyyīna rasụlam min-hum yatlụ 'alaihim āyātihī wa yuzakkīhim wa yu'allimuhumul-kitāba wal-ḥikmata wa ing kānụ ming qablu lafī ḍalālim mubīn

Artinya: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

« Al-Jumu'ah 1Al-Jumu'ah 3 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Surat Al-Jumu’ah Ayat 2

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Jumu’ah Ayat 2 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah menarik dari ayat ini. Ditemukan berbagai penafsiran dari kalangan ahli ilmu terkait isi surat Al-Jumu’ah ayat 2, antara lain sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2.-3. Allah-lah Yang mengutus kepada orang-orang Arab yang tidak bisa membaca, tidak memiliki kitab dan tidak ada kerasulan pada mereka, seorang rasul dari mereka kepada seluruh manusia, yang membacakan al-Quran kepada mereka, menyucikan mereka dari akidah-akidah rusak dan akhlak-akhlak buruk, mengajari mereka al-Quran dan asSunnah. Sesungguhnya mereka sebelum diutusnya Rasulullah berada di dalam penyimpangan yang nyata dari jalan kebenaran.
Allah juga mengutus Rasul tersebut kepada kaum lain yang belum datang dan akan datang dari kalangan orang-orang Arab dan lainnya. Hanya Allah semata Yang Mahaperkasa, Yang berkuasa atas segala sesuatu lagi Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

2-3. Allah yang mengutus Nabi Muhammad sebagai utusan kepada orang-orang Arab yang sedikit sekali mengetahui baca tulis, dan kepada manusia dan jin seluruhnya; agar dia membacakan al-Qur’an kepada mereka, menyucikan mereka dari kotoran kesyirikan dan kemaksiatan, dan mengajarkan mereka al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan sebelum Rasulullah diutus, mereka berpaling dari kebenaran dan berada dalam kesyirikan dan kemaksiatan. Dan Allah juga mengutusnya kepada umat-umat lainnya dari berbagai bangsa yang ada setelah generasi para sahabat hingga hari kiamat. Allah maha Perkasa dalam kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam mengatur urusan makhluk-makhluk-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

2. Dia lah yang mengutus kepada orang-orang Arab yang tidak bisa membaca dan menulis seorang Rasul dari kalangan mereka, membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya yang diturunkan kepadanya, membersihkan mereka dari kekufuran dan akhlak yang buruk, mengajari mereka Al-Qur`ān, mengajari mereka As-sunnah, dan sesungguhnya mereka sebelum pengutusan Rasul tersebut kepada mereka berada dalam kesesatan yang nyata dari kebenaran, karena mereka dahulu menyembah berhala-berhala, menumpahkan darah dan memutuskan silaturahim.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

2. هُوَ الَّذِى بَعَثَ فِى الْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ (Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka)
Yang dimaksud dengan kaum yang buta huruf (Ummiyin) adalah orang-orang Arab; sebagian mereka dapat menulis dan sebagian mereka tidak, sebab mereka bukan termasuk Ahli Kitab. Dan makna asal kata (Ummiy) adalah orang yang tidak dapat membaca dan menulis; dan kebanyakan orang Arab ketika itu tidak dapat baca tulis.

يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايٰتِهِۦ(yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka)
Yakni membacakan al-Qur’an. Padahal Rasulullah tidak dapat membaca tulisan atau menulis dan tidak mempelajari itu dari siapapun.

وَيُزَكِّيهِمْ(mensucikan mereka)
Yakni membersihkan mereka dari kotoran kekafiran, dosa-dosa, dan akhlak yang buruk.
Pendapat lain mengatakan: yakni menjadikan mereka memiliki hati yang bersih dengan keimanan.

وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ(dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah)
Makna (الكتاب) di sini yakni al-Qur’an, sedangkan (الحكمة) adalah sunnah Rasulullah. Pendapat lain mengatakan yang dimaksud dengan (الكتاب) yakni menulis dengan pena, dan (الحكمة) yakni pemahaman agama; dan inilah pendapat yang diambil oleh Malik bin Anas.

وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلٰلٍ مُّبِينٍ (Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata)
Yakni dalam kesyirikan dan jauh dari kebenaran.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1). Pada firman Allah ta'ala: { مِّنْهُمْ } "di antara mereka" terdapat dua faidah:
Yang Pertama: Ia seperti kaumnya yang buta huruf, dia tidak membaca buku atau menulisnya dengan tangan kanannya, namun dia membawa Al-Qur’an ini, yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, dan inilah bukti kebenarannya.

Yang Kedua: Peringatan terhadap pengetahuan mereka tentang nasab beliau, kehormatannya, kesuciannya, dan kejujurannya, dan nyatanya dia tidak pernah berbohong, maka seseorang yang yang tidak pernah berdusta kepada manusia, apakah akan berdusta atas nama Allah?!

2). Allah mengatur para pengikut Rasulullah dalam penyebutannya sesuai dengan derajat keutamaan mereka, perhatikan: { هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ } "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka" ini di kalangan para sahabat, kemudian Dia ﷻ berfiman pada tabi'in: { وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا۟ بِهِمْ } "dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka" [Q.S. Al-Jumu'ah : 3], dan ini semisal dengan firman-Nya: { وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ } "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik" [Q.S. At-Taubah : 100].

3). Dimulai dengan tilawah pada firman Allah ta'ala: { يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ } "yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka" Sebab seruan pertama dalam dakwah adalah dengan menyampaikan wahyu, dan disusul dengan pensucian; Karena dakwah dimulai dengan pensucian dari najis maknawi yaitu kesyirikan, dan keburukan-keburukan yang menyertainya dalam perbuatan dan akhlak.

4). Ummat ini dibebaskan jiwanya oleh Al-Qur'an dari peribadatan batu, berhala, dan manusia, dan membebaskan tubuh mereka dari ketundukan pada kekuasaan kaisar, dan meninggikan akal mereka dengan cahaya Ilahi, dan menyucikan jiwa mereka dari kotoran kebobrokan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

2. Maha Suci Allah yang mengutus Muhammad sebagai Rasul dari bangsa Arab yang Ummiy, yaitu orang-orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Maknanya adalah kebanyakan dari mereka adalah Ummiy, dan dia (Muhammad) termasuk dalam golongan tersebut yaitu sebagai bangsa Arab yang ummiy. Dia (Muhammad) membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dengan ke-Ummiyan-nya yang sama dengan mereka. Dia membersihkan mereka dari kesyirikan dan akidah serta akhlak yang buruk. Dia mengajarkan mereka Al-Qur’an, Sunnah dan pengertian tentang tujuan ajaran syariat dan rahasia-rahasianya. Sesungguhnya sebelum dia diutus menjadi Rasul, mereka berada dalam kesalahan yang jelas dan nyata serta jauh dari kebenaran, yaitu berupa kesyirikan dan keburukan zaman Jahiliyyah.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf} orang Arab yang tidak bisa menulis dan membaca {dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan mereka} menyucikan mereka dari kekufuran dan akhlak yang buruk {serta mengajarkan kepada mereka kitab} Al-Qur’an {dan hikmah} Sunah {meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

2. “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul,” yang dimaksud kaum buta huruf adalah kaum yang tidak memiliki kitab suci dan tidak ada jejak kerasulan, baik dari kalangan ahli kitab. Allah memberikan ujian besar pada mereka yang melebihi karunia kalangan lainnya, karena mereka tidak memiliki ilmu dan kebaikan. Mereka sebelumnya berada dalam “kesesatan yang nyata.” Dengan menyembah patung, pohon, dan batu, dan beretika seperti binatang buas pemangsa, di mana yang kuat di antara mereka memakan yang lemah. Mereka berada di puncak kebodohan terhadap ilmu para nabi. Kemudian Allah menguutus seorang rasul dari kalangan mereka. Mereka menetahui nasab, sifat-sifatnya yang baik serta kejujurannya, dan Allah menurunkan kitab suciNya, “yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka,” yang pasti dan mengharuskan beriman dan meyakini, “dan menyucikan mereka,” dengan menjelaskan dan mendorong mereka pada sifat-sifat utama serta mencegah mereka dari akhlak-akhlak tercela, “dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah.” Maksudnya, ilmu al-Quran dan -Sunnah yang mencakup seluruh ilmu orang-orang terdahulu dan terkemudian. Setelah pembelajaran dan penyucian itu, mereka menjadi manusia paling baik petunjuk dan jalannya. Mereka menjadikan diri mereka sebagai petunjuk dan memberi petunjuk pada orang lain sehingga mereka menjadi pemimpin orang-orang yang bertakwa. Merupakan nikmat yang paling sempurna dan karunia terbesar, karena Allah mengutus di tengah-tengah mereka rasul tersebut.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-4
Allah SWT memberitahukan bahwa semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya, yaitu semua makhluk yang ada pada keduanya, baik yang berakal maupun tidak berakal. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya) (Surah Al-Isra’: 44) Kemudian Allah SWT berfirman: (Raja, Maha Suci) Dia adalah Dzat yang Maha Merajai langit dan bumi dan yang Mengatur keduanya dengan hukumNya, dan Dia (Maha Suci) yaitu disucikan dari semua kekurangan dan disifati dengan semua sifat sempurna (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) Penafsiran keduanya telah banyak dijelaskan.
Firman Allah SWT: (Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka) yaitu orang-orang yang buta huruf adalah bangsa Arab, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya) (Surah Ali Imran: 20) Penyebutan kaum ummi secara khusus bukan berarti menafikan selain mereka, tetapi anugerah ini terasa lebih menyentuh dan banyak atas mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam firmanNya: (Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan (yang besar) bagimu dan bagi kaummu) (Surah Az-Zukhruf: 44) yaitu, merupakan peringatan bagi selain mereka sebagai pelajaran bagi mereka. Demikian pula Allah SWT berfirman: (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (214)) (Surah Asy-Syu'ara’) Ayat ini dan lainnya yang semakna tidak bertentangan dengan apa yang disebutkan firmanNya SWT: (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua”) (Surah Al-A'raf: 158) dan (supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya)) (Surah Al-An'am: 19) Dan firman Allah SWT memberitahukan tentang Al-Qur'an, yaitu: (Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya) (Surah Hud: 17) dan banyak ayat lainnya yang menunjukkan keumuman pengutusan Rasulullah SAW yang mencakup semua makhluk baik yang berkulit merah ataupun yang berkulit hitam.
Ayat ini merupakan jawaban dari Allah terhadap kekasihNya, nabi Ibrahim ketika dia berdoa untuk penduduk Makkah, agar Allah mengutus di kalangan mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an dan Sunnah. Maka Allah mengutus­ Rasulullah SAW kepada mereka di masa kesenjangan tidak ada rasul dan padamnya petunjuk, sehingga masa itu sangat membutuhkan adanya seorang rasul. Allah SWT saat itu murka terhadap semua penduduk bumi, baik yang Arab maupun non Arab, kecuali sisa-sisa dari Ahli Kitab, yang jumlah mereka sedikit sekali, mereka dari kalangan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa yang dibawa nabi Isa, Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata (2)) Demikian itu karena orang-orang Arab di masa lalu berpegang kepada agama nabi Ibrahim. Lalu mereka mengubah, mengganti, membalikkan, dan menentangnya, yaitu mereka mengganti ajaran tauhid dengan kemusyrikan, keyakinan dengan keraguan, dan mereka mengada-adakan hal-hal yang tidak diizinkan Allah. Demikian pula Ahli Kitab, mereka mengganti, mengubah, dan menyelewengkan kitab-kitab mereka dengan takwil-takwil Maka setelah itu Allah mengutus nabi Muhammad SAW dengan membawa syariat yang agung, sempurna, dan mencakup semua makhluk. Di dalamnya terdapat petunjuk dan penjelasan bagi apa yang mereka butuhkan terkait perkara kehidupan dunia dan kehidupan di hari kebangkitan mereka, dan seruan bagi mereka kepada hal-hal yang mendekatkan diri mereka kepada surga dan ridha Allah, serta larangan terhadap hal-hal yang mendekatkan mereka kepada neraka dan kemurkaan Allah SWT. hakim yang memutuskan semua perkara syubhat, keraguan, dan kebimbangan dalam masalah yang pokok dan cabangnya. Allah mengumpulkan padanya kebaikan-kebaikan dari apa yang pernah dilakukan oleh umat-umat terdahulu, dan Allah SWT menganugerahkan di dalamnya apa yang belum pernah Dia berikan kepada seorangpun dari umat-umat terdahulu dan Dia tidak akan memberikannya kepada seorang pun dari kalangan orang-orang kemudian. Maka semoga shalawat dan salam­Nya terlimpahkan kepada beliau untuk selamanya sampai hari pembalasan.
Firman Allah SWT: (dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (3)) diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata,"Ketika kami sedang duduk di hadapan Nabi SAW, maka turun kepada beliau surat Al-Jumu'ah (dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka) Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang dimaksud dengan mereka?" Rasulullah SAW tidak segera menjawab mereka sehingga mereka mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, sedangkan saat itu di kalangan kami terdapat Salman Al-Farisi. Lalu Rasulullah SAW meletakkan tangan beliau ke Salman Al-Farisi, kemudian Rasulallah SAW bersabda:”Seandainya iman itu berada jauh di bintang Surayya, tentu akan diraih banyak lelaki, atau seorang lelaki, dari kalangan mereka“ Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa surah ini adalah Madaniyyah dan menunjukkan keumuman pengutusan Rasulullah SAW ke seluruh manusia, karena dia menafsirkan firmanNya: (dan (juga) kepada kaum yang lainnya dari mereka) yaitu di negeri Persia, oleh karena itu Nabi SAW mengirimkan surat-suratnya kepada penduduk Persia, Romawi, dan umat-umat lainnya untuk menyeru mereka untuk menyembah Allah SWT dan meng­ikuti apa yang disampaikan. Mujahid dan lainnya berkata tentang firmanNya: (dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka) dia berkata bahwa mereka adalah orang-orang non-Arab dan semua orang yang membenarkan Nabi SAW dari kalangan selain bangsa Arab.
Firman Allah SWT: (Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Dzat yang mempunyai keperkasaan dan kebijaksanaan dalam syariat dan ketentuanNya. Firman Allah SWT: (Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar (4)) yaitu yang dimaksud adalah apa yang dianugerahkan Allah kepada nabi Muhammad SAW berupa kenabian yang agung dan apa yang diberikan Allah secara khusus kepada umatnya, yaitu pengutusan nabi Muhammad SAW kepada mereka


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Jumu’ah ayat 2: Allah mengabarkan bahwa Dialah yang mengutus Rasul ﷺ kepada umat yang buta huruf, yang tidak dapat membaca dan juga menulis, mereka adalah orang-orang arab. Dan inilah Rasul yang dipilih oleh Allah dari kalangan mereka dan yang termulia dari mereka orang-orang arab, dan dia tidak mengenal apa itu membaca dan menulis semisal dengan mereka (orang-orang arab). Allah telah mengutusnya untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Al Qur’an dan menjelaskan kepada mereka dalil dan bukti yang bersamaan dengan itu, dia tidak dapat membaca dan menulis, dan dia juga (datang) untuk mensucikan mereka dari kotoran kekafiran dan dosa, dan mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah Nabawiyyah yang disucikan. Karena mereka sebelum diutusnya dan kedatangan Rasul ﷺ masih dalam kesesatan yang nyata dari kemaksiatan dan kekafiran dan berkuasa (di tanah arab) keburukan, misalnya : Mengubur hidup-hidup anak perempuan, saling membunuh di antara mereka satu sama lain serta mencuri dan merampok, semua ini menjadikan tidak terdapat pada mereka seorang ahli tauhid, akan tetapi hanya segelintir yang tersisa semisal Waraqah bin Naufal dan yang selainnya. Pada saat itulah mereka menjadi sesat secara umum.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yaitu bangsa Arab, dimana mereka tidak kenal baca-tulis. Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan nikmat kepada mereka dengan nikmat yang sangat besar daripada nikmat-Nya kepada selain mereka, karena mereka sebelumnya tidak berilmu dan tidak di atas kebaikan, bahkan mereka berada di atas kesesatan yang nyata; mereka menyembah patung, batu dan pepohonan serta berakhak dengan akhlak binatang, dimana yang kuat memakan yang lemah, bahkan mereka berada dalam kebodohan yang dalam terhadap ilmu para nabi, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang mereka ketahui nasabnya, sifat-sifatnya yang baik, amanahnya dan kejujurannya dan Dia turunkan kepadanya kitab-Nya.

Dari syirk. Atau mendorong mereka berakhlak mulia dan mencegah mereka dari akhlak yang buruk. Oleh karena itu, pengutusan rasul kepada mereka adalah nikmat yang paling besar dan paling agung yang dikaruniakan Allah kepada mereka.

Ayat ini juga sebagai dasar pijakan dalam dakwah tashfiyah wa tarbiyah (membersihkan umat dari segala yang bukan dari Islam dan mendidik umat di atas ajaran Islam yang murni).

Oleh karena itu, setelah ta’lim (pengajaran) dan pembersihan ini mereka (para sahabat) menjadi manusia yang berilmu, bahkan menjadi imam dalam ilmu dan agama, sempurna akhlaknya, paling baik petunjuk dan jalannya. Di samping itu, mereka juga dijadikan standar yang benar oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam beragama ketika terjadi perselisihan di zaman setelah Beliau sebagaimana sabdanya:

، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Karena barang siapa yang hidup di antara kamu (setelah ini), maka ia akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham, dan jauhilah perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat.“ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dia berkata, "Hasan shahih.")


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Jumu’ah Ayat 2

Dialah yang mengutus seorang rasul, Muhammad kepada kaum yang buta huruf, yang secara khusus ditujukan kepada bangsa arab yang kebanyakan tidak bisa baca tulis, dari kalangan mereka sendiri, yaitu dari kalangan bangsa arab, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, ayat-ayat Al-Qur'an, yang isinya menyucikan jiwa mereka yang beriman kepadanya; dan mengajarkan kepada mereka yang membuka diri menerima dan membenaran kerasulan beliau, kitab Al-Qur'an, dan hikmah yakni sunah nabi, meskipun sebelumnya, yakni sebelum kelahiran rasulullah di masa jahiliah, mereka, sebagian di antara para sahabat rasulullah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Keyakinan mereka menyimpang dari prinsip tauhid dan perilaku mereka bertentangan dengan nilai kemanusiaan, salah satunya mengubur anak perempuan hidup-hidup. 3. Selain mengutus kepada bangsa arab yang tidak bisa baca tulis, Allah juga mengutus rasulullah kepada bangsa-bangsa lain di luar bangsa arab, bahkan kepada seluruh dunia. Dan rasulullah juga diutus kepada kaum yang lain dari mereka di luar bangsa arab untuk masa yang tiada terbatas hingga hari kiamat, kaum yang belum berhubungan dengan mereka, karena hidup pada zaman dan tempat yang berbeda dengan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, 'dan kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. ' (lihat: surah al-anbiy'/21: 107). Dan dialah yang mahaperkasa, menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghukum manusia yang berdosa.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penafsiran dari para mufassirin terkait makna dan arti surat Al-Jumu’ah ayat 2 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat untuk kita bersama. Sokong syi'ar kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Tersering Dilihat

Baca berbagai halaman yang tersering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 152, Al-Insyirah 6, An-Nisa 146, Al-Ahzab 56, An-Nisa 29, Al-Jatsiyah. Serta Al-Anfal, An-Nur 26, Ali ‘Imran 110, Al-Baqarah 168, Al-Jumu’ah 10, Thaha.

  1. Al-Baqarah 152
  2. Al-Insyirah 6
  3. An-Nisa 146
  4. Al-Ahzab 56
  5. An-Nisa 29
  6. Al-Jatsiyah
  7. Al-Anfal
  8. An-Nur 26
  9. Ali ‘Imran 110
  10. Al-Baqarah 168
  11. Al-Jumu’ah 10
  12. Thaha

Pencarian: bacaan arab alhamdulillah, surat al imran ayat terakhir, sebutkan ayat-ayat sajadah, surah tentang kejujuran, surat yusuf ayat 88 merupakan dalil tentang

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: