Surat Ali ‘Imran Ayat 200

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanuṣbirụ wa ṣābirụ wa rābiṭụ, wattaqullāha la'allakum tufliḥụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

« Ali 'Imran 199An-Nisa 1 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Surat Ali ‘Imran Ayat 200

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 200 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah menarik dari ayat ini. Terdapat beraneka penjabaran dari kalangan ulama berkaitan makna surat Ali ‘Imran ayat 200, sebagiannya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNYA dan melaksanakan syariatNYA, bersabarlah diatas ketaatan kepada tuhan kalian dan terhadap apa yang menimpa kalian berupa kemadorotan dan bencana, dan teguhkanlah kesabaran kalian untuk menghadapi musuh-musuh kalian sehingga mereka tidak lebih bersabar di bandingkan kalian, dan tegaklah untuk memerangi musuhKU dan musuh kalian serta takutlah kepada Allah dalam seluruh keadaan kalian, semoga kalian memperoleh keberuntungan berupa ridhaNYA di dunia dan di akhirat.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

200. Allah menyeru orang-orang beriman, “Bersabarlah dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi kemungkaran, kalahkanlah musuh-musuh kalian dengan kesabaran ketika dalam kecamuk perang, jagalah perbatasan negeri kalian untuk menjaganya dari serangan musuh, dan bertakwalah kepada Allah, agar kalian dapat meraih kemenangan di dunia berupa kehidupan yang baik, dan di akhirat berupa surga yang besar.



Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Apakah kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa dan meningkatkan derajat?”

Mereka berkata: “Tentu wahai Rasulullah”.

Beliau menjawab: “Sempurnakanlah wudhu walaupun dalam kondisi tidak menyenangkan, memperbanyak langkah menuju masjid dan menunggu shalat setelah shalat, maka itu adalah ribath, itu adalah ribath(berjaga-jaga di daerah perbatasan musuh).”

(as-Shahih 1/219 no. 251, kitab thaharah, bab keutamaan berwudhu pada kondisi tidak menyenangkan).


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

200. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya, bersabarlah kalian terhadap beban-beban syariat (agama) serta musibah-musibah dunia yang menimpa kalian. Dan kalahkanlah orang-orang kafir dalam hal kesabaran. Jangan sampai mereka lebih sabar dari kalian. Tegakkanlah jihad di jalan Allah. Dan takutlah kalian kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, supaya kalian mendapatkan apa yang kalian harapkan. Yaitu selamat dari Neraka dan masuk ke dalam Surga.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

200. يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ اصْبِرُوا۟ (Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu)
Ayat ini sebagai himbauan untuk senantiasa bersabar diatas ketaatan dan dari syahwat.

وَصَابِرُوا۟ (dan kuatkanlah kesabaranmu)
Yakni dalam menghadapi musuh. Dan hal ini lebih berat dari pada sabar.

وَرَابِطُوا۟(dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu))
Yakni bersiagalah di perbatasan negeri dan ikatlah kuda-kuda kalian disana.
Dan termasuk dari Ribath adalah menunggu shalat di masjid. Dan makna ribath adalah melazimi perbatasan dan melazimi masjid.
Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan lainnya sabda dari Rasulullah: “maukah kalian aku tunjukkan pada amalan yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan dengannya mengangkat derajat-derajat: menyempurnakan wudhu saat suasana yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid-masjid, dan menunggu didirikannya shalat selanjutnya setelah mengerjakan shalat, maka itulah Ribath, maka itulah ribath, maka itulah ribath.
Dan banyak diriwayatkan berbagai hadist yang menyebutkan keutamaan ribath di jalan Allah dengan membelakangi negeri kaum muslimin dan menghadap negeri musuh, diantaranya sabda Nabi yang dikeluarkan Imam Bukhari: Ribath selama satu hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

200. Wahai orang-orang mukmin, bersabarlah untuk berbuat data dan menahan syahwat, dan kuatkanlah kesabaran kalian, Unggulilah musuh dengan bersabar atas derita peperangan, dan jadilah orang yang lebih bersabar daripada mereka. Berdirilah di ujung-ujung negeri yang akan disusupi musuh dengan mengikat kuda-kuda kalian disana seraya dan mempersiapkan diri untuk berjihad. Bertakwalah kepada Allah dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan agar kalian mendapatkan keridhaan dan surga Allah. Ar-Ribath adalah menunggu shalat di masjid. Abu Salamah bin Abdurrahman berkata: “Di zaman nabi SAW belum ada ujung tempat yang dijaga/dibentengi” Namun ayat ini turun terkait tindakan menunggu shalat di belakang orang yang shalat


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian} kalahkanlah musuh kalian dengan bersabar melewati beratnya peperangan {bersiap siagalah} dan berdirilah untuk berjihad di jalan Allah {dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung}


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

200. Kemudian Allah menganjurkan kaum Mukminin kepada sesutau yang dapat menyampaikan mereka kepada kemenangan, yaitu keberhasilan dengan memperoleh kebahagiaandan kesuksesan, dan bahwa jalan yang dapat menyampaikan kepada hal itu adalah konsisten terhadap kesabaran, yaitu menahan diri dari hal-hal yang dibenci berupa meninggalkan kemaksiatan, dan bersabar atas musibah dan terhadap perkara-perkara yang berat bagi jiwa. Allah memerintahkan untuk bersabar atas semua itu.
Al-muhsabarah (memaksa diri untuk bersabar)adalah konsisten dan kontinu dalam hal itu secara terus menerus, danmenghadapi musuh dalam segala kondisi, sedangkan Al-murabhatah (siap siaga)adalah berjaga disuatu temapat yang di takutkan musuh akan masuk melaluainya, dan mengamati musuh mereka agar tidak berhasil memperoleh tujuan-tujuan mereka. Semoga mereka beruntung yaitu mereka berhasil dengan hal yang di sukai, baik agama maupun dinia serta akhirat, dan mereka selamat dari hal-hal yang di benci.
Dari sini diketahui bahwasanya tidak ada jalan menuju kamenangan tanpa ada kesabaran dan memaksa diri dalam kesabaran tersebut, serta siaga dalam menghadapi musuh seperti yang telah disebutkan. Karena itulah tidak akan beruntung orang yang beruntung itu kecuali dengan hal-hal tersebut, dan tidaklah akan luput keberhasilah itu dari seseorang kecuali dengan luputnya seseorang dari hal-hal tersebut atau sebagainya.
Allah permberi taufik, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
Telah selesai tafsir surat Ali-imran, segala puji hany milik Allah atas nikmatNya, dan kita memohon kepadaNya kesempurnaan nikmatNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 199-200
Allah SWT memberitahukan tentang sebagian kelompok dari Ahli Kitab yang beriman kepada Allah dengan iman yang sebenarnya, dan beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad bersamaan dengan beriman kepada apa yang telah mereka imani sebelumnya berupa kitab-kitab sebelumnya. Mereka khusyu’ dan patuh kepada Allah, tunduk dan merendahkan diri di hadapanNya, (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit) yaitu mereka tidak menyembunyikan berita-berita gembira tentang nabi Muhammad SAW, menyebutkan sifat-sifatnya, gelarnya, pengutusannya, dan sifat umatnya. Mereka adalah sebaik-baik Ahli Kitab dan yang paling istimewa di antara mereka, baik mereka yang berasal dari orang-orang Yahudi atau Nasrani. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qashash (Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu (52) Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya) (53) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) (Surah Al-Qashash: 52-54) Allah SWT juga berfirman (Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya) (Surah Al-Baqarah:121) Ini adalah sifat-sifat yang ada pada orang-orang Yahudi, namun sedikit sekali sebagaimana yang ditemukan dalam Abdullah bin Salam dan orang-orang lain sepertinya yang beriman dari golongan para rahib Yahudi, dimana jumlah mereka tidak sampai sepuluh orang. Adapun orang-orang Nasrani, maka di antara mereka ada yang mendapatkan petunjuk dan dituntun menuju kebenaran, sebagaimana Allah SWT berfirman (Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri (82) Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui; seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (83) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?" (84) Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya…) (Surah Al-Maidah: 82-85) Demikian juga Allah SWT berfirman di sini (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya)
Telah disebutkan dalam hadits bahwa Ja'far bin Abi Thalib, ketika membaca surah (Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad (1)) (Surah Maryam) di hadapan orang Najasyi, raja Habasyah, yang ditemani oleh para pendeta dan pemuka agama Nasrani, dia dan mereka menangis bersamanya hingga janggut mereka menjadi basah.
Disebutkan juga dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa ketika orang Najasyi wafat, Rasulullah SAW mengumumkan hal itu kepada para sahabatnya, "Saudara kalian di Habasyah telah meninggal. Mari kita shalat jenazah untuknya" Kemudian Rasulullah SAW keluar ke padang pasir, mengatur shaf mereka dan melaksanakan shalat untuknya.
Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, ayat dalam (Dan sesungguhnya diantara ahli kitab), yaitu orang-orang yang telah masuk Islam dari kalangan Ahli Kitab.
Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda, "Tiga jenis orang yang akan mendapatkan pahala dua kali” Kemudian beliau menyebutkan di antaranya “seorang dari Ahli Kitab, yang dia beriman kepada nabinya dan kepadaku"
Firman Allah (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit)yaitu mereka tidak pengetahuan yang ada pada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang yang dicela di antara mereka. Sebaliknya, mereka menyebarkannya dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya)
Mujahid berkata terkait ayat (amat cepat perhitunganNya) yaitu sangat cepat dalam menghitung.
Firman Allah (Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga) Hasan al-Bashri mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk bersabar dalam menjalani agama yang diridhai Allah untuk mereka, yaitu Islam. Sehingga janganlah mereka meninggalkannya dalam keadaan senang atau susah, tidak pula dalam keadaan berat atau ringan, sampai mereka meninggal dalam keadaan sebagai seorang muslim. Serta agar mereka bersabar menghadapi musuh-musuh yang mencoba merusak agama mereka". Demikian juga dikatakan oleh ulama’ salaf lainnya. Adapun “Al-Murabathah” adalah selalu menempatkan diri pada posisi beribadah dan teguh. Dikatakan bahwa hal itu adalah menunggu waktu shalat setelah selesai melaksanakan shalat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibnu Abbas, Sahl bin Hunaif, dan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi serta lainnya. Diriwwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang membuat Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat? Yaitu Menyempurnakan wudlu di saat susah, memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu shalat setelah shalat. Demikian itu seperti ribath, demikian itu seperti ribath, dan demikian itu seperti ribath”
Firman Allah SWT, (dan bertakwalah kepada Allah) yaitu dalam segala urusan dan keadaan kalian,.sebagaimana Rasulullah SAW bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman, "Bertakwalah Allah di mana pun kamu berada, dan hapuslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan berperilakulah kepada orang-orang dengan akhlak yang baik" (supaya kamu beruntung), di dunia dan akhirat.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 200: Hai orang-orang yang beriman! Sabarlah dan lawanlah dengan sabar dan bersedialah dan berbaktilah kepada Allah supaya kamu dapat kejayaan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dalam ayat ini, Allah mendorong kaum mukmin kepada sesuatu yang menyampaikan mereka kepada keberuntungan, yaitu sabar; sikap menahan diri memikul hal yang tidak mengenakkan.

Di atas ketaatan, ketika tertimpa musibah dan dalam menjauhi maksiat.

Yakni berjihadlah.

Dalam semua keadaan kamu.

Mendapatkan surga dan terhindar dari neraka.

Hubungan surat Ali Imran dengan surat An Nisaa':

1. Surat Ali 'Imran diakhiri dengan perintah bertakwa, sesuai dengan permulaan surat An Nisaa'.

2. Dalam surat Ali Imran terdapat kisah penciptaan Nabi Isa 'alaihis salam tanpa bapak dan agar hilang syubhat, maka disebutkan penciptaan Nabi Adam 'alaihis salam. Dalam kisah tersebut terdapat pembelaan terhadap ibu Nabi Isa 'alaihis salam dari tuduhan zina oleh orang-orang Yahudi dan penetapan bahwa Nabi Isa ''alaihis salam adalah seorang hamba sebagai bantahan terhadap orang-orang Nasrani. Sedangkan dalam surat An Nisaa' disebutkan bantahan terhadap kedua belah pihak; Yahudi (lihat ayat 156) dan Nasrani (171-172).

3. Dalam surat Ali Imran disebutkan, bahwa Nabi Isa 'alaihis salam diangkat ke langit, dan dalam surat An Nisaa' disebutkan bantahan terhadap anggapan orang-orang Yahudi yang mengaku telah membunuhnya.

4. Dalam surat Ali Imran disebutkan sikap orang-orang yang dalam ilmunya tentang ayat-ayat mutasyabihat (lihat ayat 7), sedangkan di dalam surat An Nisaa' disebutkan lebih lanjut keadaan orang-orang yang dalam ilmunya (lihat ayat 162).

5. Dalam surat Ali 'Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud secara lengkap, dan sebagiannya diulangi lagi dalam surat An Nisaa'.

6. Dalam surat Ali 'Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum muslimin sebagai Syuhada', yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka pada bagian awal surat An Nisaa' disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembagian harta pusaka.

Selesai tafsir surat Ali Imran dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillah 'alaa ni'matih wa nas'aluhu tamaaman ni'mah.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 200

Wahai orang-orang yang beriman! bersabarlah kamu semua dalam taat kepada Allah dengan meninggalkan perbuatan maksiat dan segala larangan dengan cara menjauhinya serta bertobatlah, dan kuatkanlah kesabaranmu terhadap musibah yang menimpamu maupun tingkah laku orang yang mungkin terasa menyakitkan. Dan tetaplah bersiap siaga dalam menghadapi musuh-Musuh di perbatasan negerimu dengan selalu komitmen di jalan Allah, dan bertakwalah kepada Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar kamu termasuk orang-orang yang beruntung, yakni mendapatkan imbalan yang besar dan abadi, atas ketaatan dan kesabaran kalian. Pada akhir ayat ini Allah memperingatkan orang mukmin dengan empat perintah, yaitu bersabar, memperteguh kesabaran, komitmen di jalan Allah, dan bertakwa. Empat hal ini akan mengantarkan seseorang memperoleh keberuntungan setelah pada surah sebelumnya Allah menjelaskan bahwa kitab suci merupakan petunjuk jalan menuju kebahagiaan dan bahwa inti seluruh kegiatan adalah tauhid, pada surah ini Allah menjelaskan bahwa untuk meraih tujuan tersebut manusia perlu menjalin persatuan dan kesatuan, serta menanamkan kasih sayang antara sesama. Wahai manusia! bertakwalah kepada tuhanmu dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, mensyukuri karunia dan tidak mengkufuri nikmat-Nya. Dialah Allah yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu yaitu adam, dan Allah menciptakan pasangannya yaitu hawa dari diri-Nya yakni dari jenis yang sama dengan adam; dan dari keduanya, pasangan adam dan hawa, Allah memperkembangbiakkan menjadi beberapa keturunan dari jenis laki-laki dan perempuan yang banyak kemudian mereka berpasang-pasangan sehingga berkembang menjadi beberapa suku bangsa yang berlainan warna kulit dan bahasa (lihat: surah arrum/30: 22). Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta pertolongan antar sesama, dengan saling membantu, dan juga peliharalah hubungan kekeluargaan dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu karena setiap tindakan dan perilaku kamu tidak ada yang samar sedikit pun dalam pandangan Allah. Menjalin persatuan dan menjaga ikatan kekeluargaan adalah dasar ketakwaan yang dapat mengantarkan manusia ke tingkat kesempurnaan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah sekumpulan penafsiran dari kalangan ulama tafsir terkait kandungan dan arti surat Ali ‘Imran ayat 200 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi ummat. Sokong dakwah kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Cukup Banyak Dicari

Nikmati ratusan topik yang cukup banyak dicari, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 159, Al-Bayyinah, Yusuf 4, At-Tin, Al-Ma’un, Al-Insyirah. Juga Al-Baqarah 183, Alhamdulillah, Inna Lillahi, Al-Fath, Al-‘Alaq, Al-Fil.

  1. Ali ‘Imran 159
  2. Al-Bayyinah
  3. Yusuf 4
  4. At-Tin
  5. Al-Ma’un
  6. Al-Insyirah
  7. Al-Baqarah 183
  8. Alhamdulillah
  9. Inna Lillahi
  10. Al-Fath
  11. Al-‘Alaq
  12. Al-Fil

Pencarian: inna a'toina kalkausar artinya, surah quraisy latin, al baqarah 145, surat an nahl ayat 114 latin, surat 12 ayat 18

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: