Surat Al-Ahqaf Ayat 32

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Arab-Latin: Wa mal lā yujib dā'iyallāhi fa laisa bimu'jizin fil-arḍi wa laisa lahụ min dụnihī auliyā`, ulā`ika fī ḍalālim mubīn

Artinya: Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata".

« Al-Ahqaf 31Al-Ahqaf 33 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Terkait Dengan Surat Al-Ahqaf Ayat 32

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ahqaf Ayat 32 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah penting dari ayat ini. Terdokumentasikan berbagai penafsiran dari berbagai ahli ilmu terhadap makna surat Al-Ahqaf ayat 32, misalnya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Barangsiapa tidak menjawab seruan Rasulullah kepada apa yang dia serukan, maka dia tidak akan bisa lolos dari Allah di muka bumi bila Allah hendak menghukumnya. Dia tidak memiliki penolong yang melindunginya dari azabNya. Mereka adalah orang-orang yang jelas-jelas tersesat dari kebenaran.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

32. Dan barangsiapa tidak mau menerima seruan Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada kebenaran yang dia serukan maka dia sama sekali tidak akan bisa mengalahkan Allah dengan melarikan diri di bumi dan tidak bisa meninggalkan-Nya, dan dia tidak mempunyai penolong-penolong selain Allah yang menolong mereka dari siksa. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata dari kebenaran.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

32. وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ اللهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى الْأَرْضِ (Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi)
Yakni dia tidak akan bisa lolos dari Allah meski telah berusaha sebisa mungkin, karena mereka berada dalam genggaman Allah, tidak ada yang mampu lolos dari kuasa-Nya.

وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ( dan tidak ada baginya pelindung selain Allah)
Yakni penolong-penolong yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah.

أُو۟لٰٓئِكَ (Mereka itu)
Yakni orang-orang yang tidak menerima seruan Allah.

فِى ضَلٰلٍ مُّبِينٍ (dalam kesesatan yang nyata)
Yakni kesesatan yang jelas.
Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Alqamah, ia berkata: “Aku bertanya kepada Ibnu Mas’ud, Apakah salah satu dari kalian menemani Rasulullah di malam ketika para jin bertemu dengan beliau?” Ibnu Mas’ud menjawab: “Tidak ada dari kami yang menemaninya, namun ketikan itu kami kehilangan beliau, sehingga kami saling bertanya “mungkinkah beliau diculik, atau apa yang beliau lakukan?” maka itu menjadi malam yang paling buruk yang kami lalui bagi kami. Namun ketika mendekati waktu subuh ternyata beliau datang dari arah Hira’, maka kamipun menceritakan kepada beliau kekhawatiran kami.” Lalu beliau bersabda: “sekelompok jin mendatangiku, maka akupun menyambut mereka, lalu aku bacakan al-Qur’an kepada mereka.” Kemudian beliau berjalan dan menunjukkan kepada kami jejak jin-jin itu dan bekas api mereka.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

32. Barangsiapa tidak mengikuti ajakan Nabi untuk beriman kepada Allah dan Islam, maka tidak akan bisa terhindar dari hukuman dan siksa Allah. Dia tidak akan mempunyai satu penolongpun kecuali Allah, yang dapat menolongnya dari azab Allah itu sendiri.Merekalah orang-orang yang berada dalam kesesatan dan kesalahan yang nyata dan jauh dari kebenaran


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Siapa saja yang tidak memenuhi orang yang mengajak kepada Allah, maka dia tidak mampu} melepaskan diri dari Allah dengan melarikan diri {di bumi dan tidak ada para pelindung baginya selain Allah} para penolong yang melindungi mereka dari azab Allah {Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata”


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

32. “Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi,” karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga tidak ada sesuatu pun yang bisa lari dariNya dan tidak aka nada yang mengalahkan urusanNya.
“Dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” Kesesatan mana lagi yang lebih nyata melebihi kesesatan orang yang telah ditunjukkan oleh para rasul, telah sampai berita peringatan padanya dengan berbagai ayat-ayat yang jelas dan berbagai hujjah mutawatir, kemudian berpaling dan membanggakan diri.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 29-32
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah membacakan Al-Qur'an kepada jin dan tidak pula beliau melihat mereka. Rasulullah SAW berangkat bersama segolongan sahabatnya menuju pasar Ukaz. Dan saat itu antara setan dan berita dari langit telah dihalangi, karena langit telah dijaga oleh bintang-bintang yang menyala­-nyala yang melempari setan, maka setan-setan kembali kepada kaumnya. Maka kaumnya bertanya, "Mengapa kalian?" Setan-setan itu menjawab, "Telah dihalang-halangi antara kami dan berita dari langit, Maka mereka berangkat menjelajahi belahan bumi timur dan barat untuk mencari orang yang menjadi penyebab yang menghalang-halangi mereka dari berita langit.
Segolongan mereka yang mengarah Tihamah berangkat menuju Rasulullah SAW sedang berada di Nakhlah dalam perjalanan beliau menuju pasar Ukaz. Rasulullah SAW sedang melakukan shalat Subuh dengan para sahabat. Ketika mereka mendengar Al-Qur'an, maka mereka mendengarkannya, lalu berkata, "Demi Allah, inilah yang menjadi penyebab penghalang antara kalian dan berita langit" Dan ketika mereka kembali kepada kaumnya, (mereka berkata,”Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami (2)) (Surah Al-Jin) Dan Allah SWT menurunkan firmanNya kepada nabiNya SAW (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an)") (Surah Al-Jin: 1) Dan sesungguhnya yang diwahyukan kepada beliau SAW hanya menceritakan tentang ucapan jin.
Imam Baihaqi berkata bahwa apa yang telah diceritakan Ibnu Abbas ini, tidak lain adalah awal mula jin mendengar bacaan Rasulullah SW dan mereka baru mengetahui keadaannya. Pada kali itu beliau tidak membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan tidak melihat mereka. Kemudian datanglah undangan jin kepadanya, maka beliau membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan menyeru mereka kepada Allah. sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud.
Disebutkan riwayat darinya tentang itu
Diriwayatkan dari 'Alqamah, dia berkat,”Aku bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud,"Apakah Rasulullah SAW membawa seseorang dari kalian di malam jin?" Ibnu Mas'ud menjawab, "Tidak ada seorangpun dari kami yang menemaninya, tetapi kami merasa kehilangan beliau di suatu malam di Makkah, maka kami mengatakan, “Beliau diculik, Aku merasa curiga, dan kami tidak dapat memikirkan apa yang harus kami perbuat" Lalu kami bermalam dengan keadaan malam yang buruk. Dan ketika malam menjelang subuh atau di waktu sahur, tiba-tiba kami melihat beliau SAW dalam kegelapan dari arah Hira. Lalu kami berseru,"Wahai Rasulullah!" Kemudian kami menceritakan kepadanya tentang apa yang mereka alami tentang beliau, Maka beliau SAW menjawab:”Sesungguhnya telah datang kepadaku utusan dari jin, maka aku menemui mereka dan kubacakan (Al-Qur'an) kepada mereka” Kemudian Nabi SAW pergi dan memperlihatkan kepada kami jejak-jejak dan bekas perapian mereka.
Firman Allah SWT: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu serombongan jin) yaitu segolongan jin (yang mendengarkan Al-Qur'an; maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya), lalu mereka berkata, "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”) yaitu dengarkanlah dengan penuh perhatian, ini merupakan adab mereka.
Firman Allah: (Ketika pembacaan telah selesai) yaitu telah selesai, sebagaimana firmanNya SWT: (Apabila telah ditunaikan (diselesaikan) shalat itu) (Surah Al-Jumu’ah: 10), (Maka Dia menyelesaikannya menjadi tujuh langit dalam dua masa) (Surah Fushshilat: 12), dan (Dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu) (Surah Al-Baqarah: 200) Firman Allah: (mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan) yaitu mereka kembali kepada kaumnya dan memberikan peringatan kepada mereka sesuai dengan apa yang mereka dengar dari Rasulullah SAW. sebagaimana firmanNya (agar mereka memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya) (Surah At-Taubah: 122) dapat disimpulkan dengan ayat ini bahwa di kalangan jin hanya terdapat pemberi peringatan, dan tidak ada seorang rasul. Dan tidak diragukan lagi bahwa Allah SWT tidak pernah mengutus seorang rasulpun dari kalangan mereka, Oleh karena itu Allah berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan seorang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri) (Surah Yusuf: 109)
Allah berfirman (Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar) (Surah Al-Furqan: 20) Dan Allah SWT berfirman tentang nabi Ibrahim: (dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya) (Surah Al-Ankabut: 27)
Setiap nabi yang diutus Allah SWT setelah nabi Ibrahim adalah dari keturunannya.
Adapun tentang firman Allah SWT dalam surah Al-An'am: (Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri?) (Surah Al-An'am: 130) Makna yang dimaksud adalah keseluruhan dari kedua makhluk itu, yang ditujukan kepada salah satu dari kedua jenis itu, yaitu manusia. sebagaimana firmanNya: (Dari keduanya keluar mutiara dan marjan (22)) (Surah Ar-Rahman) yaitu salah satunya. Kemudian Allah SWT menjelaskan peringatan jin terhadap kaumnya, jadi Allah berfirman seraya memberitahukan tentang firmanNya: (Mereka berkata, "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa") Mereka tidak menyebutkan nabi Isa karena diturunkan kepadanya kitab Injil yang mengandung nasihat-nasihat, keutamaan, tetapi sedikit mengandung perkara halal dan haram. Pada hakikatnya merupakan syariat yang menyempurnakan kitab Taurat, Jadi yang dipegang adalah kitab Taurat. Oleh karena itu mereka berkata, ("Yang diturunkan sesudah Musa") Demikian juga dikatakan Waraqah bin Naufal ketika Nabi SAW memberitahukan kepadanya kisah turunnya malaikat Jibril saat pertama kali, lalu Waraqah bin Naufal berkata, "Beruntunglah, dia adalah An-Namus yang pernah datang kepada Musa. Aduhai, sekiranya diriku dapat hidup sampai di masa itu dan dalam keadaan kuat"
(yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya) yaitu kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya. Firman Allah: (lagi memimpin kepada kebenaran) yaitu dalam hal akidah dan pemberitahuan (dan kepada jalan yang lurus) dalam beramal, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu mengandung dua perkara, yaitu berita dan perintah. Beritanya benar dan perintahnya adil, sebagaimana Allah berfirman: (Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) sebagai kalimat yang benar dan adil) (Surah Al-An'am: 115)
Allah SWT berfirman: (Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar) (Surah At-Taubah: 33) Petunjuk adalah ilmu yang bermanfaat dan agama yang benar yaitu amal shalih. Demikianlah yang dikatakan jin: (lagi memimpin kepada kebenaran) dalam hal akidah (dan kepada jalan yang lurus) dalam hal amal perbuatan.
(Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah) di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW kepada dua makhluk, yaitu jin dan manusia, mengingat Nabi SAW menyeru mereka untuk menyembah Allah dan membacakan kepada mereka surah yang di dalamnya mengandung perintah untuk kedua golongan itu dan beban, serta janji bagi mereka yaitu surah Ar-Rahman. Oleh karena itu Allah berfirman (terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya)
Firman Allah: (niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu) Dikatakan, bahwa huruf “min” di sini adalah tambahan, tetapi pendapat ini masih perlu ditinjau karena penambahannya dalam kalam itsbat jarang. Dikatakan bahwa sesungguhnya huruf “min” bermakna sebagian (dan melepaskan kamu dari azab yang pedih) yaitu, melindungi kalian dari azabNya yang pedih. Sebagian ulama menyimpulkan dalil dari ayat ini, bahwa jin yang mukmin itu tidak dapat masuk surga. Dan bahwa balasan bagi yang shalih dari kalangan mereka adalah diselamatkan dari azab neraka pada hari kiamat. Oleh karena itu mereka berkata, bahwa ini adalah ungkapan yang kedudukannya bualan dan dilebih-lebihkan. Seandainya bagi mereka ada balasan pahala karena keimanan mereka, lebih dari apa yang telah disebutkan, maka mereka pun akan menyebutkannya.
Tetapi sebenarnya jin yang mukmin sama dengan manusia yang mukmin, yaitu mereka masuk surga. Sebagaimana pendapat yang diikuti segolongan ulama salaf, yang sebagian dari mereka memperkuat pendapatnya dengan firman Allah (tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin) (Surah Ar-Rahman: 74) Akan tetapi, dalil ini masih perlu ditinjau. Dan dalil yang lebih baik daripada itu adalah firman Allah SWT: (dan bagi orang yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga (46) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (47)) (Surah Ar-Rahman: 46-47) Allah SWT menganugerahkan kepada dua jenis makhlukNya pahala surga bagi mereka yang berbuat baik dari kalangan keduanya. Dan jin telah menjawab ayat ini dengan ungkapan rasa syukur yang lebih kuat daripada manusia. Mereka mengatakan, "Tidak ada sesuatupun dari tanda-tanda kebesaran dan nikmatMu wahai Tuhan Kami, yang kami dustakan, maka bagiMu segala puji"
Dan Allah SWT tidak sekali-kali menjanjikan pahala bagi mereka yang nantinya tidak mereka terima. Sesungguhnya apabila Allah membalas jin yang kafir dengan neraka sebagai keadilan dariNya, maka terlebih lagi jika Dia membalas jin yang mukmin dengan surga sebagai karunia dariNya.
Dan belum pernah sampai kepada kami suatu nash baik yang jelas maupun yang tegas dari syariat yang menyatakan bahwa jin yang beriman tidak masuk surga, sekalipun mereka diselamatkan dari neraka. Seandainya pendapat itu benar, maka kami akan mengatakannya; hanya Allah yang labih Mengetahui.
Kemudian Allah SWT berfirman tentang mereka: (Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi) Bahkan kekuasaan Allah mencakup dan meliputi mereka (dan tidak ada baginya pelindung selain Allah) yaitu tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab (Mereka itu dalam kesesatan yang nyata) Ini mengandung ancaman dan peringatan; jin menyeru kepada kaum mereka dengan anjuran dan peringatan, karena itu seruannya itu berhasil terhadap sebagian besar dan mereka, dan mereka datang kepada Rasulullah SAW satu per satu, sebagaimana yang telah dijelaskan pembahasannya.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Ahqaf ayat 32: Ketahuilah wahai kaumku, bahwasanya siapa yang tidak menerima dakwah Rasulullah ﷺ, dan tidak beriman kemudian membenarkan dengan apa yang datang darinya; Maka sungguh, ia tidak memiliki kemampuan untuk lolos dari adzab Allah, dan Allah tidak akan luput dan meloloskannya. Dan tidak ada selain dari Allah penolong dan yang menghalangi dari adzab Allah dan siksaan-Nya, dan barangsiapa yang tidak menerima seruan Allah, dia di atas kesesatan yang nyata, dan kesalahan yang nyata.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga tidak ada yang dapat meloloskan diri dari azab-Nya.

Kesesatan apa yang lebih besar daripada orang yang dipanggil oleh para rasul, disampaikan peringatan-peringatan dengan ayat-ayat yang jelas dan hujjah-hujjah yang kuat, lalu ia berpaling dan menyombongkan diri?


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ahqaf Ayat 32

Selanjutnya sekelompok jin itu memberi peringatan kepada kaumnya yang tidak mau beriman kepada nabi Muhammad. " dan barang siapa tidak menerima seruan orang yang menyeru kepada Allah yaitu nabi Muhammad maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di muka bumi, jika Allah berkehendak untuk menimpakan siksa padahal tidak ada pelindung baginya yang dapat melindungi mereka dari siksaan itu selain Allah. Mereka yang tidak mengikuti seruan itu sungguh berada dalam kesesatan yang nyata. ' jalan yang benar telah dijelaskan, dan telah diberikan pula tuntunan bagaimana menempuh jalan itu. Siapa yang menempuh jalan itu akan selamat, dan siapa yang menyeleweng akan mendapat hukuman. Demikian ketetapan Allah yang berlaku bagi golongan jin dan manusia. 33. Selanjutnya ayat-ayat pada bagian akhir dari surah ini menyatakan kecaman terhadap siapa yang tidak menyambut seruan Allah. Kecaman terhadap mereka itu dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dan dia tidak merasa payah karena menciptakannya dan mengaturnya sepanjang waktu, dan dia kuasa menghidupkan makhluk yang mati' begitulah; sungguh, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah, sebab dia mahakuasa atas segala sesuatu.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah kumpulan penjabaran dari berbagai mufassir berkaitan isi dan arti surat Al-Ahqaf ayat 32 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan bagi kita bersama. Dukung usaha kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Tersering Dibaca

Tersedia ratusan topik yang tersering dibaca, seperti surat/ayat: Ali Imran 26-27, Al-Hujurat 11, Al-Qalam, Ar-Ra’d 31, An-Najm 39-42, Al-Baqarah 285. Ada juga Al-Anbiya 19, Al-Baqarah 261, Al-Baqarah 282, Al-‘Ashr 3, Ar-Rahman 33, Al-Ahzab 43.

  1. Ali Imran 26-27
  2. Al-Hujurat 11
  3. Al-Qalam
  4. Ar-Ra’d 31
  5. An-Najm 39-42
  6. Al-Baqarah 285
  7. Al-Anbiya 19
  8. Al-Baqarah 261
  9. Al-Baqarah 282
  10. Al-‘Ashr 3
  11. Ar-Rahman 33
  12. Al-Ahzab 43

Pencarian: dan janganlah, arti surat al luqman ayat 15, surat al ashr adalah surat ke, surat al baqarah 267, terjemah surat al fiil

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: