Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 15

عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ

Arab-Latin: 'alā sururim mauḍụnah

Terjemah Arti: Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,

Tafsir Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 15

13-16. Surga tersebut akan dimasuki oleh banyak orang dari generasi awal umat ini dan juga selain mereka dari umat-umat lain, dan sedikit dari generasi akhir umat ini. Mereka di atas ranjang-ranjang yang disulam dengan emas, bersandar di atasnya saling berhadap-hadapan.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

15. Mereka di atas permadani-permadani yang disulam dari emas.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

15. عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ (Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata)
Makna (الموضونة) yakni ditenun dengan benang dari emas. Terdapat pendapat menyatakan bahwa dipan itu dihiasi dengan mutiara, permata, dan berlian.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

14-15. Dan sedikit dari umat nabi SAW. Digambarkan dengan prosentase sedikit karena kumpulan umat sebelumnya terbilang lebih banyak. Imam Ahmad dan Abu Hurairah berkata: “Saat ayat {Tsullatum minal awwaliin wa qaliilun …} diturunkan, hal itu memecah belah orang-orang muslim, kamudian diturunkan ayat {Tsullatum minal awwalin wa tsullatum minal aakhiriin}” Di atas permadani-permadani yang ditenun dengan rapi dan dihiasi dengan benang-benang emas

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

15-16. Allah menjelaskan apa yang telah Allah siapkan bagi orang-orang yang berlomba dalam kebaikan; Allah mengabarkan bahwa mereka di dalam surga di atas dipan-dipan yang ditenun dengan menggunakan benang-benang emas, yang dihiasi dengan mutiara dan permata serta batu zamrud, yang bertelekan di atasnya dan penghuninya saling bertemu satu sama lain.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

15-16. “Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,” maksudnya, bertahtakan emas, perak, mutiara, permata dan perhiasan lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. “seraya bertelekan di atasnya,” maksudnya, di atas dipan tersebut, duduk mapan nan penuh dengan ketenangan, santai dan nyaman, “berhadap-hadapan,” wajah setiap dari mereka kepada wajah temannya, karena kejernihan hati mereka dan saling menerima dengan penuh kecintaan dan kebaikan adab mereka.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Yakni dipan-dipan yang dilapisi emas, perak, mutiara dan permata dan perhiasan lainnya yang tidak diketahui kecuali oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

13-16. Ayat-ayat ini menerangkan kenikmatan yang akan mereka terima di surga tersebut. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman kepada Allah dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian yang tetap teguh dalam ketaatan dan tauhid akan mendapat balasan yang dia janjikan. Mereka berada di atas dipan yang kukuh dan indah karena bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan sambil mensyukuri nikmat yang mereka terima

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 056. Al-Waqi'ah